Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Opini

Don't think others smaller than you

Beberapa dari kami teman-teman lama,   sharing dan  bercerita. Dulunya kami bersama dalam kurun waktu yang lama dan lingkungan yang kurang lebih sama, demikian pula latar belakang kami. Mahasiswa dari kampung yang tetiba di kota dan survive dengan adaptasi,   Itu tahap satu. Lalu tibalah kami di tahap dua. Bertemu  orang-orang baru dengan latar belakang sama dari kampung. Lalu ternyata banyak bedanya. Teman saya bercerita bahwa dia  ilfil   dengan beberapa kelakuan teman-temannya itu. Serba sok. Sok karena sebentar lagi mereka akan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Sok karena mereka lebih pintar dan lebih apa-apa dari anak muda kebanyakan. Saya tentu bisa membayangkan bagaimana perilaku mereka. Beberapa yang saya temui memang begitu. Menjadi susah untuk diskusi dan didekati, misalnya karena masing-masing punya ego tinggi. Akhir diskusi kami adalah bahwa teman-teman ini memang baru dapat rejeki. Jadi perilakunya masih semacam shock begi...

Fenomena Generasi Y

Mari buka dengan merefleksikan, keadaan yang saat ini lagi hot-hotnya, sopir taksi beberapa nama taksi di Jakarta  melakukan aksi demo yang agak brutal terhadap beberapa pesaingnya, yang merupakan pesaing jenis baru. Meminjam beberapa topik hangat saat ini, era digital memang menyakitkan bagi perusahaan besar yang dulunya melakukan monopoli. Mereka besar, satu-satunya dan sangat dibutuhkan waktu itu, dulu, ketika dunia teknologi belum berkembang. Sekarang? Generasi baru, generasi teknologi generai Y. Apa-apa online. Tadi pagi saya baca kolom Kompas, tulisan pak Rhenald Khasali yang sudah cerita detail soal fenomena tersebut. Sekarang ini zamannya, "Sharing Economy" , katanya. Tentu saja banyak pro dan kontra dari orang-orang lama yang melakukan penguasaan ekonomi, misalkan PT xxxxbird dan express lainnya. Konsumen mereka beralih. Siapa sih yang harus bertanggungjawab? Dari hasil pantengin beberapa forum diskusi dan kultwit orang-orang kece di twitter dan group wa, memang se...

Teroris tidak beragama

Hai, hai hai blogger dan pembaca setia (ada ya?)  Cuma mau bilang, satu hal penting dari peristima pemboman di Sarinah Jakarta tanggal 14 January kemarin. Teroris itu ga punya agama.  Jadi jangan merasa tersungging tidak penting untuk sesuatu hal yang agama mana pun tidak ajarkan.  Jika ada yang pemikirannya masih kolot, dan share-share yang tidak penting, abaikan. Selektiflah dalam merespon. Unfollow saja, apalagi kalau share dari website tidak jelas, kecuali blog pribadi.  I love you, all human being!  Turut berduka untuk masyarakat sipil yang tewas. Bagi korban (pak polisi) yang mengalami luka dan trauma, semoga diberi kesembuhan dan rejeki untuk terus menjalani hidup dengan semangat, 

What a week! Paris bombed, a die to early of student

Writing is  a continuous process and look how I commit to do it, a  post for one month?? that is terrible. What on earth I am doing! I am not so busy, though. Well, move on! this month I should post more to have better  accumulative number than last year. It means that I have to post more than 8 posts at minimum to get the good record for myself.  Last week was sad, heard a really sad news about Paris bombed. My  heart and prayers  are  with the victims. I can not imagine how people were excited to enjoy the concert with the light heart and then they had to face the end of their life at sudden. This is a big crime in human right, men are getting cruel day by day.  To adding some problem to that, I have to add more with the suicide of a young boy of Junior High School near my home. I think the local government should have more concern about this case. I don't know what come in this young boy to commit suicide while that would be a lot to see ...

