Saturday, December 31, 2016

Thanks Lord for the 2016!

Thanks, God!!
I am glad that 2017 is now in few hours ahead.  I am grateful that 2016 has shaped me in to the person I am now. Well, still I have many list to check in 2017.


Well, so today was beautiful. I had a really good time when I was attending the closed year mass. The Lord genuine told me that I can choose to be a happy person. My prayers and wishes were answered in no times.

Actually He always been there in the bad and good times. I just have to ask for His presence. I am blessed to have such a way to pray with the daily examen and sacred space.

 I always believe that He leads me into something worth day by day.  I am thankful that I have always ask for His guide and protection.

Happy New Year!

Tuesday, December 27, 2016

Review Buku : Bisik Bisik

Bisik-bisik karya Reda Gaudiamo.Saya masih bingung kalau menyebut isi buku sebagai kumpulan cerpen. Sangat singkat untuk kategori cerita pendek yang saya tahu dari dulu.

Judul buku satu ini membuat saya senyum-senyum sendiri.Pas, singkat dan menohok. Jika membaca satu lalu mengaitkan dalam kehidupan kita sendiri. Demikian seperti bercermin.Isinya berupa kumpulan cerpen yang singkat. Banyak dialog. Sepotong-sepotong hingga habis dibaca sekali duduk. Namun bakal panjang dengan pikiran pembaca sendiri.


Mungkin karena saya tidak suka rentetan deskripsi yang panjang, maka saya suka dengan buku ini. Seperti kata om Sapardi Djoko Darmono daam pengantar, cerita penuh dengan makna berbagai pilihan dalam hidup yang tidak pasti.

Membaca bisik-bisik seperti melihat diri sendiri pada beberapa judul karena keseringan jadi orang yang tidak pasti dan penuh kemungkinan.


Saya suka cerita yang judulnya "Nonton" karena itu seperti orang yang lagi PDKT. You know, someone is testing the water, if I am not wrong. Who cares? I am sure that one is currently testing me (geer banget sih, lo! but somehow) . Nah isi percakapan dalam kepala macam begini juga dituangkan si penulis dalam bisik-bisik.




Wednesday, December 7, 2016

Steps to graduate

Somehow...
Despite of the difficulties
I am having so much fun
Excited😎😎😎

Menuju 2017

Well, the end of the year is finally days ahead. I am grateful that I am having fun with my life. I am walking hand in hand with God, over the smooth, rough, windy  and bumpy road of mine.

I am glad that in this Advent session, I have taken some time to the stillness which I can see clearly, to reflect and to embrace myself more. I do grateful that I see myself as a learner. I did many mistakes. I am a sloppy one, who like to leave things as it is. Not to mention my selfiness and annoyance that may hurt the man, plant and animals and the Earth.

I really do hope that all of you guys have really good reflection so we can walk together for the better of our selves in 2017.

Thursday, November 24, 2016

For I know so little

For I know so little
But  am fastly assuming  & talking

For I know so little
But am easly judging & murmuring

Thus, God who fairly treats man
Protect me from the devil in me
Let me be fair enough
To assume, talk, judge and murmur

For I know so little
Let me wisely think, assume, judge and talking
For I know so little

Wednesday, November 23, 2016

somehow somehow

Emotionally tired
Somehow

Things change
myself too

Look around
No one captures

How come
I become so weak

Somehow
Could you see?

Read me

Always that hunger
I feel ashamed
Deep down
Like heavy rain
I wish I could pour my tear
I am too embarassed
Wish one could read me
Capture my eyes
Hold my arm
Read me

Tuesday, November 1, 2016

Haw Par Villa-Merlion-Teater Esplanade- Marina Bay (Hari 2-Bag 2)

Jika ingin jalan-jalan ke tempat-tempat gratis masuk di Singapura, Haw Par Villa bisa menjadi pilihan. Setelah mungkin kalian berkunjung ke universitas terkemuka di Singapura.

Nah, lanjut dari post sebelumnya, masih di hari yang sama, hari kedua saya di Singapura.Setelah keliling keliling Singapore National University yang keren itu, saya lalu mampir ke Haw Par Villa.

Akses ke taman ini sangat mudah. Dari MRT Kent Ridge, saya  ke MRT Haw Par Villa yang masuknya gratis. Nah, tempat wisatanya dekat dari MRT, pas di sampingnya. Jika naik bus, Haw Par Villa juga sangat mudah ditemukan. Kebetulan karena cuaca sangat panas waktu itu, saya kemudian beli es krim cone auntie-auntie di pinggir jalan. Stallnya cuma satu itu. Harganya $1,5.

Di Haw Par Villa atau sebutan lainnya Tiger Balm Garden ini,  kita dapat melihat berbagai patung dan diorama tentang sejarah China zaman dulu.  Sebenarnya  diorama ini mengerikan, ada yang pembantaian dan lainnya. Namun tujuannya untuk edukasi moral pengunjung dan menjelaskan tentang kejadian dan berbagai mitos Tionghoa.





Waktu saya berkunjung ke HPV, kebetulan masih ada rekontruksi beberapa bangunan. Jadinya, tidak setiap spot saya kunjungi.

Dari Haw Par Villa saya menuju ke MRT Raffles kemudian jalan ke Merlion. Keluar dari MRT memang agak membingungkan. Jalan saja terus sampai ke halte bus terdekat, terus susuri jalan belakang halte dan menyebrang menuju Merlion.

Berikutnya saya ke Merlion dan teater Esplanade. Rencanaya mau janjian sama mas Uul, anak backpacker Indonesia. Sayangnya, kami tidak sempat bertemu. Saya sih, ga beli kartu singtel. Maafkan mas. Suasana sore  di Merlion asyik sekali. Banyak pengunjung yang berfoto-foto di sekitar patung Merlion. Ada banyak orang Indonesia tentunya. Bagi warga yang tinggal di Singapura, mereka memanfaatkan area ini untuk olahraga-lari sore.



Saya menghabiskan sore duduk menikmati angin sore di tepi water park sambil makan salak yang khusus saya bawa dari Indonesia, hahaha. Kebetulan teater Esplanade yang berbentuk durian itu mengadakan pertunjukan. Jadinya malam itu saya menghabiskan waktu nonton pertunjukan tarian-tarian tradisional serta acara dari klub dansa. 

What a fun day! Thanks God for the experiences :D

Sunday, October 30, 2016

Menginap di Kallang River Backpacker Hostel (Travel Sendiri)

Sebelum lanjut ke destinasi-destinasi selama di Singapura, saya ingin share akomodasi selama di sana. Tentu banyak yang bertanya, bagaimana saya bisa berjalan-jalan sendiri ala-ala backpacker, cewek lagi. Apatidak takut? Bagaimana penginapannya, bagaimana orang-orang yang saya temui dan bagaimana kenyamanan saya selama bepergian. Sebelum bepergian sendiri, saya sudah yakin dengan keamanan Singapura. Meski sebenarnya pintar-pintar kita untuk menjaga diri dan barang bawaan. Aman kok.

Setelah charging hp di bandara dan sempat mondar mandir cari staff canteen di bandara Changi, jadinya saya segera ke hostel. Malam itu karena capek, jadi di hostel saja.
Dari terminal 1, saya naik skytrain ke terminal 3 dan cari sign ke MRT.

