Wednesday, December 7, 2011

HP

HP saya hilang.


NB: Maap teman-teman blogger, saya belum bisa kunjung balik ;P

Monday, December 5, 2011

Mengejar Gelar Sarjana "Sinting" 4

"Sebelum terlupakan, baiknya diceritakan, dituliskan! Mungkin menjadi kenangan terindah dan sejarah bagi anak cucu" 
Yey, jadi seperti pengalaman saya  sebelumnya dan pasti teman-teman blogger pernah mengalaminya, apalagi kalau bukan soal skripsi ,  hal-hal remeh yang akibatnya bisa besar. Lupa save data!

Semalam saya begadang untuk menyelesaikan data-data saya yang tadinya masih polos, sampai pagi tadi. Niatnya akan saya serahkan pada pembimbing saya walau memang belum lengkap karena menulis skripsi benar bukan keahlian saya. Namun ternyata saya harus kehilangan data saya karena tiba-tiba excel berhenti bekerja. Awalnya not responding, lama-lama hilang. Cari-cari autorecovery-nya juga yang ada data dua hari yang lalu, padahal saya harus sudah ada di kampus untuk preparasi sampel (masih ada yang harus dikerjakan :D

Panik ternyata tidak menyelesaikan masalah. Ah sudahlah, pikir saya, Pikir positif saja, bilang pembimbing saya dan pasti beres. Lalalala sampailah saya di kampus dan baru saja mau preparasi sampel karena harus buru-buru, jadwalnya ga bisa diubah. Yay, eh sudah harus dipanggil sama ibu pembimbing. Lalu sampel saya?

Ah, saya cinta sama angkatan saya. Ada seorang teman yang saya plesetin namanya jadi Sisiolita.
" Sil, tolongin gue dong. Lo tolong encerin larutan gue sampe xxxxxx" (xxxxx = malas bilang, hehehe), yah yah?

Makasih banyak Sil,  tanpa ba bi bu, dia mau bantuin.

Bersyukur banget punya teman-teman angkatan yang baik hatinya. Buktinya, ada seorang teman yang sedang rempong karena skripsi belum selesai padahal harus sudah dikumpulkan sebelum seminar* dibantu untuk hal-hal kecil tapi rempong seperti daftar isi dan lampiran (Ah, saya benci daftar isi, untung diajarin cara gampangnya)

 Sebentar lagi saya akan seminar. Tahap ini merupakan tahap kedua sebelum mendapat gelar sarjana sinting. Di sini siapa saja boleh nonton dan bertanya. Saya lebih khawatir di tahap ini. Menurut teman-teman saya bobot nilainya lebih besar dibandingkan sidang tertutup. Mohon doanya blogger!

NB: Makasih banyak buat http://n0tes4future.blogspot.com/ dan http://decrytoaditya.blogspot.com. Yay belum diberesin nih, tampilannya :D

Saturday, December 3, 2011

New Number_Ayo nak revisi revisi!

Seorang gadis bertampang mahasiswa (MM= Mahasiswa masam) berjalan tergesa-gesa  di tengah keramaian. Bukan terburu-buru seperti orang yang akan mengambil hadiah.  Bukan.  Wajahnya suntuk, padahal masih pagi. Mungkin kebanyakan tidur tapi tidak juga karena sepertinya tidurnya pun tidak lelap.  Senyuman seperti  sudah hilang berhari-hari. Mungkin banyak yang dipikirkan hingga bunyi dering handphone tidak begitu terasa. Untung dia mengaktifkan mode getar.

Rrrrrr, angkat! (Si MM menekan tombol menerima panggilan di handphone-nya, berhenti sejenak).

MM = .....(new number)
-----= "Ini R*** ya? xxxxx xx xxx xx xxx ..."
MM = .....:( (mencari- cari tempat yang lebih tenang)
-----="xxx..."
MM = Haloooo.., halooo ini siapa yaaa? (nada suaranya jutek abis, biasa nomor baru), ga kedengaran, bisa diulang ga? 
------= "R***, in bu T****. 
MM = Oh eh......  (Selanjutnya nada suaranya berubah seperti mbak-mbak operator nomor handphone


Ah, bukan nomor handphone sih!
Rupanya sang penelpon adalah ibu pembimbing yang kebetulan tidak menggunakan handphone, lebih suka menggunakan telepon rumah. (Jarang ya?)

Friday, December 2, 2011

Counting my days!

Too many experience I wanna share to you but I have no time. It is wrong, acctually I don't know how to tell you one by one. Everyone is busy, not just me, but they can handle their time, do everything they want beside they job. So appreciate! I promise to update my post not to you but for myself, because I want to feel free with write everything.

Somedays ago, I posted my tweets about, "I am not good writer". It wasn't about my post or because readers said like that but totally coz good writers write everyday and I am not. I write but write a minithesis is not same with write what I want.

 Desember come, hooaaa, time to have a wonderful Chrismas and will have one  battle to finish journey in college.Ahaaa,  counting my days for battle when others count for great holidays. I hope time will in low  speed but others hope in high speed, hahahaha.

Beside of all this feeling, I really enjoyed my September, October and November days. Too many things to reflect and learn. Sometimes I feel dumb. Just aware  to see everything I did in the past.

Ok, this enough for today. Enjoy and feel free to give your opinions.
Sorry, I will late to visit your blog.