Mempertanyakan Hukuman Mati

Pada saat ini saya seharusnya masih berkutat dengan tugas-tugas #PKLPDP27 ,namun saya masih menaruh hati dan pikiran saya pada saudara-saudara yang dieksekusi mati. Saya masih #greget untuk mencurahkan kegelisahan saya ini, setelah mendengar dan membaca mengenai eksekusi mati beberapa orang pengedar narkoba. Saya bukan seorang ahli hukum yang ingin memperdebatkan  & menilai prosedur eksekusi mati dari segi hukum. Saya hanya warga sipil biasa yang hanya tahu bahwa hukum itu adalah rangkaian kesepakatan-kesepakatan yang dibuat oleh manusia untuk menegakan keadilan. Hukum pun dalam perjalanannya harus disesuaikan dan digubah sesuai situasi dan kondisi pada periode tertentu karena ilmu pengetahuan, wawasan dan pemahaman, sosial budaya dan ekonomi politik suatu bangsa berkembang dalam tatanan waktu tersebut. (IMHO & * IMLK ) Hak untuk mengeksekusi  Di atas semua hal nafas hidup manusia dan keberadaan manusia itu dengan kelebihan dan kekurangannya adalah makhluk palin...

Media dan Kita

Saya akhirnya gerah dengan pemberitaan beberapa media massa dengan judul yang menurut saya “agak” memprovokasi. Source: google images, a really good quote Beberapa media dengan gamblang memberitakan judul berita terorisme misalnya, dengan menyebutkan agama tertentu. Hal ini tentunya, akan sangat mempengaruhi pemikiran-pemikiran pembaca yang terdiri dari berbagai latar belakang mengambil inti sari berita secara sepihak. Paling buruk adalah mengeneralisasi kalangan yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut sehingga timbul rasa benci.  Lebih parah dan lebih fatal, jika sebagian orang kemudian merasa tersinggung akibat pemberitaan tersebut dan malah menyulut pertengkaran yang tidak perlu. No need to feel offended by the media!   Setiap kita cenderung terikat pada label dan tentu akan sangat disayangkan jika kemudian pembaca media tidak melihat kepada personal atau aktivitas personal tersebut pada organisasi tertentu. Aktivitas personal pada organisasi terten...

Human Being to become more Human

 "This is my reflection/lesson learn from  AYA/ATF program Kerala, India,& it is re-post from http://www.icmica-miic.org/home-eng/31-about-us/asia/7941-rosa-d-panda.html " "Human Being to become more Human." That was one of my important points which I got from the AYA/ATF program.  At first I was kind of wondering, what is that mean? We are human, why we should be more human? But then in my reflection, I have found that nowadays we live in such a consumerism and materialistic era, we are searching to gain more and more, then fighting each other over thing, then we forget about humanism, and the others creations of God like the Earth even the empty spaces too. Our mainl focus on 2014 AYA/ATF program is about the relationship between human, Earth, ecology and how to sustain it  based on farmers lives in ASEAN countries. It was an honor to be invited and participated in such a conference with the sharing and experiences from many inspiring youn...

A piece of Life stories

Hi dear bloggers,  I miss old days in senior high school or college when every day I used to keep in touch with the same age friends with same hobbies as well as same interest; books, gossiping, favorites   actors, even same   kind of boyfriend   criteria . I always like when Arni or Eny seemed like know what I was thinking when we just shared our eye contact then laugh together over something that “unspoken”.   Now I am living far away from them and missing this kind of relationship so much. Well, Arni has her twin babies born in my birthday and Eny now is continuing her study to be a Physic teacher after delivered her handsome boy. I hope they have a really happy life ahead.  I would like to congratulate Ganeshia Pratiwi for finishing her master degree from Chulabhorn University, Thailand. She is one of my inspiring friend and a really scholarship hunter.   I can’t wait for meeting her and sharing all the experiences. The other great ne...

