Skip to main content

Cerita di Kereta

Naik kereta di hari Sabtu Minggu itu menyenangkan, KRL ekonomi sekalipun. Tidak penuh sesak seperti biasanya. Resiko kehilangan hp atau dompet juga kecil sekali. Selain itu ada satu hal yang menarik, wajah2 penumpangnya sangat bahagia.

Kalau biasanya penumpang kereta kelihatan lebih formal dengan pakaian kerja. Ini berbeda, tampak santai dengan busana casual. Wajah2 bahagia nampak capek duduk di antara keluarganya, teman2ny/pasangan masing2. Bahkan ada yang seenaknya mengobrol & tertawa keras2 seperti di angkutan pribadi, agak bete jg sih dengarnya:D

Meski begitu tetap menarik karena berbeda sekali dengan hari2 biasa, menjumpai orang2 dengan wajah penat akibat aktifitas & segala permasalahan kantor.

Btw, today still amazing coz it's Sunday and I am feeling that God not very far for me.(always,but today I am aware). This feeling is the beginning of my journey here,I must keep it everyday.



--------------------------
Rosa D Panda

Comments

  1. kalo dah masuk hutan, aku kok suka kangen umpel umpelan di krl yo..?

    ReplyDelete
  2. haha, saya juga semalam merasakan Minggu yang benar-benar ceria mbak.. hehe

    ReplyDelete
  3. memang benar naik KRL waktu sabtu minggu lebih menyenangkan

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih

Popular posts from this blog

"Ga nabung yah jadi bingung"

Ahay..,saya kangen nge blog..Salam kangen dari saya pada sahabat persablogan yang sering berkunjung dan sering saya kunjungi dan sering berbagi bersama. Yay, saya ngepos t lagi . Beberapa jam yang lalu masih di hari yang sama, saya lagi-lagi terpesona dengan beberapa orang lansia yang membuat saya tersenyum dan belajar.   sumber: www.fao.org/docrep/ 005/y4094e/y4094e15.gif Latar cerita, bertempat di sebuah koperasi. Bukan sebuah kantor besar tapi hanya ruang kecil seluas kamar saya. Orang- orang mengantri dengan sebuah buku catatan berwarna biru yang saya sukai, di bangku bermodel sama yang saya duduki ketika sekolah dasar. Di bangku yang berhadapan dengan petugas( bendahara) duduk seorang kakek mengenakan baju berwarna biru dimasukan dalam celana jeansnya, duduk sambil menyerahkan uang dan buku koperasinya serta  menjelaskan kolom mana saja yang harus disi dengan jumlah uang yang ia inginkan. "Tua-tua rajin menabung, cucu-cucu senang, hahahaha,"katanya ketika sele...

Saya, Kamu dan Alam (Sahabatkah?)

“Karena kita tidak hidup seribu tahun lagi tapi alam bahkan akan ada beribu-ribu tahun lagi” dok pribadi:Dipotret dari nyamanya kursi bus dalam perjalanan Jawa-Bali, July 2010 Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan alam saya dan alam anda seribu tahun lagi. Bukan tidak mungkin untuk menjadi sangat berbeda dengan bumi yang kita tinggali sekarang, yang bahkan kondisinya memprihatinkan.  Generasi   kita selanjutnya mungkin akan mengenakan masker untuk menghalangi radiasi yang dapat merusak langsung kulit karena lapisan ozon yang membolong. Mengapa? Ah, saya yakin anda dan saya pasti bukan nenek moyang yang baik bagi penerus kita. Bukan seperti nenek moyang kita yang dalam sejarahnya menghasilkan penemuan-penemuan yang membantu kita kini. Kita akan dicap sebagai neneng moyang masa perusakan.  Tidak adil memang, karena masih ada sebagian besar orang yang pada masa ini yang menyerukan perbaikan pada alam ,menunjukan persahabatan pada alam dan mengh...

Mimpi A dan B? Menikah?

Ada sebuah kisah nyata percakapan antara seorang A dan seorang B ( nama disamarkan untuk menjaga privasi) di suatu sore yang cerah ditemani burung-burung berkicau. Tentang mimpi mereka masing-masing Biar jelas, akan saya gambarkan pribadi mereka masing-masing. Si  A merupakan seseorang yang bisa dibilang banyak tahu tapi tak tahu banyak juga, punya banyak mimpi indah, dan sepertinya sedang mencari-cari sesuatu tapi tak tahu apa yang sedang ia cari. Sedangkan pribadi B adalah seorang yang sudah bekerja sebagai seorang pekerja rumah tangga yang sangat ahli dalam mengurus urusan rumah tangga. B tidak dapat sekolah, hanya sampai sekolah dasar. Hem, dan apa yang mereka bicarakan adalah kehidupan masa depan. Ketika B tiba-tiba bertanya pada A: B: “mba A, kapan nikah?” A: “nikah? Aiiih , masih lama B, (Si A tak menduga pertanyaan si B, jadinya agak kaget). Lagian belum punya pacar,” B: “belajar mulu sih,” (si A melongo)”teman-teman saya mah udah pada nikah, dari umur 16 an udah ad...