Wednesday, October 19, 2011

Walk again and Run!


When we look back, there are some reasons to laugh, everything we have been through till now. Have a life, sometime we feel good, while bad too. We have given a try, feel fine, bad, beautiful, ugly, fabulously, or stay cool in every conditions. If we feel nothing, it’s strange and totally most sadness because we lied ourselves. Expression tells about we have a life.  
We walk, try to find everything we want then we run, and try to fly, stop just a moment and then walk again. (Sssst, I don’t talk about birds, it’s just an example). When we walk, we have found everything and just based on our perspective, we named it beautiful or bad, happy or sad. Again just based on our perspective and what we feel, but wise person said, what we feel based on what we see/our perspective. Hope you see the differences between them.  We can manage it.(Wow, it is not simple as I said,  must try hard but when we begin, it’s a chance).
            Run is when we feel we can do something, we have own dream and know well about what we want then give a try to make it real. Our hearth absolutely beat so fast because  we hope everything are in  the good way based on our own plans. We know, we have try and pray hard. As a result, we have two options fail and win. Yeah, two different conditions. Our feeling tell us everything. Wise people always say, there are nothing to regret, we didn’t do nothing, always something and mean.
            Stop before we walk again is the best step to have a better life. What we need is first acceptance for everything in the past, happy or sad stories,  find the reasons  and prepare for next journey. Walk again and run!

This post totally random, if you don't understand, it doesn't matter. 

Monday, September 12, 2011

kode.mobi buat Wirausahamu!



“Sebarluaskan produkmu dengan cara lebih mudah via kode.mobi”

Kode mobi merupakan sebuah bentuk advertising produk-produk usaha yang disajikan secara mobile atau mobile advertising. Pertama kali saya dikenalkan ketika mengikuti diskusi penulisan bersama Dapur Jajan di daerah Kelapa Dua, Depok. Pada awalnya, saya tidak begitu tertarik karena sebagai orang awam yang tidak terlalu akrab dengan dunia advertising dan teknologi mobile, rasanya akan kesulitan jika saya mulai register atau coba-coba mengutak- atik kode.mobi. Lagian karena handphone saya tidak mendukung aplikasi kode mobi ini.




 Namun hari itu juga setelah tiba di kosan dan melihat ibu kosan, Bu Wati sedang membuat kue-kue kering pesanan, pikiran saya langsung tertuju pada kode mobi. Kebetulan kue-kue yang dibuat oleh bu Wati memang enak dan berkualitas(Qesta’s Old Recipe), maka pada awalnya saya ingin memperkenalkan lebih luas ke teman-teman saya. Sebelum saya “ngeh” ini adalah salah satu strategi pemasaran kalau kita memang ingin berniat bisnis. Dengan sedikit penjelasan mengenai kode mobi, ibu Wati pun setuju untuk memasarkan kue buatannya secara  mobile advertising via kode mobi. Apalagi GRATIS registrasi!


Yay, sangat mudah ternyata teman-teman, 3 langkah saja dan kita bisa menyebar luaskan produk-produk bisnis kita dengan cara yang lebih mudah. Kemudahan tidak saja pada registrasi tetapi alamat urlnya, tidak perlu www/http namun langsung kode.mobi/xxxx. Nah yang dimaksud dengan xxxx di sini adalah angka-angka yang ingin kita gunakan sebagai identitas/ pengenal produk kita. Nah, misalkan teman-teman sekarang bisa membuka internet melalui handphone dan laptop, kemudian mengetik kode.mobi/2356, maka teman-teman akan melihat produk kue kering ibu Wati Qesta’s Old Recipe. Eaaa numpang promosi


Selain Qesta’s Old Recipe, banyak produk-pruduk usaha dan jasa lainnya yang bisa kita lihat, bahkan event-event tertentu juga. Makanya teman-teman kalau punya komunitas dan acara-acara tertentu bisa disebarluaskan via kodemobi, mengingat aplikasi handphone berinternet telah begitu merakyat.


Oh ya, untuk beberapa teman yang juga telah menerbitkan buku, kode mobi merupakan salah satu media iklan yang baik, jika tak sempat membawa buku anda untuk dipromosikan, tetapi dapat dilakukan via ponsel kamu. Lebih gampang bukan? Let’s chek this page kode.mobi








Saturday, September 3, 2011

Mengejar Gelar Sarjana "Sinting" 3

Yay! Sudah saatnya bercerita lagi tentang huru hara mengejar sarjana sinting, wahh saya punya utang banyak post terutama soal kode.mobi. Nanti sajalah, pasti di post, yang penasaran bersabar yah. Benar-benar huru hara, dunia.

First, teman-teman saya kemarin sempat magang di Batan,  sudah selesai tapi dua minggu lalu saya masih nunggak laporan magang karena soal proposal untuk sarjana sinting. Dalam plan lists saya, laporan magang itu dikerjakan waktu libur lebaran. Namun ternyata oh ternyata harus sudah dikumpul tanggal 25 Agustus. Oh what a hard day! Saya masih harus bolak balik ke Pasar Jumat, ternyata ada data yang tidak bagus, ah tidak terbaca oleh saya. Jadi lumayan berdiam diri seharian dalam lab, dan heyy di hari ulang tahun saya.