Religius saja tidak cukup

"Walaupun kita berbeda tetapi mereka mengajarkan "humanisme", masalah agama mah itu saya pikir dari kita keluarga, kalau keluarga kita benar-benar mendidik anak, insyaallah anak kita agamanya bagus," demikian ungkapan seorang bapak tukang ojek yang sedang membonceng saya dan mba T. Kali ini kami pulang lebih malam, saya menyempatkan diri mengantar mba T ke rumah sakit karena dia sedang terkena alergi, gatal-gatal tanpa sebab sampai bibirnya mirip Angelina Jolie :-D. Pilihan kami jatuh pada rumah sakit Cinta Kasih milik yayasan Buddha, dia mendapat rekomendasi dari rekan kerjanya yang pernah ke sana karena ada spesialis dokter kulitnya. Saya pun mendukung karena selama ini saya cuma menonton lewat siaran DAAI TV saja, ingin melihat dan tahu langsung. Akhirnya kami sampai lokasi dan ini adalah rekor karena berjalan kaki dari depan mall Taman Palem, menolak tawaran beberapa tukang ojek yang mau mengantar kami. Saya sih lebih senang berjalan kaki, sambil bercerita kar...

Virginity test issue

Is that very important for young people when they want to go to education institution? Honestly, I think this is a really stupid test. Hell yeah though, I still not find any clear reasons for the test but if there is a logical reason, I doubt that I will receive it sincerely. Just stupid. Ok, I will try to give a reason, it may to make student doesn't try to have sex before married. Then they can freely accepted with virginity status on their Student Identity Cards. Of course, that is the reason but it just odd. There is why education is not just education foundations, teachers, schools and government issue but of course society must responsible for that too especially family. As long as family can strongly manage their children who are in students age both boys and girls, there is much better than virginity test issue. I must say again, it is really odd. I am just speechless and feel sad, it issued by local government, what is hap...

Malala Yousafzai

Malala Yousafzai, a 16 years old girl comes with the great story in her early age. I am just find her life story and it touches my heart deeply. Oh MG, she has done right thing to speak up about girls education in Swat region, Pakistan but had attacked. Fortunately, now she is getting better and studying in United Kingdom. Her diary first published on BBC Urdu with pen name Gul Makai  then has spread around the world. Her stories are just like an ordinary diary of teen girl but it was really well written especially about  girl's ban education in her area by Taleban. Best wishes to you, Malala Yousafzai, glad to know you this morning. Your spirit inspires me to be more young, brave & active. #2

Guru dan Metode vs Anak

'Sebenarnya tidak ada anak yang bodoh, hanya saja belum menemukan guru dan metode yang tepat' Demikian status seorang teman di facebook. Saya berpendapat sama dan sebetulnya merasa sedang ditampar. Saya teringat adik saya, dia duduk di kelas V SD. Saya pernah menawarkan diri untuk mengajarinya pelajaran matematika. Masa adik sendiri tidak saya dampingi, anak orang lain malah saya privatin:-D. Agak sulit, benar berbeda ketika mengajari adik sendiri. Adik saya yg satu ini, rupanya kurang terlatih dalam hal perkalian. Saya kemudian ketakutan-takut akan pendidikannya, bagaimana bisa dia melewati masa SMP & SMA -nya jika dasar perkaliannya kurang kuat. Lalu karena saya bukan gurunya dengan metode yg tepat, kemudian sisa waktu belajar kami menjadi penuh dengan rasa marah. Dia kemudian tidak lagi belajar & saya pun angkat tangan karena merasa dongkol. Saya salah, memaksakan apa yg saya pikir bisa dia lakukan. Tiap orang itu berbeda, unik dengan masing cirinya. Pendekatan pun ...

