Skip to main content

Posts

Showing posts with the label stories

Mengisi waktu dengan volunteer dan organisasi

Maret telah tiba. Rasanya baru kemarin merayakan Natal dan sekarang sudah mau Paskah. Time pass by fast with out concern. How lucky!  Jadi  posting kali ini mau bagi-bagi pengalaman, mungkin berguna bagi yang baru mau merantau untuk kuliah.  Menjadi  volunteer adalah kegiatan di mana kita mendedikasikan waktu dan tenaga dan uang  kalau kita punya   untuk membantu organisasi sosial yang membutuhkan bantuan kita tanpa dibayar. Nah, tapi sebenarnya bayarannya langsung dibayar baik pada saat itu atau pun nanti. It depends on how we value what valuable for us! Kita dibayar dengan sukacita karena mampu memberi, pengalaman baik, teman-teman baru dan juga manfaat besar lainnya.  Mendampingi anak-anak Sanggar Rebung Cendani berkunjung ke museum (2009) Sukacita memberi itu adalah yang paling langsung kita rasakan. Selama saya menjadi mahasiswa, saya bergabung dengan Sanggar Rebung Cendani Depok. Berawal dari Penggaris KMK MIPA 2009 yang men...

Sedikit review untuk Kukila

Kumpulan cerpen milik Aan Mansyur dalam Kukila, tidak bisa untuk dilewatkan begitu saja. Saya suka kesederhanaan dalam tiap tiap cerita meski ada beberapa konflik rumit namun tetap kesederhanan menjadi ciri khas isi cerita dan pilihan kata. Saya juga suka mengeja Kukila, dan menarik ketika selalu membaca nama beberapa tokoh Kukila dalam cerpen ini. “Masa lalu tidak pernah hilang. Ia ada tetapi tidak tahu jalan pulang, untuk itu ia menitipkan surat.” (grrrrr, kalimat ini sesuatu sekali. :D. Rumit untuk menjelaskan perasaan dan apa yang saya pikirkan ketika membacanya. Ahaaa, sekali! ) Dari semua kumpulan cerita pendek Kukila milik M.Aan Mansyur, saya pilih satu cerpen "Aku selalu bangun lebih pagi".   Kisahnya segar dan terkesan mendalam bagi saya walau kisah ini sangat sangat sederhana. Saya suka pilihan katanya.  Tidak terlalu rumit seperti isi cerpen berjudul " Kukila"  yang memuat konflik yang berani dan terbuka. Mengapa? karena berani memuat...

Bahagianya, membaca kembali tulisan sendiri

Membaca kembali tulisan-tulisan beberapa tahun lalu adalah bagian menyenangkan. Berbagai perasaan berkecamuk, karena waktu yang telah membuat lupa.  Rasa ingin tahu, misalkan; Ada tulisan yang bercerita mengenai seseorang tetapi identitas seseorang tersebut tidak dijelaskan secara gamblang,  jadinya saya bertanya-tanya, siapakah itu yang saya maksud? Oh usia, mengapa kau membunuh ingatanku perlahan? Apalagi kalau topik yang dibicarakan bersifat sensitive, soal perasaan misalnya. Ah, memang selalu soal perasaan yang tertulis di blog (hadeh, curhat banget) . Seperti puisi tanpa judul  berikut , saya masih bertanya-tanya untuk siapa puisi ini saya tulis. Sayang jika harus dilupakan, padahal saat itu mungkin pikiran saya pasti sedang galau berat, sampai mellow begitu M Kemudian rasa surprise , kok bisa ya saya bisa menulis seperti itu. Ada yang begitu mellow , puitis  dan ada pula yang alurnya tidak jelas. I am just finding that read your own ...

Cokelat

Berikut percakapan singkat di sebuah minimarket dengan seorang gadis kasir yang sangat jarang terjadi. I wonder why it was about that topic, may the girl just chatted around like she was to sell more chocolates products. Check this out! A : “Cari coklat ya mba? Tuh yang itu aja “(sambil menunjuk merk coklat tertentu yang dipajang  diskonan, dengan ukuran big size) Saya:”Oh, engga mba,maunya yang d**** aja  (mencari-cari salah satu product cokelat dengan ukuran paling mini) A : “ Buat dikasih ya mba?” Saya:”Ga ada yang mau dikasih kok, buat makan sendiri aja?” (waduh, kebablasan curhat) A :”Saya doain nanti mba ada yang kasih coklat ya” Saya ;” Eh……?! (ini si mbak L, saya uma lagi pengen makan cokelat saja )           “Aminnnn ( buru-buru keluar, ckckckckkck) Source :Google Images 

Salah orang

Hari ini dari facebook seorang dosen, saya melihat foto ibu dosen pembimbing saya dan langsung kangen. Lalu Nenci mengingatkan saya tentang kisah kurang sopan saya terhadap beliau :$ Nah, kemudian itu hampir terulang lagi dan kali ini korbannm ya seseorang yang cukup disegani.Seseorang meminta saya untuk menghubungi kita sebut saja, pak A. Saya sebelumnya tidak punya bayangan sama sekali soal pak A dan kemudian disebutkan bahwa beliau di bagian document control. Terbentuklah sosok cowok yang kira-kira sebaya, yang suka mengantar drawing untuk rekan kerja saya. "halo, pak A, ditungguin meeting project ya" "waduh jam segini, lama ga?" "Yah kira-kira selesainya jam makan siang, pak" "wah lama, saya kan mau ngurus ATM saya. Itu atm tuh bikin repot gimana gaji saya." "oh iya ATM ya pak,pin nya bermasalah kan pak.Saya juga tuh pak, mau ganti pin kan susah kan pak, padahal saya sudah complain ke HRD juga. Ntar, rencananya saya juga mau ke ...