So  tanggal 24 harus saya kejar, biar sempurna selesai tanggal 25. Dengan santai, saya pergi ke naiks(perpustakaan departemen) untuk menyelesaikan semuanya. Entah mengapa, saya pikir di kamar tak selesai-selesai nanti, karena banyak ini dan itu. Eh, taunya baru saja nyampe
“Udah siap?kita progress loh hari ini?”
“What? Proggres?”
Yay, arsip-arsip penanggalan saya langsung keluar. Ah akibat tidak ngelab beberapa hari, saya lupa banget kalo hari ini ada presentasi proggres penelitian saya yang belum seberapa itu. Pra proggres, tepatnya.
“Jam berapa?”gigit bibir
“Jam 1”
Oh ok, jam sepuluh waktu itu dan hey mari kita kebut. That was a very nice day!Forget about apprentice report.

Hari itu kira-kira sampai jam 19.30 pulang dari kampus. Masih bisa bernafas lega karena presentasi ditunda, wah punya yang lain sudah pada keren-keren.
Kembali ke laporan magang, malam itu juga kebut-kebutan. Untunglah tahu cara ngebuat daftar isi otomatis #barutahujadigaperlurempong,makasih Sariii dan Rastyy!

Esoknya.25 Agustus. Deadline.
Mas-mas fotocopynya bikin masalah. Masa yang dijilid bagian sebelah kanan. Yay, emang membaca dari kiri ke kanan apa. Oh selalu ada-ada saja. Untunglah yang hardcovernya doang, kalau sama softcopy.
“Mana mas saya liat?”
“Diprint ulang aja mba”
“Yah mas, emang ga pake tinta, ga pake kertas, ga pake uang”
“Setengah harga, mba”
Diam.Tidak bisa dibohongi, mata berkaca-kaca.Dalam hati dongkol setengah mati. Ga tau lu mas, yang pasti ini terakhir kali saya ke sini. Awas aja kalau sampai uang yang saya kasih tidak ada kembaliannya.
“Potong aja mas”
“Lah nanti ga bagus mba”
“Potong aja ya mas”
30 menit kemudian
“Udah mba”
Waiting. Uang saya ada yang dikembalikan sambil mengecek-ngecek hardcopy yang tidak bagus itu.
“Ehem, mas ini harga udah termasuk kerusakan yang mas buat.”
Semua mata memandang saya. Nada saya sedikit tidak biasa. Jiahh, kemudian diulurkan uang lima ribu perak tanpa disertai permintaan maaf. Oh mas-mas harga harus sesuai kualitas dan tolong selipkan kata maaf jika ingin membuat pelaggan merasa lebih baik.


Yay! sungguh menikmati hari-hari ini. Begitu menyenangkan!Bagaimana dengan kamu?

Thursday, September 1, 2011

Random!


Tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tok tok tok tok tok tok

Bloggers, saya mau mengucapkan happy lebaran yah, buat yang merayakanJ. Maap, kalo saya ada salah. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.

Miss my homewriting, in the warm day or midnight. Waiting is not one of my hobbies. Maybe with my pen and a piece of paper, a cup of tea but it is not work now. Missing my old book, Awareness! Bad dream. Snakes everywhere and just aware, because I watched Medusa last night.

1st day on September missing Hogwarts Express. My playlists are closed, silence gonna be good. Promise, tomorrow I will be Ok!
This post totally random!


Tuesday, August 23, 2011

I am 22 years old_the day!

God gives a chance to me to still alive till this day. 

22 years ago, I was born, very little Rosa, weak and didn’t know everything

Day by day, I learn everything that appears in my way.

It seems great, I know how to talk, walk, ask, act, eat, anything 

And the real one is I know that it’s only You, God makes everything OK.

 Paint my canvas with many colors. Beautiful, at all.  

Learn. Aware. Try. Brave. Humble

Everything really in your hand, God.
I am just a man, who surrender all of things in You, 

Dreams, plans, daily life, family, friends
 All things


feel the fireworks!
(23 Agustus 2011,genap 22 tahun)


Monday, August 15, 2011

Sharing @Dapur Jajan bersama Kode mobi 1

Hi bloggers!

Dua minggu terakhir yang saya lewati cukup menyenangkan dan tentunya menambah wawasan saya. Seorang teman yang blogger juga, mengajak untuk mengikuti sebuah acara bukber dan sarasehan membangun industri kreatif berbasis penulisan, Blogger meet kode.mobi. Apa sih kode.mobi? pasti penasaran kan teman-teman? Nanti saya post tersendiri deh!

Nah acara yang digelar sama Dapur Jajan ini, menghadirkan tiga pembicara. Pertama mas Agoeng Widyatmoko, yang merupakan pendiri Dapur Tulis dan penulis buku best seller 100 Peluang Usaha UKM. Selain itu mas Agoeng ini juga pendiri Dapur Jajan, yang bertempat di Jalan Dahlia 1 Kelapa Dua Depok. Namanya juga dapur jajan, maka tidak ada makanan berat di sini. Jajanan yang disajikan adalah donat yang dilapisi ice cream,  rasanya kalau minjam istilahnyaGaphe sih Yumilah Yumilawati deh. Mau tahu lebih banyak, main ke sini saja, Dapur Jajan di kode.mobi

Hampir  sama dengan banyak pelatihan penulisan yang pernah saya ikuti, tentunya semangat untuk menulis semakin bertambah. Apalagi mendengar langsung dari sang penulis buku best seller. Namun ada yang berbeda dan baru bagi saya, menarik juga tentunya. Mas  Agoeng mengenalkan suatu cara memperkenalkan diri atau menjalin relasi dengan tidak hanya memberi kartu nama/menyimpan nomor telepon/ email tapi dengan memberi hasil karya kita. Misalnya kita penulis baru, ketika kita hadir dalam acara-acara yang berbau penulisan gitu, kita bisa saja bertemu dengan editor, atau orang dari penerbit. Nah, langsung saja kita berikan print nan karya kita agar lebih mudah diingat. 




