Skip to main content

Posts

Showing posts with the label #spiritualitas #abstract #humanlife

Saya waria, Mba

  Kehidupan sendiri-sendiri itu tak lepas dari indomie atau pop mie pada malam-malam setelah lewat pukul 22.00.  Saya dengan sebungkus indomie di tangan,  melangkah ke dapur yang digunakan bersama di kos kosan.  "Hi mba" sapaan bernada ramah dan ceria menyambut saya. Agak terkejut  karena sosok yang saya lihat berperawakan tinggi besar  tapi dengan suara yang cukup enak didengar. Pandangan saya kembali fokus mengambil peralaan masak di sudut meja dapur. Saya tahu dia tapi belum begitu kenal. "Hi mba, masak mie nih, lapar malam-malam" balas saya sambil tersenyum sekilas.  "Mba,masih kerja di tempat yang lama?" "Hem, emang ada tempat baru mba?" bisik saya pelan kemudian tertawa kecil sembari bermain dengan percikan air di kran pencuci piring. Saya "ngeh" sekali kalau saya belum pernah bercakap-cakap sebelumnya dengannya.  Dia kemudian tergelak. "Iya deh mba,gue basa basi busuk banget ya. Tapi kan yah sekedar ...

Menikmati Luka

credit to http://www.shutterstock.com/ dan karena sekian kali aku kembali terbangun di kala terang belum secercah masih dengan sisa kisah yang menggantung entah di ujung mata karena luka yang mengikis pelan, tak pernah benar hilang dan karena sekian waktu potongan potongan gambar itu masih menuntut untuk dilihat masih dengan memudarnya warna oleh usia karena meski tidak sempurna, rasa itu seperti beranak pinak biar kuceritakan, sesuatu itu ketika itu adalah kita di tempat itu dengan rasa yang itu itu, bahagia dan luka itu dan sekian rasa dan sekian gerak dan sekian drama melebur tinggalkan aku kamu kembali ke sekian luka dan rasakan nikmati biar kita akhiri kisah yang menggantung di pagi biar siang mendapat terangnya sempurna

Suatu Sore

bising dan asing dalam diam dan lari lari  langit biru yang mulai gelap dan sinar yang tinggal secercah membungkus lipatan-lipatan harapan dalam koin-koin kecil lima ratus rupiah tenggelam dalam narasi panjang lamunan ada asa dan ketakutan yang berdiri sama tinggi dan Tuhan memberi sebanyak permintaanmu (Jakarta, 2014)

Religius saja tidak cukup

"Walaupun kita berbeda tetapi mereka mengajarkan "humanisme", masalah agama mah itu saya pikir dari kita keluarga, kalau keluarga kita benar-benar mendidik anak, insyaallah anak kita agamanya bagus," demikian ungkapan seorang bapak tukang ojek yang sedang membonceng saya dan mba T. Kali ini kami pulang lebih malam, saya menyempatkan diri mengantar mba T ke rumah sakit karena dia sedang terkena alergi, gatal-gatal tanpa sebab sampai bibirnya mirip Angelina Jolie :-D. Pilihan kami jatuh pada rumah sakit Cinta Kasih milik yayasan Buddha, dia mendapat rekomendasi dari rekan kerjanya yang pernah ke sana karena ada spesialis dokter kulitnya. Saya pun mendukung karena selama ini saya cuma menonton lewat siaran DAAI TV saja, ingin melihat dan tahu langsung. Akhirnya kami sampai lokasi dan ini adalah rekor karena berjalan kaki dari depan mall Taman Palem, menolak tawaran beberapa tukang ojek yang mau mengantar kami. Saya sih lebih senang berjalan kaki, sambil bercerita kar...