Skip to main content

Membaca

Kebiasaan membaca saya sudah mulai berkurang sekarang. Dulu sewaktu SD-SMA, saya mengunjungi beberapa perpustakaan dengan kuantitas minimal dan buku-buku lama. Kemudian sewaktu kuliah saya tidak kesulitan mendapatkan buku-buku baru, bisa meminjam di teman atau di rental buku. Sekarang saat saya menjadi pengangguran, pasokan buku untuk saya baca mulai berkurang. Di kabupaten yang masih baru ini, cuma ada 1 perpustakaan yang disediakan pemerintah dan sayangnya saya belum berkunjung ke sana.

Membaca itu selalu jadi pilihan menyenangkan di waktu senggang. Bicara soal manfaat, saya sudah banyak memperolehnya. Dari buku-buku Enid Blyton, R L Stine sampai komik-komik Jepang, majalah kemudian buku-buku psikologi dan jenis bacaan yang lain membawa kepuasan tersendiri bagi saya. Mengenyangkan perut saya saat lapar. Namun membaca juga jangan asal menelan suatu konsep bulat-bulat. Kita harus aktif untuk menyaring mana yang kita serap dan mana yang tidak. Pilihan ada di tangan kita.

Salam.

--------------------------

Comments

  1. Membaca blog orang juga bisa jadi solusi kok untuk menambah ilmu, hehehe...selaen menaikkan traffic blog kita, juga menjalin silahturahmi =)

    ReplyDelete
  2. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    Pikiran yang positiv dan tindakan yang positiv akan membawamu pada hasil yang positiv.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih

Popular posts from this blog

"Ga nabung yah jadi bingung"

Ahay..,saya kangen nge blog..Salam kangen dari saya pada sahabat persablogan yang sering berkunjung dan sering saya kunjungi dan sering berbagi bersama. Yay, saya ngepos t lagi . Beberapa jam yang lalu masih di hari yang sama, saya lagi-lagi terpesona dengan beberapa orang lansia yang membuat saya tersenyum dan belajar.   sumber: www.fao.org/docrep/ 005/y4094e/y4094e15.gif Latar cerita, bertempat di sebuah koperasi. Bukan sebuah kantor besar tapi hanya ruang kecil seluas kamar saya. Orang- orang mengantri dengan sebuah buku catatan berwarna biru yang saya sukai, di bangku bermodel sama yang saya duduki ketika sekolah dasar. Di bangku yang berhadapan dengan petugas( bendahara) duduk seorang kakek mengenakan baju berwarna biru dimasukan dalam celana jeansnya, duduk sambil menyerahkan uang dan buku koperasinya serta  menjelaskan kolom mana saja yang harus disi dengan jumlah uang yang ia inginkan. "Tua-tua rajin menabung, cucu-cucu senang, hahahaha,"katanya ketika sele...

Mimpi A dan B? Menikah?

Ada sebuah kisah nyata percakapan antara seorang A dan seorang B ( nama disamarkan untuk menjaga privasi) di suatu sore yang cerah ditemani burung-burung berkicau. Tentang mimpi mereka masing-masing Biar jelas, akan saya gambarkan pribadi mereka masing-masing. Si  A merupakan seseorang yang bisa dibilang banyak tahu tapi tak tahu banyak juga, punya banyak mimpi indah, dan sepertinya sedang mencari-cari sesuatu tapi tak tahu apa yang sedang ia cari. Sedangkan pribadi B adalah seorang yang sudah bekerja sebagai seorang pekerja rumah tangga yang sangat ahli dalam mengurus urusan rumah tangga. B tidak dapat sekolah, hanya sampai sekolah dasar. Hem, dan apa yang mereka bicarakan adalah kehidupan masa depan. Ketika B tiba-tiba bertanya pada A: B: “mba A, kapan nikah?” A: “nikah? Aiiih , masih lama B, (Si A tak menduga pertanyaan si B, jadinya agak kaget). Lagian belum punya pacar,” B: “belajar mulu sih,” (si A melongo)”teman-teman saya mah udah pada nikah, dari umur 16 an udah ad...

Saya, Kamu dan Alam (Sahabatkah?)

“Karena kita tidak hidup seribu tahun lagi tapi alam bahkan akan ada beribu-ribu tahun lagi” dok pribadi:Dipotret dari nyamanya kursi bus dalam perjalanan Jawa-Bali, July 2010 Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan alam saya dan alam anda seribu tahun lagi. Bukan tidak mungkin untuk menjadi sangat berbeda dengan bumi yang kita tinggali sekarang, yang bahkan kondisinya memprihatinkan.  Generasi   kita selanjutnya mungkin akan mengenakan masker untuk menghalangi radiasi yang dapat merusak langsung kulit karena lapisan ozon yang membolong. Mengapa? Ah, saya yakin anda dan saya pasti bukan nenek moyang yang baik bagi penerus kita. Bukan seperti nenek moyang kita yang dalam sejarahnya menghasilkan penemuan-penemuan yang membantu kita kini. Kita akan dicap sebagai neneng moyang masa perusakan.  Tidak adil memang, karena masih ada sebagian besar orang yang pada masa ini yang menyerukan perbaikan pada alam ,menunjukan persahabatan pada alam dan mengh...