Friday, August 12, 2011

Happy Birthday, Wig!

Selamat Ulang Tahun,Wig
16 tahun ya, kamu sekarang
Ayo mari kita bermimpi dan melakukan lebih banyak!

Untuk adik tersayang, Wigbertus Goa Panda
"sa mau kau mendapatkan banyak hal yang lebih baik dari saya."





Thursday, August 11, 2011

Rumput-part2-end

Brakkkkk .  Aku menghempaskan pintu kamarku dengan keras. Ah, daripada aku mendengar lebih banyak pujian tentang Rani. Semua hal baik tentang Rani. Oh Rani kamu memang baik, tapi apakah aku selalu harus jadi bayangmu?

Entah sudah berapa kali aku menangis ketika nama Rani disebut. Aku rela dihukum tapi tanpa nama seorang Rani yang harus kudengar dari mulut ayah dan ibu. Lebih sakit dari pukulan, jeweran atau bahkan tamparan yang harus mendarat di pipiku. 

Aku hanya ingin pelukan dan usapan hangat di ujung rambutku.
Orang kedua yang harus kumaki-maki adalah Rian tapi tetap saja mulutku kelu.  Ah, Rian haruskah kumaki-maki jika hati ini sebenarnya sayang  padamu? Namun apa daya, Rian adalah pencinta Rani. Penganggum Rani. 

Aku bisa terima jika kamu terpesona pada Rani. Yah, kamu normal dan semua lelaki normal pasti jatuh hati pada Rani. Aku sayang kamu dan aku mau kamu bahagia, hingga kamu mendapatkan Rani pun aku tak heran, karena kamu cukup tampan untuk mendampinginya.  Namun kamu hanya salah, mendekatiku untuk lebih dekat pada Rani. 

Aku bukan batu loncatan yang siap menjadi mak comblang kamu dengan Rani. Aku terlalu bodoh untuk percaya bahwa kamu satu-satunya yang paling mengerti aku. Kamu datang di saat yang tepat ketika aku merasa tak ada yang peduli padaku. Tak ada hingga tanganmu yang merengkuhku kuanggap sebagai tangan malaikat tampat yang bersayap dan membawaku terbang. Membawa aku sejenak pergi dari kehidupanku yang menyesakan, dan pergi dari Rani. 

Saat itu kamu paling mengerti hingga aku tarlampau jauh melambungkan harapan-harapanku padamu. Menginginkanmu membawaku pergi, asal bisa bersamamu.
Mimpi. Yah, itu semua hanya mimpi. 

“yaaa, gue Cuma kasian aja sama dia kali. Lagian tujuan gue kan Cuma  mau ngedekatin Rani. Gua Cuma ga bisa aja lepas dari dia.”

Samar-samar suara yang kudengar dari mulutnya berdengung-dengung di telingaku. 
Aku terlampau sakit, hingga dengan diam-diam pun kupergi dari kehidupannya. Aku benar-benar manusia bodoh, tak berekspresi. Aku marah tapi lagi-lagi dalam diamku.
Arrrghhh, sudah berpuluh barang pecah belah kulempari hingga remuk di lantai tapi tak bisa menyembuhkan luka hatiku yang mendalam sejak dulu. Apa yang salah?

Hari ini terang benderang, indah, sejuk dan nyaman. Terdengar kicauan burung dan gemerisik angin di antara dedaunan. Ah, indah. Berkali-kali ucapan syukur terdengar memecah keheningan di sekitarku. Yah, aku ingin berucap di dalam hati saja.

Setahun telah berlalu sejak aku melukai diriku sendiri. Selama beberapa waktu aku dirawat di rumah sakit. Banyak hal yang berubah tapi bukan siapa pun yang berubah. Hanya aku yang berubah. 

Ada banyak yang memang tak bisa diubah namun aku yang mengubah pemikiranku. Yah, Rani tetap harus jadi Rani. Ayah, ibuku pun tetap jadi mereka apa adanya.
Aku hanya perlu jadi yang baru.
-End-

Sunday, August 7, 2011

Lebih dari Sekedar Salah Kereta


                Dia diundang dalam sebuah acara ulang tahun sore itu. Seharian tidak ke mana-mana, membuatnya lebih bersemangat untuk keluar. Cerah dan semuanya tampak lebih menarik. Jadwal kereta pun lebih bersahabat. Memesan tiket ekonomi tujuan Jakarta tanpa bertanya kereta apa yang tiba terdahulu. Duduk menunggu di peron stasiun yang masih tampak ramai tanpa sempat membuka buku Awareness yang selalu dibawanya jika pergi ke mana-mana, karena tidak lama kereta ekonomi datang. Dia naik tanpa mendengar pemberitahuan KRL tersebut membawanya ke mana. Dia yakin, keretanya melewati stasiun yang dia tuju, stasiun Gondangdia. Sejenak ia merasa heran, karena banyak calon penumpang tidak ikut naik bersamanya, padahal keretanya sepi. Mungkin mereka memesan tiket kereta Commuter Line, pikirnya. 