 Sebelumnya saya top up kartu ezlink dari teman seharga $10. Kalau punya teman, bisa pinjam kartu ezLink yang bisa digunakan buat naik MRT dan bus selama di Singapura. Thanks Nikooo. Jangan lupa minta map di informasi. Untuk ke Kallang MRT, kita bisa naik MRT, transit Tanah Merah lalu menuju ke MRT yang ke arah Jong Koon turun di Kallang. Jangan kuatir, informasi di dalam kereta pun jelas.
di dalam Skytrain
Hostel sangat mudah dijangkau dari MRT Kallang, kelihatan jelas dari depan MRT.  Menurut saya, aman  untuk jalan malam.



Setelah sebelumnya ada drama pemesanan lewat boo****.com, saya kemudian pesan akomodasi via ***veloka dengan harga Rp.552.323, 00 untuk 4 hari, include sarapan di Kallang River Bagpacker Hostel. Oh ya kamarnya mix yang untuk 6 orang. Jadi ada 3 tempat tidur tingkat. Lumayan murah.

Awalnya saya sempat ragu yah, pas tahu kalau saya bakal cewek sendiri di ruangan itu. Sebenarnya ada satu kamar lagi yang kosong. Awalnya saya di tunjuk ke bangunan city bagpacker yang juga dikelola sama manajemen Kallang , cuma takut sepi, karena kamar yang satu itu terletak di bangunan yang berbeda dengan ruang resepsionis. Plus untuk malam pertama, hanya saya dan satu lagi bagpacker dari Inggris. Jadinya saya lebeih memilih kamar yang banyak orangnya.

Untunglah ada teman kamar yang baik dari Srilanka. Dengan santunnya dia meyakinkan kalau "it's Ok!It's safe". Thanks God. Kalau jalan sendiri itu pasti dikasih teman yang baik.
Saya dapat tempat tidur yang paling atas. Sementara di bawah saya itu, ada cowok yang kemungkinan bekerja dan tinggal sementara di kamar itu karena banyak sekali bawaannya dan bajunya yang digantung. Ssst, orangnya ga suka berinteraksi, jadi sampai hari kepulangan saya dan teman tidak  tau wujudnya kayak apa. Yang gue lihat kaki-nya doang. 2 penghuni lainnya uncle-uncle yang lagi mengurus visa kerja di China. Dari obrolan singkat kita, bapaknya kerja sebagai chef di China dan lagi mengurus -ngurus surat-surat buat balik lagi ke sana.

Setelah mandi saya cari makan di sekitar hostel. Di sebelah Kallang hostel ada rumah makan sea food yang selalu ramai, lupa namanya.  Malam itu, teman Srilanka ngajak makan di Banana Leaf, rumah makan India. Saya pesan fried rice dengan harga $5. Sumpah porsinya banyak.


 Untunglah, teman makan saya suka mengobrol. Jadi dia itu lagi kerja, semacam sales gitu lah, mempromosikan alat-alat medical yang pakai radiografi di beberapa rumah sakit. Jadi sudah sering ke Singapura juga.
Setelah makan kita jalan-jalan sebentar di Geylang road. Dia nyaranin saya untuk ke mana-mana mending naik bus, tapi karena saya merasa lebih safety naik MRT. Emang aman dan nyaman.
Makan malam di Banana Leaf
 Saya baru berani nyapa uncle, setelah hari kedua. Beliau teryata baik sekali, mau mempersilakan saya sarapan dan memberi petunjuk buat bikin kopi sama teh. . Setelah chit-chat agak lama, beliau nanya:
"Why do you travel alone? "
"Well, actually, the plan was for three of us..bala bla bla bla "
" How old are you? "Keingintahuannya pakcik semakin bertambah, haha
"Hmm, 27" 
" Married?"
"Not yet" 
"Why?"
Yah, pak cik kalau begini gue bisa bilang apa
"Well. I have the plan, of course,  but not this year. I mean I still in graduate school." 
"Boyfriend?" 
Di sini saya bohong, mengingat akan beberapa hari menginap.
"Well, I have but unfortunately he couldn't come with me, but actually he is very open minded person so he let me go"  (jijik gue kalo bohong, maafkan)

Si pak cik angguk-angguk.


Friday, October 28, 2016

Singapore day 2- SNU- Haw Par Villa- Merlion (Part 2)

Dear good readers,I think I am addicting  to travel. While writing this , I am moaning for more. The pleasure and excitement were so addicted. You better try!

Setelah dari  Chinese and Japanese Garden, 
saya lanjut ke Singapore National University. Oh ya di MRT Chinese Garden kalian bisa beli nasi lemak yang murah di stall di depan Chinese Garden. Sayangnya, saya tidak membeli karena ingin makan di sekitaran SNU.

Cara ke Sngapore National University:
Dari Chinese Garden saya balik ke halte Buona Vista (balik lagi ke arah Pasir Ris) lalu transit di Buona Vista ambil MRT circle line (arah Harbor Front) , turun di halte Kent Ridge lalu jalan kaki ke halte bus kampus SNU. 

Tujuan saya ke SNU, pertama mengunjungi SNU museum dan keliling kampus sekalian cuci cuci mata. Ya Tuhan, cowoknya cakep-cakep (Ok, brondong sih, lupakan) Sebenarnya saya agak bingung sih ke arah mana nih kampusnya, tetapi ikutin anak-anak SNU nya saja, naik bis kampus (mirip bis kuning) . Bis kampus SNU warnanya orange.

Museum ini gratis untuk pengunjung. Saya di sambut ramah sekali oleh officer di sana-nya. Lebih excited-nya lagi adalah ruangan-ruangan di museum itu berasa milik sendiri. Belum ada pengunjung selain saya.



Add caption




Hari sudah semakin siang dan berselfi ria pun sudah tidak menyenangkan, hihihi. The thing was I really enjoyed my visit in the Singapore National University museum.  Hope you will do.

Thursday, October 27, 2016

Singapore-day 2-Chinese and Japanese Garden

Seperti yang sudah saya baca dari blog-blog sebelumnya, ternyata memang benar jam 6 Singapura masih gelap banget.Namun jalanan tetap ramai, tetap ada kehidupan.
Pagi-pagi sekali saya sudah siap menuju ke Chinese dan Japanese Garden. Nah bagaimana cara ke sana?

 Kalau hostel kita ada di daerah Kallang, Lavender, Aljunied maka kita naik sampai di halte Chinese Garden ( naik jalur East West Line yang ke arah Joo Koon. 

Dari MRT Chinese Garden kita bisa jalan kaki. Well, pergi ke sini sebaiknya pada pagi hari biar tidak kepanasan.

What I love in the place was all the things there...I love the greens, lakes, pagodas, bridges, trees. I was really in peace there (hahaha)

Let me show you.









Cukup lama saya menghabiskan waktu di sini, sarapan, tiduran. Aktivitas yang ada di sini adalah banyak orang tua yang sedang olahraga dengan gerakan-gerakan yang sangat lamban dan musik yang tenang. Semacam tai chi kali ya.


Wednesday, October 26, 2016

Singapura-day 1


Well well mari kita mulai cerita perjalanan #travelalone #jalanjalansendiri ini.

Berangkat dari Bandung pagi-pagi sekali, mati lampu pula. Nah OOT sedikit yah, malamnya itu di Dago ada kejadian tidak mengenakan. Ada mahasiswa yang pulang malam-malam dibegal di daerah Dago---Hati-hati kalau pulang kemalaman ya.
Saya sudah membeli tiket sehari sebelumnya di Cipa***** Simpang Dago, Rp. 140.000. Kalau kamu bawa fotocopy KTP, dapat diskon Rp. 10.000,00.


