Skip to main content

Posts

Showing posts with the label #refleksi #Abstrak

Media dan Kita

Saya akhirnya gerah dengan pemberitaan beberapa media massa dengan judul yang menurut saya “agak” memprovokasi. Source: google images, a really good quote Beberapa media dengan gamblang memberitakan judul berita terorisme misalnya, dengan menyebutkan agama tertentu. Hal ini tentunya, akan sangat mempengaruhi pemikiran-pemikiran pembaca yang terdiri dari berbagai latar belakang mengambil inti sari berita secara sepihak. Paling buruk adalah mengeneralisasi kalangan yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut sehingga timbul rasa benci.  Lebih parah dan lebih fatal, jika sebagian orang kemudian merasa tersinggung akibat pemberitaan tersebut dan malah menyulut pertengkaran yang tidak perlu. No need to feel offended by the media!   Setiap kita cenderung terikat pada label dan tentu akan sangat disayangkan jika kemudian pembaca media tidak melihat kepada personal atau aktivitas personal tersebut pada organisasi tertentu. Aktivitas personal pada organisasi terten...

Berproses dalam Hidup

Tentang berproses.  Entah mengapa "berproses" adalah salah satu hal yang saya sukai. Hidup itu adalah rentetan aktivitas-aktivitas yang patut dihargai sebagai bagian dari proses. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang salah menjadi benar, dari yang tidak sadar menjadi sadar, dari yang alay menjadi tidak alay. Setiap proses yang dilalui itu kemudian hanya bisa dibandingkan dari proses-proses sebelumnya. Untuk kasus "alay" adalah menyenangkan mengetahui bahwa setelah kita punya kesadaran bahwa kita telah "alay" maka berbahagialah kita satu tahap sudah lebih tinggi dari kehidupan kita sebelumnya. Congratulation, you are moving forward one step in life to the next phase! Namun bukan berarti kita tidak akan alay lagi. Setiap kita pasti akan selalu dalam masa-masa alay. Berkali-kali dan akan saya menyenangkan jika kesadaran akan ke"alay' an itu datang dan kita kemudian masuk ke satu tahap pendewasaan yang baru. Begitu seterusnya.

Sedikit review untuk Kukila

Kumpulan cerpen milik Aan Mansyur dalam Kukila, tidak bisa untuk dilewatkan begitu saja. Saya suka kesederhanaan dalam tiap tiap cerita meski ada beberapa konflik rumit namun tetap kesederhanan menjadi ciri khas isi cerita dan pilihan kata. Saya juga suka mengeja Kukila, dan menarik ketika selalu membaca nama beberapa tokoh Kukila dalam cerpen ini. “Masa lalu tidak pernah hilang. Ia ada tetapi tidak tahu jalan pulang, untuk itu ia menitipkan surat.” (grrrrr, kalimat ini sesuatu sekali. :D. Rumit untuk menjelaskan perasaan dan apa yang saya pikirkan ketika membacanya. Ahaaa, sekali! ) Dari semua kumpulan cerita pendek Kukila milik M.Aan Mansyur, saya pilih satu cerpen "Aku selalu bangun lebih pagi".   Kisahnya segar dan terkesan mendalam bagi saya walau kisah ini sangat sangat sederhana. Saya suka pilihan katanya.  Tidak terlalu rumit seperti isi cerpen berjudul " Kukila"  yang memuat konflik yang berani dan terbuka. Mengapa? karena berani memuat...

Bahagianya, membaca kembali tulisan sendiri

Membaca kembali tulisan-tulisan beberapa tahun lalu adalah bagian menyenangkan. Berbagai perasaan berkecamuk, karena waktu yang telah membuat lupa.  Rasa ingin tahu, misalkan; Ada tulisan yang bercerita mengenai seseorang tetapi identitas seseorang tersebut tidak dijelaskan secara gamblang,  jadinya saya bertanya-tanya, siapakah itu yang saya maksud? Oh usia, mengapa kau membunuh ingatanku perlahan? Apalagi kalau topik yang dibicarakan bersifat sensitive, soal perasaan misalnya. Ah, memang selalu soal perasaan yang tertulis di blog (hadeh, curhat banget) . Seperti puisi tanpa judul  berikut , saya masih bertanya-tanya untuk siapa puisi ini saya tulis. Sayang jika harus dilupakan, padahal saat itu mungkin pikiran saya pasti sedang galau berat, sampai mellow begitu M Kemudian rasa surprise , kok bisa ya saya bisa menulis seperti itu. Ada yang begitu mellow , puitis  dan ada pula yang alurnya tidak jelas. I am just finding that read your own ...