3R (kasur,dapur,sumur)

Saya memang sedang galau soal kerjaan dan cita-cita. Tinggal di rumah bersama orang tua bukan pilihan yang begitu menarik namun menjadi sebuah hal yang harus dipertimbangkan. Seorang kawan "tukang ngompor" tiba-tiba mengirim sms yang isinya kira-kira begini, "ya kalo lo tetap di situ,lw akan berakhir 3R, "kasur,dapur,sumur" Saya cuma bisa, "ngeek:-<" Untuk 2R pertama,saya bisa paham. Nah untuk yang terakir "sumur", saya butuh waktu agak lama untuk paham, mau nanya sih saya rada malas. Awalnya saya pikir soal air tapi "ga laki ga perempuan" butuh air juga. Lalu untuk beberapa hari saya melupakan soal 3R itu, agak miris juga. Nah saya mendapat pencerahan ketika sore tadi saya duduk-duduk di sumur sambil cuci-cuci. Gara-gara kebiasaan cuci di kamar mandi, "ga ngeh" kalau sumur, tempat paling pas buat cuci-cuci selain di pinggir kali. "Ngeeekk" Sumur artinya cucian.Aish takdir wanita di mana-mana, cucian ber...

Cowok idaman ala Permainan Kata

 Hi bloggers , saya dapat PR dari mba Fanny . Tidak menyangka akan dapat PR. Hem, kalau ditanya perasaannya, gimana yah. Uahhh 50 pertanyaan lagi. Banyak, makanya saya cuma bisa jawab singkat-singkat saja. Well , ini sih cuma idealnya. Ujung-ujungnya perasaan dan hati bisa buta, jadi dapat yang ga ideal, tidak masalah.   1. Do you need him/her to be good looking?                 Hem , standar, suka senyum yang penting! 2. Smart? Dalam kamus saya tidak pernah ada orang yang tidak pintar, Cuma rajin dan malas..Oho oho yang penting nyambung dan up to date dan tidak suka "ngama dan sok tau"   3. Preferred age? Hem  plus minus +10 masih ga pa2(g tau juga sih, hahaha), -3 ga pa2 sepanjang dewasa dalam berpikir dan bertindak.   4. Preferred height? Saya biasanya suka capek kalau suka mendongak, hehe sakit leher, hem, paling ga tinggi-tinggi baget. Jangan pula lebih pendek da...

Awareness

Hari ini saya sempat membaca sebuah buku yang diberikan teman saya. Sebuah buku yang berisi kumpulan tulisan ulasan tentang karya sastra dari zaman ke zaman. Dan saya jatuh cinta pada sajak Zaman Edan yang ditulis oleh R. Ng.Ronggowarsito dalam karyanya Serat Kalatida yang terbit pada tahun 1920-an “amenangi zaman edan,ewuh aya ing pambudi, melu edan ora tahan, yen tan melu anglakoni, boya keduman melik, kaliran wekasanipun,dilalah kersaning Allah. Begja-begjane kang lali,luwi begja kang eling lan waspada” Nah, tenang saja saya punya artinya yang diterjemahkan oleh Kamajaya, (kalau ga ada saya juga ga tau kalau artinya sebagus ini.) “ mengalami zaman edan, serba sulit dalam pemikiran, ikut gila tak tahan, kalau tidak ikut gila tidak mendapat bagian, akhirnya kelaparan, tapi takdir kehendak Allah, sebahagia-bahagianya orang yang lupa, masih lebih bahagia orang yang sadar dan waspada.” Saya kagum iya dan lebih lagi saya jatuh cinta. Kata-kata sadar menjadi suatu yang sangat saya suka...

Akhir Pekan

Akhir pekan yang lalu, saya dan teman segeng berhasil mengadakan kumpul-kumpul lagi, setelah beberapa lama kita vakum. Padahal, sebelumnya kita selalu bisa bertemu beberapa kali dalam seminggu. Nah , ini karena teman-teman saya lagi sibuknya menyusun skripsisweet dan ada juga yang non skrip, ditambah lagi perbedaan fakultas membuat kami juga semakin susah mengatur waktu. Yah, antara anak-anak ilmu budaya dan anak kimia. Kalau satunya punya waktu, duanya sibuk. Begitu juga sebaliknya. Biasanya saya dan si A yang suka sibuk. Si B sih sukanya memang kumpul-kumpul, ramai-ramai, maka tak henti-hentinya si B selalu mengompori buat kumpul. Akhirnya setelah beberapa kali di sms, dan memang saya rindu untuk berkumpul. Perasaan saya lagi sangat jenuh dengan kuliah dan tugas-tugas. Oh ya, Si A kuliah jurusan sastra Cina asal Jawa Tengah dan si B jurusan sastra Rusia asal Jakarta. Kami telah berteman selama hampir beberapa tahun sejak tahun-tahun awal dan hingga sekarang. Perbedaan budaya dan p...