 Penerbangan saya masih jam 15.00. Makan dulu di Hokben dan cari -cari charger.  Langsung check ini saja, 3 jam sebelum penerbangan biar bisa charging hp. Di sini ada pemeriksaan. Oh ya kamu yang punya Samsung Galaxy Note 7, dilarang masuk ke pesawat. Lengkapnya bisa dibaca di Airlines banned Samsung Note 7 
Setelah check in kamu bisa  melanjutkan ke imigrasi Indonesia. Hp, dan barang lainnya seperti jam tangan, ikat pinggang, semua dibuka. Segala jens cairan pun tidak boleh masuk. Saya ketahuan bawa susu bear band-Jadi saya habiskan dulu baru masuk ke bagian immigrasi.
 Di imigrasi ditanya mau ngapain di Singapura.

Di hari pertama jalan ini, saya sudah hampir melakukan kesalahan besar, meninggalkan tas yang isinya kamera, identitas, uang di ruang tunggu pesawat. Mana modal cumi (cuma minjam, duh, untunglah ada banyak orang baik dan care di sekitar)
"Is that bag yours? " tanya seorang bapak dari samping antrian masuk.
...
"OH, THANK YOU THANK YOU"  (mencak dalam hati, oh what a stupid thing you did! how come you left the precious bag!)

Saya naik  pesawat Jet**** baru pertama kali. Perjalanan sebelumnya ke India pakai AirA***. Tadinya sempat ragu karena belum pernah naik maskapai ini. Ternyata asyik kok. By the way, saya suka tampilan pramugarinya karena simple dan sepertinya siap untuk bergerak cepat.
Ketika di pesawat, pramugari biasanya membagikan form untuk isian imigrasi.  Pulpennya tinta hitam atau biru ya, yang bisa digunakan untuk mengisi. Saya bawanya hijau, jadi tetap harus diisi di bandara.

 Mendarat dengan mulus di Singapura atu setengah jam kemudian dan berasa excited bgt, (pertama kali, langsung ke toilet dan menghabiskan cukup banyak waktu di sana, hahaha. Mending langsung ke imigrasi deh. Untunglah saya tidak digalakin, cuma malu aja sih.
water tap-bisa minum langsung atau isi dari ke botol kosong yang sudah dibawa


"where have you been?"
"how come an officer call you, you are not listen"
Rupa-rupanya si bapak dan ibu ini sudah memperhatikan gue dari awal gue turun tangga, sempat foto, dan isi form. Soalnya antrian sudah tinggal sedikit. Saya sudah dipanggil-panggil tapi  ngerti kenapa ya, tidak kedengaran.
"Oh ya., oh I am so sorry. I didn't hear.
Selebihnya tidak ada hal penting lain yang ditanya. Mungkin karena saya orang paling akhir, haha.

Nah selanjutnya saya menghabiskan waktu buat charger hp di bandara. Planningnya mau cari cara ke staff canteen yang murah meriah untuk ukuran bandara , tapi apa daya, hp lowbat.



Dari terminal kedatangan, saya menuju ke sky train (gratis)  untuk menuju pusat MRT di terminal 3 atau 2. Oh ya sebelumya saya sudah pinjam kartu ezlink punya Niko biar tidak beli lagi (lumayan penghematan) tinggal di top up sebesar 10 $ (minimal). 

Tuesday, October 25, 2016

Menuju Singapura-part 1 (Bagpacker) - TRAVEL ALONE

Rencana jalan-jalan ini merupakan rencana yang tiba-tiba sekali. Kenapa? Yah, tiba-tiba kepikiran saja walau sebenarnya jadi salah satu life golas juga. Kapan lagi? Saya masih single, selagi saya masih stay di Jakarta. Kebetulan teman saya Irman baru selesai membuat paspor-nya dan punya saya masih belum dapat stiker imigrasi lagi. Yah sudah, karena kita travel ala-ala bagpacker baru pertama kali, jadi saya memutuskan untuk ke Singapura saja. Padahal sebenarnya niat hati ke Thailand cuma karena masih cemas ini itu maka kami sepakat akan berangkat ke Singapura saja.

Berikut pengalaman saya, mulai dari tiket sampai menyusun itinery selama di Singapura. Mengapa ini harus ditulis? Sebagai bentuk solidaritas balas budi (apa sih, LOL)  karena perjalanan ini juga ada karena hasil browsing sana sini. Semoga membantu.

Ticket 
Beli tiket  Jetstar seharga Rp.756.000,00 menggunakan aplikasi traveloka. Sebelumnya saya belum pernah naik pesawat ini. Dari hasil browsing memang banyak  bagpacker pakai ini selain airasia. Nah perjalanan saya bulan Oktober tetapi saya sudah membeli tiket sejak bulan Mei biar murah.

Akomodasi

Teman-teman bisa booking melalui b**king.com. Di  sini teman-teman bisa menentukan jenis penginapan yang paling teman-teman sukai. Tentu saja lebih mengutamakan budget dan kenyamanan. Kamu tidak perlu bayar DP dan lainnya. Pembayaran nanti  langsung di hostel. Oh iya, syaratnya  adalah kamu memasukan nomor atm debit/kredit card. Untuk itu, hati-hati, kalau tidak jadi atau ganti hostel segera batalkan. Biaya pembatalan pun gratis. 
Tara akhirnya saya mendapat penginapan yang cukup murah di daerah Geylang (katanya tempat prostitusi di Singapura)  yaitu Ur*** Hostel. Per malamnya sekitar 119.000,00. Totalnya 47,6 S$ selama 4  malam. Lumayan murah.

Tips :Baiknya setelah urusan tiket selesai, teman-teman langsung booking hotel. Seminggu setelah pemesanan saya yang pertama, harga hostelnya sudah jauh menanjak. 


UPDATE 26/10/2016
Draf pos ini dibuat dari bulan Agustus, so let me update. Saya jadinya jalan sendirian-travel asyik alone. Irman batal karena ada tugas. Fredy ga bisa karena terlalu mepet dan dia juga sibuk. Yah memang tugas harus diselesaikan dul.  Banyak drama hahaha. However it was really for good.

Dramanya : hostel cancel akomodasi malam sebelum berangkat.Pikiran sudah macam-macam, duh bagaimana kalau harganya selangit. The stupid thing I did was call the hostel and ask why they cancel it. At the time, I didn't even thinking the cancellation was a good thing ever happen in this trip.
Panik awalnya. Untunglah ada teman dari bagpacker Indo yang kasih saran.Namanya mas Uul.
Akomodasi kalian bisa pesan di tra*****ka  saja karena semalam sebelum berangkat ke Singapura, pihak hostel tiba-tiba cancel bookingan. Mungkin ga percaya kali ya, karena bayarnya nanti di sana. Good thing to be grateful was I didn't need to pay for  three bedroom padahal perginya sendiri. 

Oh ya, kalau sebelumnya saya bilang beli tiketnya sudah jauh menanjak, sebenarnya kisaran harganya tida begitu jauh. Jika hari berangkat masih jauh, mending menunggu sampai dekat dengan hari berangkat. Satu hari sebelum berangkat saya dapat hostel dengan total harga limaratus ribuan. Oh ya belinya via aplikasi mobile-nya traveloka, harga lebih murah dibanding website.


Monday, October 17, 2016

Remember this

It hurts me when I know someone who deserve better education and life gave up his life.

And I do nothing.

He is a really good young man. You inspire me to be more grateful with my life.
I believe God will never leave you alone. He will bless your little family and bring love and happiness to them. I pray for your strong heart and spirit to always in peace and gratefullness.

