Friday, September 24, 2010

Pohon, entah hidup atau mati...

Dulu saya rimbun, dulu saya hijau
Sekarang hanya tinggal kenangan, saya hanya bertahan...
Di antara rel kereta, dan bau lumpur menyengat
Saya tersiksa

Berbeda

Dia sudah menjadi begitu berbeda
ataukah aku belum mengenalnya
lebih...
Masih samar seperti malam
terlalu silau seperti siang
Masih samakah dia?

Terlalu sedikit yang terkenang,
Tahukah dia , jika aku selalu mengikutinya 
seperti bayangan...

Dulu, kini dan nanti
selalu berbeda,
Tapi tetap dia,
bukan tubuh, bukan pula apa yang dikenakannya
tapi dia


(Naiks, 24 September 2010___diantara kenangan)

Saturday, September 18, 2010

3 Anak Kecil

Kami bermain
Kami senang bermain
Tak ada tempat lagi, kami hanya ingin bermain
Di tempat yang tak cerah, berbau lumpur
Dulunya mungkin tempat yang ramai
tapi sekarang tidak, dan kami selalu hanya ingin bermain
beramai-ramai dan tertawa
Kami tak peduli, siapa pun lagi yang peduli
Tak ada tanah lapang, rumput hijau dan pepohonan
Kami di sini di tepi jalan
Tertawa

(terpotret dari nyamannya kursi bus, dalam perjalanan Jawa-Bali
lokasi: sekitar Porong, Sidoarjo 6 Agutus 2010)

Friday, September 17, 2010

Jaga Bumi Kita

Dalam perjalanan saya Jawa-Bali dengan bus,  saya menyempatkan diri untuk melihat kanan kiri dan akhirnya, gambar di atas pun saya dapatkan. sebuah papan iklan yang belum digunakan. Namun saya sangat suka dan berharap pesannya sampai pada masyarakat.

Bumi kita...
Tempat berpijak sampai akhir hayat
Jaga bumi kita...
Kalau bukan kita siapa lagi

Saturday, September 11, 2010

Alam

Dari kaki bukit hingga puncaknya ,
Kukecap keindahan tiada tara...
Sesalku hilang dibawa pergi,
semilir sang angin yang berbisik pelan,
"nikmatkah kau, Dewi"

Tiada kata dapat terukir
Jingga mendendangkan suara merdunya
 
(keremangan)

Friday, September 10, 2010

Negeriku hijau...

Sawah dan di mana -mana sawah
Love Indonesia

Sun sets


So perfect
Sun sets
God...,i can't say anything
Here in Serangan Bali

Thursday, September 9, 2010

Liburan di bulan Agustus  kemarin bagi saya merupakan pengalaman yang berkesan. Apalagi sebelumnya, saya belum pernah liburan di luar kota Depok. Biasanya, saya menghabiskan waktu liburan di kosan dan jalan-jalan di Jakarta dan sekitarnya. Namun kali ini, saya diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu keluarga saya yang tinggal di Bali. Sungguh, akan menjadi sebuah pengalaman yang indah dan menyenangkan.

Dengan senang hati, seorang teman saya Wawan mengantar kepergian saya dari terminal Lebak Bulus dengan nasihat yang tak henti-hentinya untuk selalu berhati-hati, memperhatikan barang bawaan saya, dan tidak menerima sesuatu dari orang yang tak dikenal. Saya mengiyakan namun masih tidak tenang soal masalah transportasi darat. Saya selalu mabuk darat sebelumnya. Namun antara yakin dan tak yakin, saya mencoba saran yang diberitahukan teman saya Arni melalui sms, karena dia mengambil kuliah di kota Denpasar.

Sangat baik untuk dicoba, bagi anda, saudara atau kenalan anda  yang selalu mabuk darat ketika bepergian. Gunakanlah salon pas demi kenyamanan anda, tempelkanlah di bagian perut(3 tempelan), dan punggung(jumlahnya tergantung anda). Tips ini, layak dicoba untuk anda yang sudah tidak begitu yakin dengan obat anti mabuk darat seperti saya.  Alhasil, perjalanan saya sangat aman dan menyenangkan, bebas dari namanya pusing-pusing dan mual-mual. Saya kemudian bertanya-tanya, apa sebabnya? Kemudian saya menemukan bahwa ini kembali lagi tergantung kondisi jalan, bus yang ditumpangi dan sugesti yang diberikan oleh diri kita. Yah, jangan berlama-lama soal ini, nanti tambah panjang. Oke, lanjut.

Saya menumpangi bus Safari Dharma Raya atas rekomendasi teman saya yang kebetulan berasal dari Bali dan pernah menumpangi bus ini. Dengan harga tiket RP.330.000,00, saya pun memperoleh tempat duduk di bus tersebut bersama penumpang yang lain. Tentunya, saya berharap banyak soal teman seperjalanan saya. Sosok  yang baik, kalau perlu ibu-ibu yang perhatian, bisa saling membantu jagain tas  dan mungkin menjadi teman ngobrol yang asyik selama perjalanan. Wah, namun harapan saya luluh, ternyata disamping saya seorang bapak-bapak usia beberapa tahun lebih muda dari ayah saya. But, don’t judge by cover. He was so kind and very care of me. His name Mr. Henry. We made good conversation about many topics  from daily activity to politics.  Saya belajar banyak dari beliau soal berusaha dan berbisnis. Banyak informasi yang saya peroleh.

Saya begitu menikmati perjalanan saya ini, yang berdurasi selama kurang lebih 27 jam.
Banyak hal yang saya rekam dalam ingatan, daerah-daerah Jawa teryata hampir sama dengan daerah saya di Flores. Yang berbeda hanya keadaan jalan dan dataran Jawa yang rata dan jalan yang bagus. Masing-masing kota saya lewati, dan bertambahlah kekaguman saya akan Indonesia tanah yang kaya dan indah.