Quote

Email yang biasa kita gunakan untuk menyurati orang lain atau kelompok (group) secara elektronik, biasanya disertakan dengan sedikit informasi tentang posisi dan alamat kerja, nomor handphone, alamat blog dan kata-kata mutiara (quotes) yang kita sukai atau yang mewakili diri kita. Nah, kebetulan di email saya, saya sertakan nomor handphone, alamat blog dan sedikit kata-kata yang mewakili diri saya dan membuat saya berpegang pada quotes tersebut. Sebelumnya, saya tidak menyertakan apa-apa dalam setiap email saya. Namun lihat-lihat punya teman, sepertinya bagus dan terlihat lebih formal dibandingkan tanpa apa-apa. Maka beberapa bulan yang lalu, saya membuat sebuah quote di bawah tulisan saya yang berbunyi begini: Nah, awalnya saya ambil karena saya ingin memberi tahu orang lain dan diri sendiri kalau saya selalu ingin berusaha dalam setiap apa pun yang saya lakukan. Efeknya, saya memang lebih sering mengingatkan diri sendiri untuk selalu berusaha. Lebih dari itu, saya juga menye...

Berbicara dan Mendengar

Wah sodara-sodara di dunia persilatan yang terkasih( ahaaaaaa apa ini, tidak jelas), lagi-lagi saya harus bilang kalau saya kangen kalian, kangen ngepost, kangen blogwalking, kangen cerita-cerita dari sahabat lainnya. Saya merasa perlu mengatakan bahwa, ohhh dunia persilatan ini sungguh menarikkkkk..Minggu-minggu di semester ini sungguh penuh tugas. Rasanya tidak perlu mengeluh, pasti semuanya mengalami hal yang sama, kan? Hanya saja  perlu belajar untuk memperbaiki diri agar minggu berikutnya menjadi lebih berarti. Kemarin saya belajar untuk tahu sikap mana yang paling baik sebelum mengeluarkan pernyataan-pernyataan dari mulut saya. Yah, setiap orang tahu bahwa mulut harus dijaga, bahwa setiap kata yang keluar harus benar-benar diatur, telah dipertimbangkan masak-masak dari berbagai sudut pandang. Namun sering hal-hal tersebut tidak diperhatikan hingga menimbulkan salah penafsiran, atau lebih dikenal salah paham.  Kadang orang memang berbicara untuk diperhatikan. Memang dia...

Sahabat

 karena lembar demi lembar kisah hidupku, kutulis bersamamu, sahabat... Persahabatan itu memang selalu ada dalam suka dan duka. Ketika kita susah dan butuh dukungan maka mereka menjadi sumber inspirasi kita. Entah dengan bawelnya mereka menunjukan perhatian atau dengan cueknya pun mereka memberi arti tersendiri bagi kita. Sahabat selalu menunjukan cara masing-masing untuk menunjukan cara betapa pedulinya mereka   kita. Bahkan ketika kita sendiri tidak peduli pada apa yang sedang terjadi pada kita. Masing-masing mereka dengan apa yang ada dalam diri mereka. Saya seorang perantau yang tak benar jika dapat bertahan sendiri tanpa kehadiran sahabat. Sungguh sebuah berkat tak terhingga untuk memiliki sahabat di mana saya dapat menjadi diri saya. Berbagi dan merasakan segala sesuatu bersama terlebih lagi belajar menjalani hidup dalam suatu kesempatan, karena sahabat pun harus merelakan sahabatnya untuk menjalin persahabatan dan mengukir kisah lain. Maka tidak heran jika saya me...