Please live to the fullest with all things and problems in your life.

Cipta Ruang dan Cipta Karya



Buah kecerdasan dan kebajikan dan semua bakat yan berlimpah paling baik jika dipergunakan bersama-sama dengan orang-orang disekitarnya (orang-orang Yunani pengikut Zeno dalam antologi filsafat, Graham Higggin, hal. 38)
Demikian bacaan sangat singkat  pagi ini di sela banyak sekali aktivitas pemikiran sedang aksi masih belum jalan. Demikian atas nama kesibukan pikiran. Abaikan.

Jadi di sela-sela masa menyelesaikan studi ini, saya kemudian kembali pada awal. Pada motivasi saya untuk berkuliah lagi. Dengan mengulang-ulang frase di atas dalam pikiran, saya merasa betapa menjadi seorang sarjana atau magister bukan soal gelar tambahan.Menjadi magister butuh tanggung jawab besar dari segi pengetahuan dan tingkah laku yang terutama. Namun yang paling dasar adalah bagaimana ilmu itu bisa dipergunakan bersama-sama untuk kepentingan bersama.

Hayo lo? Sudah belajar apa saja? Aksi nyata-nya apa?

#refleksi

Lalu saya menilai bahwa saya butuh ruang. Selama ini saya selalu berpikir untuk mencari ruang. Saya menjadi takut jika tidak ada ruang dan pemikiran saya menjadi tumpul. Dan mengalami yang namanya berhenti berpikir, mengekor. Oh tidak!

 Nah-nah,  kemudian terbesitlah, mengapa tidak kita ciptakan ruang? Ciptakan ruang! Bikin proposal.
Demikianlah cukup tulisan saya di pagi ini, untuk mengenang keterbukaan mata pikiran dan hati saya terhadap istilah "cipta ruang" dan "cipta karya" (yang terrakhir akibat tugas persampahan, sering main ke website Dirjen Cipta Karya yang datanya belum lengkap) . Beberapa hari ini ide saya begitu menggebu. Saya harap bisa dikerjakan dengan baik. 

Love you, good people!

Sunday, October 16, 2016

Monday, October 10, 2016

A thought

Recently, I realized that I spend too much time focusing on my life. But somehow, at the same time I felt glad that I went thru those phase. Until now, I am still trying to find myself on the right track. Actually on the right mind of mine. Trust me, the busyness just happen on my head and sometimes it sucks my whole soul.

On one fine day, when the wind touched my dry skin, the thought came and I was completely aware of that. I should change my focus more wider and see the whole picture of life. My relationship.My responsibility. My surroundings. My environment.

Oh well, I have been taught adviced, learnt and known that multiple times but the realizing just come completely recently.

This is abstract, right?

Saturday, October 1, 2016

Packing& Moving

Last night I was a bit busy did packing. I'll move to new dorm (kos kosan). The art of packing was about stumbling across the memories of things while putting those into boxes & bags.
I thank God for the landlord's assistents (not the landlord) who are really good in taking care of things in the dorm. They were very good and kind. I pray for their health and welfare.
Also there is one nice guy who always offers me a ride to campus if we happen to meet when he starts his car machine #kekdramadrama.
Add caption

Thursday, September 29, 2016

Orang tua minta cucu

Pagi ini saya bangun pagi dan menelpon orang rumah. Untunglah, bulan ini rumah ramai. Adik saya bersama seorang temannya, sedang di rumah karena mengikuti Kerja Praktek di kabupaten tempat keluarga besar saya tinggal.

Saya agak terkejut dengan isi pembicaraan si bapak. Dua tiga kali sudah mengarah ke soal menikah.  Ternyata semua orang tua sama 😄😄😄. Bukan apa-apa, selama seperempad abad lebih, beliau paling mendorong dan menasihati tentang belajar, bekerja dan berelasi. Kadang saya bingung, ketika sedang hangat-hangatnya teman-teman saya didorong untuk menikah atau paling tidak ada isi obrolan menyerempet ke situ, orang tua saya masih diam. Waktu itu, saya sih kepengen ditanyai.  Sebenarnya, beliau pernah bertanya ke sepupu, "si Ros sudah punya pacar kah?"

Nah hari ini, beliau mulai jujur  soal perasaannya. Kami bercerita panjang lebar soal pencapaian dan lain-lain, yang kemudian sampai pada kesimpulan

"Kami ini masih kurang di cucu",

Ok fix.

Kakak pertama saya belum ada niat menikah. Masih mau cari posisi yang benar-benar settle dulu keknya. Kalau ditanya suka bilang, "saya gampang"

Saya? Skip.

Nah, adik saya potensial sekali
Bahkan ya bahkan, "dijodoh-jodohkan" oleh bapak dan ibu saya. Saya kaget, orang tua saya ternyata masih sekonservatif itu. Kocak.  Bahkan sejak masih di bangku kuliah sudah dipasang-pasangkan, hahaha. Untunglah, orangnya sih memang niat menikahnya juga cepat. Jadi santai saja bawaannya.

Saya kemudian mengakhiri telepon sambil menelan ludah. Serius ini, orang tua minta cucu! Saya harus apa?


Tuesday, September 20, 2016

Not fully review

Book for this month is an autobiography of an Australian author, published in 1995. The book's title is "Penny Dreadful- A woman view of the 1950s & 1960s by Penelope Nelson.

As I am not a native, it's quite challenging to read this book. A lot of new vocabs of course, however I can catch the story.  I haven't finished the book yet, but I'm kind of like it because I find it interesting.

The interesting part was about the author childhood with the chapter's title of Summerland. The sweetest thing was that her grandfather wrote a few poems about her granddaughter.

The poems written in many special occasions of the grandfather and the family. I adore the grandfather who find a way to capture special days and memories in poems. She is lucky to have beautiful poems written by one of her  closest person.

Well, that is the end of review for the summerland chapter.

I would like to update some progress of my life as a student (just in case, some are curious, hhihi and would like to support me by praying😉) So, I am in my 3rd semester right now. Just last week I got the approval for the pra proposal. Now I am waiting for the news of supervisor who will guide me. Also I am doing my literature study as well planning budget of the research to be submitted to the sponsor.
And why why why, I post this in English or read English literature? Actually, I find it still difficult for me to speak in English. One of our thesis defense ( open public seminar 2) will fully conduct in English. I am afraid of doing mistakes and ruining my presentation with my lack of preparation. So here I am, doing one step though it is not directly relate to the speaking.

Oh ya, today when I am in class, the lecturer humbly said that he will look forward to the next material together because he is not familiar with it. He earns my respect.

Sunday, September 18, 2016

Siblings

"We really are giving the best understanding toward our siblings. Sometimes they are just so annoying and  other times they are just so cute and sweet"
I and my older brother have up and down relationship. We are not that close by calls or texts but honestly I do mention his name in every of my prayer. I don't know when he will realize the important of send texts or calls. May one day.

So the thing is, he and my father had a conversation. Surprisingly, he talked to my father to set me up with someone or ask my uncle for help. He worried that I haven't married yet. Jokingly, my father said that of course he must settle first than me. He replied that it will be easy for him to meet someone, So just worry about me.

Well, well, I do appreciate. It  was sweet of him. However, however let me meet someone as God's plans.

Sunday, September 11, 2016

Good day!

Cheers...
I am so in peace right here, right now and I hope as I read this again, I'll be in peace too.

Hope you guys alway be in peace too. Peacefull mind. Peaceful soul. Peaceful you.

And if you are not, just in this very moment, take a deep breath and be grateful.

