Skip to main content

Posts

Good transportation?

I am very tired and need sleep but I want to keep a promise to write every day. Hem, let’s talk about something that make me really concernedly. Yeah, let’s talk about road and transportation in our country. Two days ago, I saw a junior high school student, hanged his body on the back of train. Like a Spiderman but unhappily, he don’t have power or something to support his bad position. I don’t want to reflect on if suddenly he feels tired. Jiaaah...,I really sad about that, why  he must take a big risk to go to his school or home.  Who must be responsibility about that? Well, overcrowding in train is not new. If you live in Jakarta, certainly you always see or maybe you are the train passenger. Strap hangers were not strange. That seems normally.  How it could be? Yeah, people certainly choose the best one, like cheap, and fast although they have big risk too. Hem, I also choose train too than bus. Traffic jam is popular in Jakarta , right?  As far as I can see,...

Writing, Kompas and Midterm

           Hi world..., I comeback.  First, I want to say thank you so much for blessed day by day. Our God gives all things best for us, right? Hope your day always shine like sun in the morning, warm and bright. Wow, it’s October now, raining and raining.  Ow, thunderstorm made me shocked in Depok . Secondly, I promise to myself will always write if I have time (you always have time Rosa, but you lazy, just lazy..^.^)because I love write and like I said before,  “With writing, I know day by day is not same”  hahaha, what a good expression, haa?  Yeah, it also to bring nearer with my dream to become a writer.  Not simple. When I was young (still young till now,hehehe), in elementary,I thought ahaaaaaaaa  I can be a good writer, or a journalist or correspondent in Kompas.  It’s still dream. But I just think I could because now Agnes Monica (what a best singer of Indonesia!!!) can make real her dream to go internat...

Pohon, entah hidup atau mati...

Dulu saya rimbun, dulu saya hijau Sekarang hanya tinggal kenangan, saya hanya bertahan... Di antara rel kereta, dan bau lumpur menyengat Saya tersiksa

Berbeda

Dia sudah menjadi begitu berbeda ataukah aku belum mengenalnya lebih... Masih samar seperti malam terlalu silau seperti siang Masih samakah dia? Terlalu sedikit yang terkenang, Tahukah dia , jika aku selalu mengikutinya  seperti bayangan... Dulu, kini dan nanti selalu berbeda, Tapi tetap dia, bukan tubuh, bukan pula apa yang dikenakannya tapi dia (Naiks, 24 September 2010___diantara kenangan)

3 Anak Kecil

Kami bermain Kami senang bermain Tak ada tempat lagi, kami hanya ingin bermain Di tempat yang tak cerah, berbau lumpur Dulunya mungkin tempat yang ramai tapi sekarang tidak, dan kami selalu hanya ingin bermain beramai-ramai dan tertawa Kami tak peduli, siapa pun lagi yang peduli Tak ada tanah lapang, rumput hijau dan pepohonan Kami di sini di tepi jalan Tertawa (terpotret dari nyamannya kursi bus, dalam perjalanan Jawa-Bali lokasi: sekitar Porong, Sidoarjo 6 Agutus 2010)

Jaga Bumi Kita

Dalam perjalanan saya Jawa-Bali dengan bus,  saya menyempatkan diri untuk melihat kanan kiri dan akhirnya, gambar di atas pun saya dapatkan. sebuah papan iklan yang belum digunakan. Namun saya sangat suka dan berharap pesannya sampai pada masyarakat. Bumi kita... Tempat berpijak sampai akhir hayat Jaga bumi kita... Kalau bukan kita siapa lagi

Alam

Dari kaki bukit hingga puncaknya , Kukecap keindahan tiada tara... Sesalku hilang dibawa pergi, semilir sang angin yang berbisik pelan, "nikmatkah kau, Dewi" Tiada kata dapat terukir Jingga mendendangkan suara merdunya   (keremangan)