                Satu hal yang  paling mengganggunya jika naik kereta adalah kenyataan bahwa kereta ekonomi tujuan Jakarta-Bogor  tidak memberi perhatian khusus terhadap orang-orang pendek sepertinya, yang tidak bisa menjangkau pegangan kereta. Terlalu tinggi. Namun dia kemudian berteriak kegirangan dalam hati, banyak pegangan yang dicantolkan pada besi-besi di atap kereta itu, seperti di busway. Pandangannya pada PT Kereta Api pun sedikit membaik walau sehari sebelumnya dia kecewa membaca berita tentang anjloknya kereta api yang merugikan(baca: kereta anjlok ). Yah setidaknya mereka pasti akan segera memperbaiki karena mudik Lebaran hampir tiba.
                Perjalanan lebih menyenangkan lagi karena setelah melewati beberapa stasiun dia kemudian mendapatkan tempat duduk. Tidak berebutan. Tidak seperti biasanya, kali ini  dia mendapat suguhan sebuah lagu yang tidak diketahui judulnya tapi cukup terkenal. Tiga penyanyi cilik, dua bocah lelaki dengan okulele di tangan dan seorang menenteng topi yang tengadah. Dia  biasanya akan memberi sepantasnya jika pertunjukan yang dibawakan oleh pemusik jalanan, cukup menghibur dan berkualitas. Wow, dan ketiga anak ini benar-benar tahu caranya bernyanyi. Mereka membagi suara, tidak seperti anak-anak biasa yang baru belajar menyanyi, agak asal dengan suara yang keras. Mereka menyanyi dengan harmoni.  Tak segan dia pun memberi apresiasi dengan lembaran uang terakhirnya, karena pikirnya dia akan segera turun ke tempat tujuan dan menemukan ATM terdekat untuk mengambil uang.
                Tiba di stasiun Manggarai, kereta berhenti lebih lama. Dia tidak berdecak heran atau bertanya-tanya mengapa banyak yang meninggalkan kereta lalu kemudian berdiri di peron seperti menunggu kereta berikutnya. Dia terlalu sibuk dengan pikirannya, tidak hidup benar pada waktu itu. Kadang kemarin dan kadang masa depan yang dia sendiri tak tahu akan bagaimana.
                Kereta kemudian berangkat lagi. Tidak beberapa lama dia heran melihat pemandangan samping kiri kanannya. Kereta berjalan lambat melewati stasiun yang tidak dikenalinya. Tampak baru dan berwarha hijau. Oh, dan dia agak bodoh memang, berpikir bahwa telah ada stasiun baru antara Manggarai dan Cikini. Pikirannya memang berjalan agak lambat, dan dia selalu menyampingkan hal-hal kecil seperti nama tempat atau jalan yang dilewatinya. Coba kalau dia tahu.
 Wait, dia berubah pikiran lagi. Tak mungkin secepat itu stasiun kereta di bangun. Lagian tidak mungkin. Kemudian kesadarannya kembali, namun kereta telah meninggalkan stasiun itu, stasiun yang kemudian dia ketahui namanya, stasiun Sudirman. Dia ada di kereta yang salah. Kereta ekonomi itu menuju Tanah Abang. Bergegas dia turun di stasiun berikutnya, stasiun Karet.
Oh satu lagi masalah muncul. Uang kertasnya tidak ada, padahal dia harus balik lagi ke stasiun Manggarai(dia lebih memilih Tebet) dan naik kereta ekonomi yang menuju Jakarta. Dia tahu pasti dia Cuma punya Rp.500,00 di kantongnya. Tapi untunglah dia masih beruntung selalu meninggalkan satu  recehan lima ratus di saku tasnya. Satu lagi di dompetnya. What a lucky day! Pas Rp. 1500, 00. Walau butuh waktu hampir sepuluh menit untuk mencari-cari, mengorek-ngorek dalam tasnya. Dia tahu ada beberapa pasang matanya mengawasinya but it was not important if you in that condition, right?
So intinya post ini,  dengarlah informasi sebaik-sebaiknya.  Tanya kalau ada yang aneh atau timbul keraguan.  Ingat isi kantong dan bawalah recehan ke mana pun pergi. Have a nice week, bloggers! 

PS:  Happy birthday to Rm. Hariyanto, SJ ke 57 sekaligus  Kampus Orang Muda Jakarta yang ke 3. Bangga menjadi salah satu bagian darinya.

Thanks to om Vitalis Rangga  (Nagekeo ), great to know you as my silent & faithfully reader. Terimakasih woso. God bless you.

  Thanks to thestral too!




Friday, August 5, 2011

Rumput-part 1


Aku sudah terlampau tua untuk mengeluh, ketika pagi hari mulai, siang datang dan malam pun hendak berganti.  Tak henti-hentinya kata-kata bernada amarah, cemooh dan pesimistis keluar dari mulutku. Ah, mulut yang tak tahu malu. Tak pandai berbicara tapi diam-diam mengumpat.  Terus mengumpat hingga hari berakhir.

