Sunday, October 30, 2016

Menginap di Kallang River Backpacker Hostel (Travel Sendiri)

Sebelum lanjut ke destinasi-destinasi selama di Singapura, saya ingin share akomodasi selama di sana. Tentu banyak yang bertanya, bagaimana saya bisa berjalan-jalan sendiri ala-ala backpacker, cewek lagi. Apatidak takut? Bagaimana penginapannya, bagaimana orang-orang yang saya temui dan bagaimana kenyamanan saya selama bepergian. Sebelum bepergian sendiri, saya sudah yakin dengan keamanan Singapura. Meski sebenarnya pintar-pintar kita untuk menjaga diri dan barang bawaan. Aman kok.

Setelah charging hp di bandara dan sempat mondar mandir cari staff canteen di bandara Changi, jadinya saya segera ke hostel. Malam itu karena capek, jadi di hostel saja.
Dari terminal 1, saya naik skytrain ke terminal 3 dan cari sign ke MRT.

 Sebelumnya saya top up kartu ezlink dari teman seharga $10. Kalau punya teman, bisa pinjam kartu ezLink yang bisa digunakan buat naik MRT dan bus selama di Singapura. Thanks Nikooo. Jangan lupa minta map di informasi. Untuk ke Kallang MRT, kita bisa naik MRT, transit Tanah Merah lalu menuju ke MRT yang ke arah Jong Koon turun di Kallang. Jangan kuatir, informasi di dalam kereta pun jelas.
di dalam Skytrain
Hostel sangat mudah dijangkau dari MRT Kallang, kelihatan jelas dari depan MRT.  Menurut saya, aman  untuk jalan malam.



Setelah sebelumnya ada drama pemesanan lewat boo****.com, saya kemudian pesan akomodasi via ***veloka dengan harga Rp.552.323, 00 untuk 4 hari, include sarapan di Kallang River Bagpacker Hostel. Oh ya kamarnya mix yang untuk 6 orang. Jadi ada 3 tempat tidur tingkat. Lumayan murah.

Awalnya saya sempat ragu yah, pas tahu kalau saya bakal cewek sendiri di ruangan itu. Sebenarnya ada satu kamar lagi yang kosong. Awalnya saya di tunjuk ke bangunan city bagpacker yang juga dikelola sama manajemen Kallang , cuma takut sepi, karena kamar yang satu itu terletak di bangunan yang berbeda dengan ruang resepsionis. Plus untuk malam pertama, hanya saya dan satu lagi bagpacker dari Inggris. Jadinya saya lebeih memilih kamar yang banyak orangnya.

Untunglah ada teman kamar yang baik dari Srilanka. Dengan santunnya dia meyakinkan kalau "it's Ok!It's safe". Thanks God. Kalau jalan sendiri itu pasti dikasih teman yang baik.
Saya dapat tempat tidur yang paling atas. Sementara di bawah saya itu, ada cowok yang kemungkinan bekerja dan tinggal sementara di kamar itu karena banyak sekali bawaannya dan bajunya yang digantung. Ssst, orangnya ga suka berinteraksi, jadi sampai hari kepulangan saya dan teman tidak  tau wujudnya kayak apa. Yang gue lihat kaki-nya doang. 2 penghuni lainnya uncle-uncle yang lagi mengurus visa kerja di China. Dari obrolan singkat kita, bapaknya kerja sebagai chef di China dan lagi mengurus -ngurus surat-surat buat balik lagi ke sana.

Setelah mandi saya cari makan di sekitar hostel. Di sebelah Kallang hostel ada rumah makan sea food yang selalu ramai, lupa namanya.  Malam itu, teman Srilanka ngajak makan di Banana Leaf, rumah makan India. Saya pesan fried rice dengan harga $5. Sumpah porsinya banyak.