Thursday, September 1, 2016

Back to Hogwarts!

Halo September, Agustus yang penuh berkah telah usai. Awal baru untuk semua hal baru, setelah intropeksi panjang di Agustus yang mendewasakan. Meninggalkan hal-hal yang lama.
I am ready for a new chapter.

365 hari lagi, semoga saya sudah ada pada tahap selanjutnya. Tahap di mana hidup yang sebenar-benarnya dimulai.
Source :google images
I would take the train to Hogwarts and end my days and nights take care of my research. I am excited to restart again my potion class and have my own table for my work.
From now, lets sing the  school song of Hogwarts. Dumbledore said to choose a favorite tone and mine now is Gemu Fa Mire. (I don't think the song match with the tune, whatever!)

Hogwarts, Hogwarts, Hoggy Warty Hogwarts, Teach us something please, Whether we be old and bald, Or young with scabby knees, Our heads could do with filling, With some interesting stuff, For now they're bare and full of air, Dead flies and bits of fluff, So teach us things worth knowing, Bring back what we've forgot, Just do your best, we'll do the rest,
And learn until our brains all rot.

Hey, you, how was you August? Hopefully you had a fabulous one. What are you looking for this bright September? 


Lets dance the Gemu Fa Mire, together. ;D

Wednesday, August 31, 2016

The pain of a mother

Dear mother,
I am truly happy that you are happy. I am grateful that I can  make you happy as I am now.
Still, the path is long way to go but the thing is I am truly grateful that you always there.

I do believe that the path of me and my siblings is because of your prayer to our Almighty that nourishes  and protects us as always.

As the times goes by, I realize that you face the up and down too in your life. The fact that we, your children contribute to add the difficulties  is one to mention too. However, somehow you manage to accept things between each of us. I am happy that we, your children, become those individuals  that can manage ourselves well, despite of many  imperfections.

I know for real that you love your big family so much ( I can not be specific) . You are taking care of them even they are not even ask. You really want to be part of their life. You are even thinking about them day by day but the thing is, they are not that fond of you. It is a pain to me, to see you hurt yourself because of them (one or two people). I wish I can fix your broken heart. Unfortunate for me, the one that can fix one heart is the one himself and the Almighty God.

Through this long distance, thru this writing, I send my love and prayer to you. He is the one, our  Almighty that can take care of your pain and disappointment. I always hope that the peace is always with you. I do hope and pray that you are always in your best condition, stay happy, strong and  cheerful.

Monday, August 22, 2016

Menikmati Hidup - menuju twenty something

source: google images


Kalau kamu selalu merasa kurang, ssttt artinya kamu masih belum bisa banyak - banyak bersyukur. Kamu pasti sering dengar kan? Bahkan bosan, karena kesekian kali tips-nya  yah satu itu BE GRATEFUL.Kadang kita sering mendengar kalimat-kalimat motivasi. Sekian masalah kita jawabannya sederhana dalam kalimat-kalimat yang diungkapkan sedari kecil. Namun, namun sekali lagi pemahaman untuk ungkapan-ungkapan motivasi dan nasihat-nasihat itu bisa baru datang di kemudian hari. Kita baru ketemu, pengalaman "ahaaa". Oh, jadi ini toh maksudnya, bertahun-tahun kemudian.  Butuh waktu, butuh pengalaman.

Kembali ke rasa syukur. Apa sih sebenarnya yang patut kita syukuri? BANYAK. Ada banyak hal. Bukan karena kamu gajian atau dapat beasiswa, atau bisa traveling, atau dapat jodoh. Mungkin yah karena kamu sering hanya bersyukur pada moment-moment yang tidak rutin ini, maka iyah betul kamu lebih banyak tidak bahagia.

See God in all things. There are a lot of things to be grateful for. The universe, your family, your health, your daily routine, your friends, your knowledge, etc.
Nah biar lebih spesifik lagi  adalah ketika kita mendapat senyum manis di pagi hari, minum air bersih, dapat layanan super baik dari goj*k, ub*r, pelayan minimarket, bisa biayai makan sendiri, bisa dikasih Indonesia yang nyaman tanpa perang, bisa dikasih kakak dan adek yang sehat, bisa sekolah. Kalau ada yang bikin kamu ketawa pagi-pagi itu hadiah. Banyak hal dan sebenarnya sesederhana itu bersyukur dan menikmati hidup. Kenapa? Karena ketika kamu merasa tidak cukup, tahukah kamu, kalau di luar sana ada yang mendoakan untuk berada di posisi kamu? ---Never take something for granted. 


* Tulisan ini bersifat self reminder sebagai hadiah untuk mendokumentasikan pengalaman-pengalaman ahaa.

 

Sunday, August 21, 2016

Masa Kecil

Beberapa waktu lalu saya baca buku Joko Pinurbo, "mari menunaikan ibadah puisi"

"Ah.."
(baca :semacam wow kalau liat sop buah di siang bolong)

Saya tertahan sebentar hingga berhari-hari sebenarnya di judul "masa kecil"sambil mengenang anak kecil yang duduk dan jalan selalu bertiga-tiga.  Tertawa sendiri-sendiri kalau baca komik lucu, terus suka bergantian membaca komik rental-an, terus suka nangkring di salah satu kamar dan sembunyi-sembunyi baca cerpen Aneka Yess, kakaknya teman.

Anak kecil bertiga-tiga itu, mama Reyl,
Waktu itu hidup tidak sekompleks sekarang. Ketika hal paling menakutkan adalah PR matematika dan yang paling membahagiakan adalah saling pinjam komik dan makan bakso di pasar. Tidak sesederhana itu, bertahun kemudian.

 "di sudut sepi, melangkahi hidup
   sambil menangis sendiri-sendiri."
Kami sekarang terpisah jarak, waktu dan bahkan seperti ada di dunia yang berbeda. Seingin-inginnya  mengerti kehidupan sahabat, saya  ternyata tidak mengerti sepenuhnya. Jadi kami dulu tidak bisa membayangkan hidup yang berliku-liku ini. HOWEVER, ada howevernya, Yup, we are grateful, we are greateful to have such a life. Saya selalu bangga dengan mereka. Bangga karena  kami masing-masing berusaha untuk apa yang kami cita-citakan. Meski jalannya tidak semulus melangkahkan kaki lewat pintu Doraemon.

Sebagai ungkapan syukur dan gift buat yang baca, saya kasih lihat yang hijau-hijau. Yang bikin segar mata.
Semacam dedalu perkasa


 