Aku melihat dia. Dia cantik, molek, ayu, punya segalanya, dipuja banyak orang baik itu lelaki, dari berbagai kalangan, kakek-kakek  dan brondong sekalipun.  Bahkan tak ketinggalan ibu-ibu, tante-tante dan anak-anak kecil. 

Ah, aku muak. Aku bilang dia berwajah manis tapi berhati jahat. Bermuka dua. Penjilat. Suka cari perhatian,  wajah oke tapi tak berotak dan aku puas.  Oh, biarkanlah dunia melihat dia seperti  mawar cantik yang elok, harum dan mewangi. Tapi aku bilang dia seperti bunga bangkai. Busuk dan bau.

Hei kamu, jangan bilang aku iri dengan segala yang dia punya. Dia memang punya segalanya. Tapi tahukah kamu kalau dia merebut semuanya dariku? Yah, semuanya. Hingga aku tak punya apa-apa. Biar saja dia ambil semuanya, ambil. Perhatian ibuku, perhatian ayahku.

Tahukah kamu bila aku hidup dalam bayang-bayangnya.  Aku terbenam jauh di bawah punggungnya, merunduk. Bertahun-tahun .

“Coba kamu seperti dia , nak. Rajin, pintar, suka membantu, cantik lagi...”suara ibu yang harusnya menenangkanku malah membuat jiwaku remuk.

Aku mencoba berteriak, aku inilah anakmu, Bu. Lihat aku! Tapi apa daya matanya, perhatiannya telah terbagi pada sang putri dan aku hanya bayang-bayang. Tidak sekali, tapi berkali-kali dalam seperempat abad umurku. Siapakah aku? Aku bahkan tidak tahu.

Ayah, aku berusaha menyatakan padamu. Berkali-kali. Lihat aku. Tak cukup dengan kata-kata, karena jiwaku sudah berteriak-teriak marah. Aku kabur dari rumah. Polisi yang menangkapku saja menduga, aku berperilaku karena kurang perhatian ayah, ibu.

Tapi, lagi-lagi yang keluar dari mulut ayah. Rasanya sudah berkali-kali aku dengar.
“Kamu? Dasar anak kurang ajar! Bikin masalah terus. Kamu lihat dong, si Rani. Coba kamu contoh dia....!”

(Sebuah Cerpen yang di post bersambung)

Tuesday, August 2, 2011

Rona

Aku selalu  berpikir bahwa aku adalah kamu yang dulu . Duduk di tepi danau sambil menikmati apa pun yang bisa kita nikmati. Senja. Daun kuning yang berserakan. Angin  yang berembus. Bau air danau yang kehijauan. Rumput yang basah. Hembusan nafas yang teratur. Lepas dan bebas. Kamu tahu bahwa aku sungguh suka saat ini. tak ada banyak kata dan memang tak perlu. Keheningan membicarakan segalanya. Setiap luka serasa diobati perlahan. Aku membiarkannya menganga sejak dulu,menunggu waktu yang membawa pergi. Begitu adanya, karena aku tak bisa memaksa. Perlahan jauh di lubuk hatiku, aku pasrah. Dan tak ada yang lebih indah dari kepasrahan, penerimaan dan pengertian. Setiap sapuan angin di wajah dan rambutku, kini membelai jiwaku juga. Menutup luka yang menganga.
Kamu pasti berpikir, mengapa aku berpikir bahwa aku adalah kamu yang dulu. Rumit memang dijelaskan tapi aku berusaha untuk menjelaskannya. Aku tahu bahwa setiap jalan kehidupan beginilah adanya. Kita berubah setiap saat. Tak ada yang bisa mengingkari ini, seperti sel-sel tubuh kita yang selalu dibarui. Kamu yang dulu adalah segalanya bagiku. Bersinar. Tidak secerah mentari karena akan menyilaukan. Kamu seperti bulan penuh yang menerangi langit malam yang kelam, teduh. Ah, mungkin kamu bilang aku terlalu berlebihan tapi beginilah gambaranku. Tak ada yang lebih sederhana karena kamu selalu tidak sesederhana yang kupikirkan. Kompleks. Kamu yang dulu yang mengalir bagai air dan ringan. Berlari-lari tanpa ketakutan.  Tahu apa pun yang kamu inginkan. Tahu kalau kamu selalu punya jalan sendiri, punya cahaya sendiri tapi tetap berjalan bergandengan. Aku tahu bahwa hidup bagai air yang mengalir atau pun banyak metafora lainnya yang menggambarkan bagaimana hidup itu. Namun belajar sembari hidup itu yang kupelajari. Aku selalu tidak suka belajar. Tidak mau mengerti. Kamu tidak pernah memaksaku untuk mengerti, tidak mendoktrinku. Itu juga yang membuatku bingung karena aku selalu ingin kamu memberi jawaban. Meski kadang aku lagi-lagi tak ingin paham mengapa harus terjadi seperti adanya.
Kamu membuat aku bingung. Di satu sisi ada kekecewaan besar menebas leherku seperti pedang. Kamu tak ingin aku seperti kamu yang dulu. Oh, wait!Why? Aku harus sendiri. Berjalan dengan kedua kakiku. Melihat dengan kedua mataku. Berpikir sekehendakku. Itu yang kamu inginkan? Hey, selama ini aku begitu. Tapi kamu bilang aku menipu. Aku tak pernah begitu.
Aku diam dalam amarahku. Menghindar dan pergi jauh untuk menghempaskan kata-kata itu dari pikirku. Ah, semakin aku menolak, mereka bernama masalah datang dan menyuruhku untuk segera menyelesaikannya.
Di tepi danau ini bertahun sejak terakhir aku bertemu kamu. Aku tahu apa yang kamu maksud. Aku menemukan jawabannya. Aku di sini. Duduk di tepi danau sambil menikmati apa pun yang bisa kita nikmati. Senja. Daun kuning yang berserakan. Angin  yang berembus. Bau air danau yang kehijauan. Rumput yang basah. Hembusan nafas yang teratur. Lepas dan bebas. Tidak lagi berpikir bahwa aku seperti kamu di waktu muda. Aku, hanya aku. Aku sadar. 