 Untunglah, teman makan saya suka mengobrol. Jadi dia itu lagi kerja, semacam sales gitu lah, mempromosikan alat-alat medical yang pakai radiografi di beberapa rumah sakit. Jadi sudah sering ke Singapura juga.
Setelah makan kita jalan-jalan sebentar di Geylang road. Dia nyaranin saya untuk ke mana-mana mending naik bus, tapi karena saya merasa lebih safety naik MRT. Emang aman dan nyaman.
Makan malam di Banana Leaf
 Saya baru berani nyapa uncle, setelah hari kedua. Beliau teryata baik sekali, mau mempersilakan saya sarapan dan memberi petunjuk buat bikin kopi sama teh. . Setelah chit-chat agak lama, beliau nanya:
"Why do you travel alone? "
"Well, actually, the plan was for three of us..bala bla bla bla "
" How old are you? "Keingintahuannya pakcik semakin bertambah, haha
"Hmm, 27" 
" Married?"
"Not yet" 
"Why?"
Yah, pak cik kalau begini gue bisa bilang apa
"Well. I have the plan, of course,  but not this year. I mean I still in graduate school." 
"Boyfriend?" 
Di sini saya bohong, mengingat akan beberapa hari menginap.
"Well, I have but unfortunately he couldn't come with me, but actually he is very open minded person so he let me go"  (jijik gue kalo bohong, maafkan)

Si pak cik angguk-angguk.


Friday, October 28, 2016

Singapore day 2- SNU- Haw Par Villa- Merlion (Part 2)

Dear good readers,I think I am addicting  to travel. While writing this , I am moaning for more. The pleasure and excitement were so addicted. You better try!

Setelah dari  Chinese and Japanese Garden, 
saya lanjut ke Singapore National University. Oh ya di MRT Chinese Garden kalian bisa beli nasi lemak yang murah di stall di depan Chinese Garden. Sayangnya, saya tidak membeli karena ingin makan di sekitaran SNU.

Cara ke Sngapore National University:
Dari Chinese Garden saya balik ke halte Buona Vista (balik lagi ke arah Pasir Ris) lalu transit di Buona Vista ambil MRT circle line (arah Harbor Front) , turun di halte Kent Ridge lalu jalan kaki ke halte bus kampus SNU. 

Tujuan saya ke SNU, pertama mengunjungi SNU museum dan keliling kampus sekalian cuci cuci mata. Ya Tuhan, cowoknya cakep-cakep (Ok, brondong sih, lupakan) Sebenarnya saya agak bingung sih ke arah mana nih kampusnya, tetapi ikutin anak-anak SNU nya saja, naik bis kampus (mirip bis kuning) . Bis kampus SNU warnanya orange.

Museum ini gratis untuk pengunjung. Saya di sambut ramah sekali oleh officer di sana-nya. Lebih excited-nya lagi adalah ruangan-ruangan di museum itu berasa milik sendiri. Belum ada pengunjung selain saya.



Add caption




Hari sudah semakin siang dan berselfi ria pun sudah tidak menyenangkan, hihihi. The thing was I really enjoyed my visit in the Singapore National University museum.  Hope you will do.

Thursday, October 27, 2016

Singapore-day 2-Chinese and Japanese Garden

Seperti yang sudah saya baca dari blog-blog sebelumnya, ternyata memang benar jam 6 Singapura masih gelap banget.Namun jalanan tetap ramai, tetap ada kehidupan.
Pagi-pagi sekali saya sudah siap menuju ke Chinese dan Japanese Garden. Nah bagaimana cara ke sana?

 Kalau hostel kita ada di daerah Kallang, Lavender, Aljunied maka kita naik sampai di halte Chinese Garden ( naik jalur East West Line yang ke arah Joo Koon. 

Dari MRT Chinese Garden kita bisa jalan kaki. Well, pergi ke sini sebaiknya pada pagi hari biar tidak kepanasan.

What I love in the place was all the things there...I love the greens, lakes, pagodas, bridges, trees. I was really in peace there (hahaha)

Let me show you.