Saturday, August 20, 2016

Tour Sehari ke Jakarta

Sesuai judulnya, kali ini saya ingin menceritakan tur sehari ke Jakarta. Baru kali ini, saya menikmati jalan-jalan ke Jakarta.
Post lengkapnya saya post di blog kompasiana :D


ejak menjadi warga Bandung sementara (terdaftar di RT/RW :D), saya jarang lagi ke Jakarta. Teman-teman sesama anak rantau di Bandung pun ingin main ke Jakarta, so saya bersedia menjadi guide. Kebetulan saya juga ingin bertemu paman yang sedang menjadi kakak pramuka di Bumi Kemah Cibubur dan teman saya membutuhkan informasi di Kebun Raya Bogor. Kami pun memutuskan untuk jalan-jalan sehari di Jakarta, langsung balik, karena tidak ingin ribet menginap. Lagian pertimbangannya adalah jalan-jalan murah meriah. Berikut itinery selama di Jakarta dan Bogor, yang bisa sekali rekan ikuti untuk waktu sehari. Lumayan bisa check in socmed dan berfoto ria Bisa mulai dari mana saja, kebetulan starting point kami dari Bandung.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rosemanise/wisata-sehari-jakarta-bogor-aman-nyaman_57b7e00c2323bdae097aabWisata Jakarta Bogor
ejak menjadi warga Bandung sementara (terdaftar di RT/RW :D), saya jarang lagi ke Jakarta. Teman-teman sesama anak rantau di Bandung pun ingin main ke Jakarta, so saya bersedia menjadi guide. Kebetulan saya juga ingin bertemu paman yang sedang menjadi kakak pramuka di Bumi Kemah Cibubur dan teman saya membutuhkan informasi di Kebun Raya Bogor. Kami pun memutuskan untuk jalan-jalan sehari di Jakarta, langsung balik, karena tidak ingin ribet menginap. Lagian pertimbangannya adalah jalan-jalan murah meriah. Berikut itinery selama di Jakarta dan Bogor, yang bisa sekali rekan ikuti untuk waktu sehari. Lumayan bisa check in socmed dan berfoto ria Bisa mulai dari mana saja, kebetulan starting point kami dari Bandung.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rosemanise/wisata-sehari-jakarta-bogor-aman-nyaman_57b7e00c2323bdae097aab0c
Wisata Jakarta Bogor

Wednesday, August 3, 2016

Good bye July, Good bye you

Hello, it's me, I was wondering
If after all these years you'd like to meet to go over everything
They say that time's supposed to heal, yeah

But I ain't done much healing (Hello, Adele)


Good bye July for being too nice and sweet to me.
For me being a very patient woman in my difficult situation
For me being a logical and cautions in my experiences
For me being an acceptable one
For me being a lady to let the past, to let you as you are now

At least I said hello,
Source: imagefully

...


I am a lucky girl  here. 
I am grateful for my last semester, my roommate, my visitors, my decisions,my family.
I trust myself to walk confidently in the next month, to enthusiastically  work in the next semester. 

Yay, mari kita sambut bulan baru Agustus ini yang penuh berkah. Agustus selalu spesial. Kenapa? Hari lahir saya ada di bulan Agustus. Walau sebenarnya sama aja sih. But, hey, don't take it for granted. 
So how was your July? 





Saturday, July 30, 2016

Puisi Bangun Tidur-2



Lepas malam tanpa cuci muka 

Bikin status, biar eksis?
 Entah selamat pagi kamu yang terbaca klise  
Atau wacana kultwit tentang mas-mas kamar no 8 
 Tentangnya, tentang nikmatkah rokok di kamar mandi?  

Lepas malam tanpa cuci muka  

Scrolling   lini masa pun bagian dari doa pagi  
Dari White House -Michelle Obama dan pidatonya yang wow 
 Dan di White House pula-  Imma Matul Maesaroh-penasihat kepresidenan Amerika-  
Dan Mary Jane yang tidak jadi eksekusi mati 
Dan ucapan selamat jadi ibu untuk teman Dan salam hormat untuk macan & mamud yang bertahan di berbagai situasi
 Dan aku  lagi-lagi merasa cantik meski bukan kamu yang bilang
 Dengan sisa-sisa percakapan Ms Bennet dan Mr Darcy pada malam-malam sepi

 Lepas malam tanpa cuci muka

 Lalu masih ada tagar #GRASI4MU yang bikin risau 
Senyap sedikit, mengenang lalu 
Bagaimana jika MJ menutup mata  dengan tembakan? dan ratusan TKW yang masih mendapat perlakuan tidak adil.  (Bandung, July 2016)

Post original : http://www.kompasiana.com/rosemanise/puisi-bangun-tidur-2-perempuan_57981a35329373d709e6c4d0

Wednesday, July 27, 2016

Puisi Bangun Tidur

Lepas malam tanpa cuci muka
Lepas dahaga,  mendaras syukur dan keluh sejenak
Lalu diam-diam merasa cantik
Meski bukan kamu yang bilang

(Bandung, July 2016) 

Saturday, July 23, 2016

Family


They will not tell you about their bad conditions. You should call  regularly to check on them. 
I texted my father about their condition after days . The reply came soon and I was deeply sad.

Soon after that, I called him.

He said that he run into wood and his feet got wound. He ignored the wound and then it become worse. He said that it's OK, now because he got to see physician already. Too bad, he had to use the stick.

My response was kind of angry. What the hell my father run without sandals?
I said that he was asking to get that kind of sick. He was sorry  to say that he was not even thinking at that time. I could imagine that he was mad at the goats.
Now I know this kind of expression. You are angry at someone, not because you hate them but because they are too precious to have such an accident. Because you really love them so that you angry with them.

I am sad that I am not there to help them do errands or groceries or whatever-
But today my brother arrived home safety. I hope he can do good things while there. However I have no high expectation about him to stay at home. He always have many activities that required him to stay outside. But at least they have him.

Ok, I should call my father again. They told me because I am asking. This because they don't want me have many worries. I am not a nice daughter, didn't even ask how they are doing for about four days.

Get well soon, bapak.

Wednesday, July 20, 2016

Bakso di malam hampir rintik #4

Source :google images 


Semalam kami makan bakso
Tanpa harga di menu
2 porsi bang
Baso urat yang gede, tambahin satu ya, bang

Semalam kami makan bakso
Bakso urat di malam hampir rintik
Dengan seribu kisah
Sambil Menyesap dalam-dalam wangi saledri

Semalam kami makan bakso
Habiskan dulu mie
Lalu biji biji bakso dengan kuah setengah
Meretas tumpukan rindu pada kamu

Semalam kami makan bakso
53.000,neng
Eh??Sambil Menggenggam 50 ribuan
Kurang 3000,.


Ini sisa-sisa cerita semalam ketika saya dan roomate tiba-tiba kepengen makan bakso. Sekali naik angkot dari kosan. Kami hanya membawa 50K.  Saya membawa kartu  ATM.
Menu disajikan tanpa harga, dan kami pun tidak malu bertanya.
"Bang, yang ini berapa?"
"32ribu" (mahal banget, padahal warungnya biasa aja )
"Yang ini bang?"
"20ribu"
"Ok, itu aja bang"
"Bang, bakso urat yang gede tambahin satu ya, untuk yang seporsi" request roommate dengan estimasi paling nambah tidak lebih dari 10rb.
Shortly after,
"Kurang 3000" roommate menaikan alisnya ke arah saya, memberi tanda.Saya menggeleng.
"Saya ke ATM " Untunglah ada ATM.
Namun kami sedang sial malam tadi.Rupanya, yang saya bawa, adalah ATM lama yang tidak berlaku lagi.
Alhasil, balik kosan jalan kaki. Balik lagi ke warung. What a night!

Monday, July 18, 2016

Aktivitas Malam Jumat #3


Di sela-sela kegiatan seminggu, saya menyempatkan diri untuk mengikuti aktivitas yang saya sukai di malam Jumat. Yakni, menulis bareng-bareng teman-teman komunitas CSWC Bandung. Beberapa kali ikut pertemuannya, langsung suka. Saya senang bisa kenal banyak orang baru. Jadi lebih betah tinggal di Bandung. Namun sayang, kadang saya suka absen karena suka ga ada tebengan buat pulang. 

Untung ada mbak Devita. Ok, mari lanjut ke pertemuannya. Jadi host kali, Dika, mengambil tema tentang fotografi. Kita diminta untuk membawa sebuah foto baik print maupun digital yang paling berkesan. Nah, kebetulan saya membawa sebuah foto yang selalu ada di dompet saya. Foto saya dan bapak. 