(Pada pagi ketika beberapa malam kelam)

Wednesday, July 27, 2011

Mengejar Sarjana "Sinting" II

Setelah melakukan banyak hal, ini dan itu untuk persiapan penelitian di lab penelitian, seperti proposal, dan tatap muka (aiish, saya selalu datang ke ruangan dengan kebingungan, keluar dengan kebingungan pula hehe), finnally I have gotten the table! What's table?
Meja penelitian selama satu semester ini, tempat saya melakukan banyak hal yang mendukung  saya untuk mengejar gelar sarjana science atau lebih enaknya sarjana sinting.

No 23, dan kurang pencahayaan, jauh dari teman-teman yang melakukan penelitian dengan pembimbing yang sama. Beda sendiri! but I must love it,aha aha. Apalagi ketika pembimbing saya bertanya ketika membaca cara kerja penelitian, "dua puluh empat jam ya? Kamu mau nginap?". Saya diam, wah harus mikir-mikir lagi tapi kecil kemungkinan untuk tidak. Hoaa di lab malam-malam.Agak menyeramkan!


Oh ya, penelitian saya tentang pemisahan ion logam berat, caranya masih dirahasiakan sampai saya benar-benar berhasil melakukannya.Mohon doanya ya hingga nanti bisa mendapat gelar S.Si.

Friday, July 22, 2011

Cowok idaman ala Permainan Kata

 Hi bloggers, saya dapat PR dari mba Fanny. Tidak menyangka akan dapat PR. Hem, kalau ditanya perasaannya, gimana yah. Uahhh 50 pertanyaan lagi. Banyak, makanya saya cuma bisa jawab singkat-singkat saja. Well, ini sih cuma idealnya. Ujung-ujungnya perasaan dan hati bisa buta, jadi dapat yang ga ideal, tidak masalah.
 
1. Do you need him/her to be good looking?
                Hem , standar, suka senyum yang penting!
2. Smart?
Dalam kamus saya tidak pernah ada orang yang tidak pintar, Cuma rajin dan malas..Oho oho yang penting nyambung dan up to date dan tidak suka "ngama dan sok tau" 
3. Preferred age?
Hem  plus minus +10 masih ga pa2(g tau juga sih, hahaha), -3 ga pa2 sepanjang dewasa dalam berpikir dan bertindak.
 4. Preferred height?
Saya biasanya suka capek kalau suka mendongak, hehe sakit leher, hem, paling ga tinggi-tinggi baget. Jangan pula lebih pendek dari saya.
5. How about sense of humor?
Well,bisa membuat hidup saya lebih berwarna. Saya biasanya suka terlalu serius, butuh orang ceria dan punya sense humor. Cuma humornya bukan soal kekurangan orang lain, satu lagi cowok yang tahu kapan dan di mana dia harus bercanda.

6. How about piercings?
Yay, no way!
7. Accepts you for who you are?

Dari sisi saya : Oho oho, dia harus tahu banyak tentang saya. Suka ga rapi, malas dandan, ga bisa banyak omong,suka banget teriak-teriak ga jelas di kamar/kamar mandi (nyanyi tapi kata si inang,” apa sih teriak-teriak? Padahal saya nyanyi),kidal, tergila-gila sama puisi,  suka menangis darah nonton drama tapi tenang kalau buat masalah sendiri saya suka lupa caranya menangis (biar lega biasanya sih tiduran”membusuk”), suka banget membaca bacaan yang ada di kamar berulang-ulang( komik, Harpot), terenyuh banget dengar suara  penyanyi yang bagus banget, lirik lagu yang dalam baget, sampai pemusik yang keren. Suka banget sama keheningan dan alam.

Dari sisi dia :
                Jangan pelit & kasar,. Selama tak ada kekerasan dan kekasaran, OK lah
8. Pink hair?
                Ga ah!
9. Mushy or no?
Kalau pun iya, ada alasannya dan tahu kapan dan tempat. 
 10. Thin or fat?
Sedang-sedang saja.
11. Black, Brown or White (skin color)?
                Apa saja.
12. Long hair or short hair?
Jangan gundul yang penting, geli saya kalau ngeliat orang gundul. Rajin shampoan aja.
13. Plastic or metal?
                Ga ngerti, oho oho.
14. Smells good?
                Sedang-sedang.Jangan terlalu wangi juga yang penting no BB.
15. Smoker?
No way, kecuali sekali-kali. Bapak saya bukan perokok tapi sekali saya pernah lihat waktu nemenin tamu yang merokok di rumah.