Cukup lama saya menghabiskan waktu di sini, sarapan, tiduran. Aktivitas yang ada di sini adalah banyak orang tua yang sedang olahraga dengan gerakan-gerakan yang sangat lamban dan musik yang tenang. Semacam tai chi kali ya.


Wednesday, October 26, 2016

Singapura-day 1


Well well mari kita mulai cerita perjalanan #travelalone #jalanjalansendiri ini.

Berangkat dari Bandung pagi-pagi sekali, mati lampu pula. Nah OOT sedikit yah, malamnya itu di Dago ada kejadian tidak mengenakan. Ada mahasiswa yang pulang malam-malam dibegal di daerah Dago---Hati-hati kalau pulang kemalaman ya.
Saya sudah membeli tiket sehari sebelumnya di Cipa***** Simpang Dago, Rp. 140.000. Kalau kamu bawa fotocopy KTP, dapat diskon Rp. 10.000,00.


 Penerbangan saya masih jam 15.00. Makan dulu di Hokben dan cari -cari charger.  Langsung check ini saja, 3 jam sebelum penerbangan biar bisa charging hp. Di sini ada pemeriksaan. Oh ya kamu yang punya Samsung Galaxy Note 7, dilarang masuk ke pesawat. Lengkapnya bisa dibaca di Airlines banned Samsung Note 7 
Setelah check in kamu bisa  melanjutkan ke imigrasi Indonesia. Hp, dan barang lainnya seperti jam tangan, ikat pinggang, semua dibuka. Segala jens cairan pun tidak boleh masuk. Saya ketahuan bawa susu bear band-Jadi saya habiskan dulu baru masuk ke bagian immigrasi.
 Di imigrasi ditanya mau ngapain di Singapura.

Di hari pertama jalan ini, saya sudah hampir melakukan kesalahan besar, meninggalkan tas yang isinya kamera, identitas, uang di ruang tunggu pesawat. Mana modal cumi (cuma minjam, duh, untunglah ada banyak orang baik dan care di sekitar)
"Is that bag yours? " tanya seorang bapak dari samping antrian masuk.
...
"OH, THANK YOU THANK YOU"  (mencak dalam hati, oh what a stupid thing you did! how come you left the precious bag!)

Saya naik  pesawat Jet**** baru pertama kali. Perjalanan sebelumnya ke India pakai AirA***. Tadinya sempat ragu karena belum pernah naik maskapai ini. Ternyata asyik kok. By the way, saya suka tampilan pramugarinya karena simple dan sepertinya siap untuk bergerak cepat.
Ketika di pesawat, pramugari biasanya membagikan form untuk isian imigrasi.  Pulpennya tinta hitam atau biru ya, yang bisa digunakan untuk mengisi. Saya bawanya hijau, jadi tetap harus diisi di bandara.

 Mendarat dengan mulus di Singapura atu setengah jam kemudian dan berasa excited bgt, (pertama kali, langsung ke toilet dan menghabiskan cukup banyak waktu di sana, hahaha. Mending langsung ke imigrasi deh. Untunglah saya tidak digalakin, cuma malu aja sih.
water tap-bisa minum langsung atau isi dari ke botol kosong yang sudah dibawa


"where have you been?"
"how come an officer call you, you are not listen"
Rupa-rupanya si bapak dan ibu ini sudah memperhatikan gue dari awal gue turun tangga, sempat foto, dan isi form. Soalnya antrian sudah tinggal sedikit. Saya sudah dipanggil-panggil tapi  ngerti kenapa ya, tidak kedengaran.
"Oh ya., oh I am so sorry. I didn't hear.
Selebihnya tidak ada hal penting lain yang ditanya. Mungkin karena saya orang paling akhir, haha.

Nah selanjutnya saya menghabiskan waktu buat charger hp di bandara. Planningnya mau cari cara ke staff canteen yang murah meriah untuk ukuran bandara , tapi apa daya, hp lowbat.