Aturan main dalam pertemuan menulis kali ini adalah menceritakan foto sendiri dan foto teman. Jadi masing-masing orang bisa menginterpretasikan foto secara berbeda atau pun sama. Kali ini saya ingin share, tulisan Adis, salah satu member kocak, yang berkesan. 


Ayah,...❤😘
Pergi berlayar ke pulau cina
Mancing di laut dapat ikan arwana
Tanpa sadar ayah kita makin menua
Peluk dan dekaplah selama waktu masih ada


Film tarzan sudah ada sejak puasa
Paling enak nobar bersama-sama
Kasih sayang ayah sepanjang massa
Kadang kita baru sadar setelah dia tak ada


Malam jumat mimpi ketemu pangeran katak
Apakah ini suatu tanda bahaya?
Ayahku memeng sangar dan galak
Tapi aku selalu cinta dia apa adanya


atuh cinta berjuta rasanya
Sakit hati pengen minum baygon bawaanya
Kalo kalian mengaku cinta pd ayahnya
Please....jaga & bahagiakan sisa hidupnya


Hidup itu kadang penuh tanya
Tapi sang pencipta punya jawabnya Pernahkah kita bertanya?
Kapan terakhir kita bilang i love you padanya.......
(Adis, 2016)

Dalam waktu singkat, mas Adis ini bisa bikin pantun yang berirama begini. Salut!

Semoga kita mampu membahagiakan kedua orang tua kita. Semoga kita menjadi anak-anak yang berbakti dan tentu saja mampu membanggakankedua orang tua dengan menjalani hidup sebaik-baiknya.

Cheers, buat kamu!

Sunday, July 17, 2016

Beta carotene for better eyesight #2

I don't like carrot by the way. I mean when eating the raw one. 

As I am growing older, the  awareness of healthy is increasing, somehow.  When I read a post about "How to improve eyesight naturally?" , suddenly I realized that I better have much supply of beta carotene. I start wearing glasses when I was in Junior High School, 2nd grade. It was because my reading habit became worse. Reading while lying down, in the dark and might sitting to close to  TV as well. 
 Don't ask why  I was so attached to reading at that time :D. The comics  and novels (Oh dear, I have to mention Conan, Kungfu Boy, Serial Cantik, Captain Tsubasa, Samurai X, HP, Enid Blyton serials, R.L Stine serials). I didn't have them though, borrowed to the rent and friends so it forced me to read at a speed because I have to exchange comics with friends in order to save our pocket money. 

So here I am, at minus something.Eating raw carrot is not best choice for me, because its not sweet. While others said otherwise.  I just don't like it. I did browsing for the mixed carrot juice recipe. Many suggest to mix  carrot with lemon juice and mangoes. 


Here the recipe for 1 serving of carrot mixed lemon juice. 
1. Mangoes : a proper amount 
2. Lemon juice : one is enough ( warning : First you have to juicing the lemon, don't ever put the raw lemon directly to the blender or juicer, LIKE I DID, POOR ME. It tasted bitter because the seeds)
3.Carrots :  3 carrots is enough.
4. Water and Sugar if you like it sweet. 

It was refreshing. You can make it in the morning or in the afternoon. For me, I drank it after dinner. Why? I want to gain more weight :D

Selamat mencoba!Good luck! 

Saturday, July 16, 2016

Review Pride & Prejudice #1 #30dayswrititingchallenge

Novel Pride & Prejudice ini ditulis oleh Jane Austin dan dipublikasikan pada 1813. Jadi novel ini sudah sangat lama dan pasti sudah banyak direview. 

Diceritakan tentang  pemikiran dan perilaku seorang  Elizabeth Bennet, putri keluarga Bennet yang menghadapi situasi sehari-hari di kehidupan keluarga dan sosialnya di keluarga Inggris kebanyakan. Bagaimana pandangan seorang Elizabeth pada status sosial, pernikahan, pendidikan, dan hal-hal lainnya di kehidupan pada masa itu. 

Dari apa yang saya tangkap, pride mengangkat kebanggaan dan pembawaan seorang Elizabet, seorang wanita dari keluarga yang biasa-biasa saja. Mulai dari menolak perjodohannya dengan salah satu sepupunya. Padahal dari pertimbangan sang ibu, sepupunya ini adalah masa depan keluarga karena estate  tempat mereka tinggal akan menjadi milik sang sepupu. Ms Bennet yang satu ini juga berbeda dari perempuan kebanyakan, bebas berpendapat dan tidak seperti perempuan kebanyakan waktu itu. 
Pride & Prejudice, kindle version

Kemudian prejudice, mengangkat Eliza yang punya pandangan buruk terhadap Mr. Darcy, yang kelihatan sombong karena jarang berbicara dan kebetulan anak orang kaya. Dari beberapa pertemuan dan obrolan dengan Mr. Darcy, hampir semua anggoa  keluarga Bennet setuju untuk memandang Mr. Darcy sebelah mata. Mereka lebih menyukai Mr. Bingley dan Colonel Fitzwilliam yang pintar bergaul dan menarik hati. 

Secara umum, karena saya membaca bacaan ini dalam bahasa Inggris, sebenarnya agak sukar dipahami kata demi kata (edisi belajar). Bahasanya sastra banget. Vocabnya tuh banyak yang  baru Sebenarnya mungkin struktur kalimat yang ribet, semakin banyak adjective-nya. Bukan kalimat-kalimat sederhana. 
Jadi bahasanya semacam begini : 

 ‘Your conjecture is totally wrong, I assure you. My mind was more agreeably engaged. I have been meditating on the very great pleasure which a pair of fine eyes in the face of a pretty woman can bestow."

Begitulah, asyik sih bacanya. Selamat membaca :D

Thursday, July 14, 2016

PH

source :google images

Halo sahabat, 
Kali ini mari kita bahas salah satu topik yang beberapa tahun terakhir ini saya hindari. Saya pikir, biarlah untuk saya renungkan sendiri, toh ini pribadi dan tidak ada hubungannya dengan siapa-siapa. 
To make it short, now I want to talk about it. 

PH,  pasangan hidup. Yup. Hidup berpasang-pasangan yang dari Tuhan. Topik ini sudah sering menjadi diskusi sejak hari-hari kuliah kami di asrama. Saya akrab dengan nasihat untuk mendoakan pasangan hidup yang dari Tuhan. PH itu sebaiknya di bawa dalam doa. Kemudian saya yang malu-malu menjawab, "ah, malu sama Tuhan" 

Kak Rani yang waktu itu mendengar agak terkejut dengan jawaban saya. Saat ini juga saya kembali merenungkan jawaban saya itu. Apa sih? Malu-malu sama Tuhan. Toh, saya diciptakan Tuhan dan ngapain malu? Mungkin waktu itu, hubungan saya dengan Tuhan terlalu rutin. Rutin sehingga doa-doa hanyalah seperti rangkaian kalimat kosong tanpa makna. Hanya serangkaian kewajiban yang harus saya jalani untuk disebut sebagai cewek baik-baik. 

Well, sekarang hubungan saya dengan Tuhan sudah baik, walau naik dan turun tetapi saya benar percaya dan  bersyukur akan segala karunia dan talenta serta hari-hari yang Tuhan berikan. Saat ini doa bagi saya bukan rutinitas kosong. Saya mengundang dan merencanakan sesuatu dalam Dia dan percaya bahwa Tuhan selalu hadir. 