16. Drinker?
No way!
17. Girl/Boy-next-door type?
yup

18. Muscular?
                Ga ah, biasa aja tapi  yang suka olahraga bagus.
19. Plays piano?
                Huaaa, no comment!
20. Plays bass and/or acoustic guitar?
Huaa, huaaa huaaa, teriakannya makin keras, bengong ngeliat cowok mainnya bagus. Klepek-klepek deh saya.,See Darren Criss.


21. Plays violin?
                No 20 saja sudah cukup.

22. Sings very good?
                Wanna sing a duet with me? Uaaaahhh..!
23. Vain?
                Biasa saja lah.
24. With glasses?
                Ga masalah.
25. With braces?
Hem, kalau mendesak tapi kalau ga perlu ga usahlah.

26. Shy type?
No! Ntar saya sama dia berebut posisi.
27. Rebel or good boy/girl?
Good boy

28. Active or passive?
Standar,+++ikut komunitas.
29. Cool or Expressive?
                Saya suka diperhatikan but don’t be lebay. Expressive, so I know what do you want, dear!
30. Singer or dancer?
                two in one.Why not?
31. Stunner?
                Penting biar bisa diandalkan.
32. Hiphop?
                Ga ah, ntar dia kayak pelangi, padahal saya suka yang kalem-kalem aja.
33. Earrings?
                No way!
34. Mr/Ms. count-my-ex-boyfriends/girlfriends-until-you-drop?
               Bertanya  boleh, Cuma jangan sampai membandingkan. Ih, malas banget!
35. Dimples?
Ni maksudnya , lesung pipi yah? Boleh!

36. Bookworm?
Ga, tp suka boleh bgt biar bisa diskusi. Setidaknya, mau banget dikadoin buku, hehe

37. Mr/Ms. love letter?
Mau mau mau dikirimi surat, postcard, uaah.

38. Playful?
Tahu tempat dan waktu
39. Flirt?
Wah jangan. Kalau mau pisah , bilang saja dan semua selesai.

40. Poem writer?
 Saya suka sekali puisi tapi tentunya bukan puisi untuk saya(biasanya bakal lebay), tentang apa pun yang dipikirkannya.
41. Serious?
                Sesuai waktu , tempat dan situasi.
42. Virgin?
                Yups!
43. Painter?
                Boleh.
44. Religious?
                Yups, seiman yang  liberal.Fanatik?No!
45. Someone who likes to tease people?
                Ga ah!
46. Computer games geek? Or internet freak?
                Lagi nyantai boleh kok.

47. Speaks 20 languages?
Ga ngarep banget bakal ada. 3 bahasa lumayan. Ibu, Indonesia. Inggris.
48. Loyal or faithful?
Dua-duanya.

49. Good kisser?
                No comment.
50. Loves children??
                Iyaaa banget.

 So, saya ingin sekali dengar punya yang lain.. Maka PR ini saya teruskan buat,Eci,k Lin, Gone,Tata
 Oho oho, pengen tahu saja teman:) Penasaran!


UPDATE : This was just for fun. 

Thursday, July 21, 2011

Behind the scene 16 &17 July













Sebelum saya mulai bersibuk ria bersama skripsong, saya punya sedikit cerita tentang pengalaman saya beberapa waktu yang lalu. Behind the scene-nya kampanye cinta lingkungan yang saya ikuti kemarin. Aha, aha...saya ternyata senang sekali berpantomim. Sayang, white clown-nya dicari-cari ga ada. Dan hey, it was the first time, and I am very exited. Yeah, the day to remember, love the feeling!
the first time to action but not shouted  for government, just shouted and act for many friends of world and remind myself too.

Satu hal yang saya pelajari adalah melakukan hal yang baru dan kita inginkan itu perlu. Yah, saya menginginkan untuk bermain atau pentas teater setelah beberapa waktu sebelumnya saya sangat menikmati peran saya sebagai PKL dalam sebuah pelatihan. Wow, seperti menemukan bakat baru dan saya sangat menikmatinya. Thanks to pa Le.
 Pada pementasan kemarin saya berperan sebagai tukang pungut sampah. Pesan yang kami bawa sangat sederhana, buang sampah pada tempatnya. Well, dan hey banyak anak kecil yang ikut berolahraga pagi bersama anggota keluarganya dan hey, meski target  utama kami bukan mereka, tapi mereka target saya. I gave my shot to them. Mereka lah yang menjadi generasi baru, dan mewarisi tanah yang sedang kita pijak. Whoaaa, ada yang nangis ngeliat saya!the girls cried when  I drew near, hugged her grandpa. Yeah, me with the red freckles on my face(Deeply thanks to Imel who drew good in my face, really like it!) and trash bag in my back. Whoaa, malah bikin anak kecil ketakutan.
Show what you want to show or what you want to do! Although you think it will shameful, strange, difficult, unusual, not type of you or will crush  your image. Ahaaa, let be free!
 Why should I afraid with my bad expression in the camera? Aha aha.,cover don't tell everything, just that time. When it was  over, I feel so happy.
 So, will move forward with my skripsong. Others project will be great, but totally skripsong, the big project in this season.Pray for my skripsong, bloggers!Aha Aha!

 Deeply thanks to Imel, Jeanne, Bata,Fredy, Fherly, teman-teman Komjak plus the fotografer, Margaretha Christianty, the photos talk too much!Awesome!

Inspired from Awareness, Darren Criss with his expressions in  every his performance & fun show in A Very Potter musical Show!