Dari terminal kedatangan, saya menuju ke sky train (gratis)  untuk menuju pusat MRT di terminal 3 atau 2. Oh ya sebelumya saya sudah pinjam kartu ezlink punya Niko biar tidak beli lagi (lumayan penghematan) tinggal di top up sebesar 10 $ (minimal). 

Tuesday, October 25, 2016

Menuju Singapura-part 1 (Bagpacker) - TRAVEL ALONE

Rencana jalan-jalan ini merupakan rencana yang tiba-tiba sekali. Kenapa? Yah, tiba-tiba kepikiran saja walau sebenarnya jadi salah satu life golas juga. Kapan lagi? Saya masih single, selagi saya masih stay di Jakarta. Kebetulan teman saya Irman baru selesai membuat paspor-nya dan punya saya masih belum dapat stiker imigrasi lagi. Yah sudah, karena kita travel ala-ala bagpacker baru pertama kali, jadi saya memutuskan untuk ke Singapura saja. Padahal sebenarnya niat hati ke Thailand cuma karena masih cemas ini itu maka kami sepakat akan berangkat ke Singapura saja.

Berikut pengalaman saya, mulai dari tiket sampai menyusun itinery selama di Singapura. Mengapa ini harus ditulis? Sebagai bentuk solidaritas balas budi (apa sih, LOL)  karena perjalanan ini juga ada karena hasil browsing sana sini. Semoga membantu.

Ticket 
Beli tiket  Jetstar seharga Rp.756.000,00 menggunakan aplikasi traveloka. Sebelumnya saya belum pernah naik pesawat ini. Dari hasil browsing memang banyak  bagpacker pakai ini selain airasia. Nah perjalanan saya bulan Oktober tetapi saya sudah membeli tiket sejak bulan Mei biar murah.

Akomodasi

Teman-teman bisa booking melalui b**king.com. Di  sini teman-teman bisa menentukan jenis penginapan yang paling teman-teman sukai. Tentu saja lebih mengutamakan budget dan kenyamanan. Kamu tidak perlu bayar DP dan lainnya. Pembayaran nanti  langsung di hostel. Oh iya, syaratnya  adalah kamu memasukan nomor atm debit/kredit card. Untuk itu, hati-hati, kalau tidak jadi atau ganti hostel segera batalkan. Biaya pembatalan pun gratis. 
Tara akhirnya saya mendapat penginapan yang cukup murah di daerah Geylang (katanya tempat prostitusi di Singapura)  yaitu Ur*** Hostel. Per malamnya sekitar 119.000,00. Totalnya 47,6 S$ selama 4  malam. Lumayan murah.

Tips :Baiknya setelah urusan tiket selesai, teman-teman langsung booking hotel. Seminggu setelah pemesanan saya yang pertama, harga hostelnya sudah jauh menanjak. 


UPDATE 26/10/2016
Draf pos ini dibuat dari bulan Agustus, so let me update. Saya jadinya jalan sendirian-travel asyik alone. Irman batal karena ada tugas. Fredy ga bisa karena terlalu mepet dan dia juga sibuk. Yah memang tugas harus diselesaikan dul.  Banyak drama hahaha. However it was really for good.

Dramanya : hostel cancel akomodasi malam sebelum berangkat.Pikiran sudah macam-macam, duh bagaimana kalau harganya selangit. The stupid thing I did was call the hostel and ask why they cancel it. At the time, I didn't even thinking the cancellation was a good thing ever happen in this trip.
Panik awalnya. Untunglah ada teman dari bagpacker Indo yang kasih saran.Namanya mas Uul.
Akomodasi kalian bisa pesan di tra*****ka  saja karena semalam sebelum berangkat ke Singapura, pihak hostel tiba-tiba cancel bookingan. Mungkin ga percaya kali ya, karena bayarnya nanti di sana. Good thing to be grateful was I didn't need to pay for  three bedroom padahal perginya sendiri. 

Oh ya, kalau sebelumnya saya bilang beli tiketnya sudah jauh menanjak, sebenarnya kisaran harganya tida begitu jauh. Jika hari berangkat masih jauh, mending menunggu sampai dekat dengan hari berangkat. Satu hari sebelum berangkat saya dapat hostel dengan total harga limaratus ribuan. Oh ya belinya via aplikasi mobile-nya traveloka, harga lebih murah dibanding website.


Monday, October 17, 2016

Remember this

It hurts me when I know someone who deserve better education and life gave up his life.

And I do nothing.

He is a really good young man. You inspire me to be more grateful with my life.
I believe God will never leave you alone. He will bless your little family and bring love and happiness to them. I pray for your strong heart and spirit to always in peace and gratefullness.

Please live to the fullest with all things and problems in your life.

Cipta Ruang dan Cipta Karya



Buah kecerdasan dan kebajikan dan semua bakat yan berlimpah paling baik jika dipergunakan bersama-sama dengan orang-orang disekitarnya (orang-orang Yunani pengikut Zeno dalam antologi filsafat, Graham Higggin, hal. 38)
Demikian bacaan sangat singkat  pagi ini di sela banyak sekali aktivitas pemikiran sedang aksi masih belum jalan. Demikian atas nama kesibukan pikiran. Abaikan.

Jadi di sela-sela masa menyelesaikan studi ini, saya kemudian kembali pada awal. Pada motivasi saya untuk berkuliah lagi. Dengan mengulang-ulang frase di atas dalam pikiran, saya merasa betapa menjadi seorang sarjana atau magister bukan soal gelar tambahan.Menjadi magister butuh tanggung jawab besar dari segi pengetahuan dan tingkah laku yang terutama. Namun yang paling dasar adalah bagaimana ilmu itu bisa dipergunakan bersama-sama untuk kepentingan bersama.

Hayo lo? Sudah belajar apa saja? Aksi nyata-nya apa?

#refleksi

Lalu saya menilai bahwa saya butuh ruang. Selama ini saya selalu berpikir untuk mencari ruang. Saya menjadi takut jika tidak ada ruang dan pemikiran saya menjadi tumpul. Dan mengalami yang namanya berhenti berpikir, mengekor. Oh tidak!

 Nah-nah,  kemudian terbesitlah, mengapa tidak kita ciptakan ruang? Ciptakan ruang! Bikin proposal.
Demikianlah cukup tulisan saya di pagi ini, untuk mengenang keterbukaan mata pikiran dan hati saya terhadap istilah "cipta ruang" dan "cipta karya" (yang terrakhir akibat tugas persampahan, sering main ke website Dirjen Cipta Karya yang datanya belum lengkap) . Beberapa hari ini ide saya begitu menggebu. Saya harap bisa dikerjakan dengan baik. 

Love you, good people!

Sunday, October 16, 2016

Monday, October 10, 2016

A thought

Recently, I realized that I spend too much time focusing on my life. But somehow, at the same time I felt glad that I went thru those phase. Until now, I am still trying to find myself on the right track. Actually on the right mind of mine. Trust me, the busyness just happen on my head and sometimes it sucks my whole soul.

On one fine day, when the wind touched my dry skin, the thought came and I was completely aware of that. I should change my focus more wider and see the whole picture of life. My relationship.My responsibility. My surroundings. My environment.

Oh well, I have been taught adviced, learnt and known that multiple times but the realizing just come completely recently.

This is abstract, right?

Saturday, October 1, 2016

Packing& Moving

Last night I was a bit busy did packing. I'll move to new dorm (kos kosan). The art of packing was about stumbling across the memories of things while putting those into boxes & bags.
I thank God for the landlord's assistents (not the landlord) who are really good in taking care of things in the dorm. They were very good and kind. I pray for their health and welfare.
Also there is one nice guy who always offers me a ride to campus if we happen to meet when he starts his car machine #kekdramadrama.
Add caption