Teman saya Fitri pernah mengatakan di saat menunggu jodoh yang tepat, kita harus memantaskan diri menjadi pribadi yang tepat. Di artikel lain yang saya baca juga, untuk mendapatkan yang baik, kita harus menjadi yang baik. Baik saja tidak cukup,  tapi seseorang yang mendahulukan Tuhan di atas segalanya. 
Saya banyak PR untuk menjadi orang yang lebih baik dari kemarin. Sejauh ini saya selalu berusaha menjadi baik dengan cara saya. Mencari jawaban dengan banyak membaca artikel-artikel dan melakukan praktik. Saya sadar memiliki banyak kekurangan dan membutuhkan banyak perbaikan di sana sini. Saya takut, khawatir dan cemas serta merasa tidak pantas dengan tuntutan dunia yang semakin keras.  
Di kala saya mencari ke sana ke mari, kadang  saya lupa percaya pada Tuhan. Lupa berserah pada Tuhan. 

Saya berbicara di telepon dengan bapak dan beliau memberi saya satu kalimat yang ia dapatkan dari kegiatan training beberapa tahun silam. KERJA KERAS, DOA KERAS.PASRAH KERAS. 

OK, FIX. Baiklah, tulisan ini ternyata bukan soal pasangan hidup saja melainkan apa pun aktivitas dan kekalutan kita saat ini. Cheers!

Monday, July 4, 2016

Review Drama Korea MISAENG -Recommended


Hola kamu.., kali ini saya mau bikin sedikit review drama Korea. Mengapa harus repot-repot bikin review ini? Soalnya ini drama beda sekali sama drama kebanyakan. Drama Korea tanpa "drama" yang berlebihan. 
Misaeng diangkat dari webtoon Korea karya om Yoon Tae Ho yang popular di Korea pada tahun 2012-2013 kemudiandiangkat menjadi drama pada 2014.

 Mengapa bisa popular? Karena ceritanya begitu dekat dengan kejadian realistis pegawai kantoran di Korea. So, kemudian banyak yang menawarkan webtoon ini untuk didramakan. Ternyata, banyak yang menawarkan namun pilihan kemudian jatuh pada pihak produksi yang tidak mengubah isi cerita. Banyak yang menawar dengan mengubah-menambahkan alur kisah cinta. Nah, PD Yoon Tae Ho,keukeh ga mau. Meski ga ada cinta-cintaan  cowok cewek, kamu bakal terhibur dengan drama ini karena ada jenis cinta yang lain. Cinta passion, cinta karakter, cinta kerja, cinta teman dan tim, cinta keluarga, dan cinta diri (dengan level sewajarnya).

Dikisahkan seorang Jang Geu Rae (Yim Si-Wan) yang menjadi seorang intern (pegawai magang-kalau bagus akan diangkat jadi karyawan kontrak/tetap) di salah satu perusahaan trading internasional. Drama ini mengisahkan bagaimana kehidupan Jang Geu Rae dan beberapa intern lainnya dalam bekerja sehari-hari. Drama ini akan sangat berkesan bagi mereka yang sudah bekerja karena ada  scene-scene yang  bakal sama atau malah pernah kamu alami. Tentunya  bikin kita senyum-senyum sendiri. Untuk kamu yang akan bekerja pun, drama ini relevan sehingga kamu bisa belajar bagaimana jadi karyawan yang baik. 


Source:google images u 
Saya pribadi mengambil banyak hal dari drama ini. Ketika menonton, saya teringat bagamana dulu saya bekerja (sekarang student) . Saya masih jauh dari profesional dan jauh dari yang namanya kerja keras. Sikap saya ke manager juga (manager di kantor pertama) juga kurang mengenakan. Sedih deh. Maap ya pak Deepak, suka malas-malas nih saya. (Dia ga bisa bahasa Indonesia, jadi ga bakal repot-repot baca tulisan ini)

Untuk review lebih jelasnya, bisa teman-teman googling. Sudah banyak yang menuliskan. Semoga semakin banyak yang menonton dan mengambil banyak manfaat dari drama MISAENG. 

Happy watching!

Saturday, July 2, 2016

Late POST- naik gunung pertama kali-2985 mdpl

Sebelum benar-benar lewat, saya ingin sedikit demi sedikit mengumpulkan sisa-sisa "kecapean" naik gunung Gede. 
Saya sendiri super terkejut dan tidak menyangka bisa naik gunung. Mungkin berlebihan tapi memang demikian, sudah lama saya dengan seenaknya menyimpulkan bahwa saya tidak bisa naik gunung. Padahal belum mencoba. Demikianlah saya kemudian merasa naik tingkat satu level sebagai manusia. Intinya adalah jangan sekali -kali memandang rendah niat di dalam hati. Pesimistis hanya membawa diri pada tingkat itu-itu saja. Alih-alih berkembang.
Lalu pertanyaannya adalah, "  Mengapa berkembang penting? " 

Tuhan kita yang baik, menciptakan dunia yang luas dengan berbagai keunikan di tiap-tiap daerahnya. Sentuhannya pada masing-masing orang saja beda-beda. Meski kembar pun, tetap pribadi satu dari yang lain, berbeda, apalagi daerah. Ada pantai, gunung, bukit, sungai, kebun, taman, kota, desa, budaya, orang dan hal-hal lainnya yang perlu kita kenal. Mengenal banyak hal membuat kita semakin banyak tahu sehingga pemikiran dan sikap kita, tidak menjadi sempit dan kerdil. Sempit dan kerdil hanya akan membawa pada rangkaian kesombongan-kesombongan yang tidak pada tempatnya. Kita, saya dan kamu seringkali terjebak dan jatuh dalam jenis dosa ini. Tagar #kurangpiknik memang cukup beralasan kalau ppl sudah melihat banyak sikap jenis ini meraja rela. 

....
Baiklah, balik ke topik.

Persiapan 

Fisik 
Oh ya, perlu dikenalkan, ketua tim jalan-jalan ke gunung ini kebetulan master naik gunung. Namanya Didi. Kalau mau naik gunung, ngajak Didi saja, kadang suka buka open trip.  Si Didi sudah dari jauh-jauh hari mengingatkan bahwa persiapan minimal adalah olahraga. Minimal dua minggu sebelum naik, sudah jogging. Nasihat ini tentu saja saya iyakan dengan antusias. Namun kenyataanya, saya jogging H-2, sekali keliling kompleks dan sekali di Sabuga. Di Sabuga, saya malah tergoda senam bersama.   Jangan ditiru! Padahal Dianti, lari 3 km selama beberapa kali putaran.

Dokumen dan Uang Masuk
Untuk naik ke Gunung Gede, teman-teman harus mengumpulkan fotocopy KTP dan surat keterangan sehat dari dokter. Nah untuk surat sehat bisa diurus di Puskesmas terdekat Mengapa bukan Layanan Kesehatan Kampus? Ternyata tidak diizinkan untuk mengurus di kampus. Iya sih, risiko perjalananan ditanggung sendiri. Untunglah, pengurusan surat keterangan sehat di Puskesmas Dago sangat cepat dan lancar. Antrian kita beda sama antrian pasien, jadi lebih cepat.

 Uang masuk untuk ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah sebesar  27.500 (untuk hari biasa) dan Rp.32.500 (weekend). Sebenarnya kita bisa pake kategori pelajar dengan membayar Rp.16.000,00 namun kemungkinan mengurus surat pengantar institusi agak ribet.

Alat, Perlengkapan & Makanan

Sebagian perlengkapan atau malah hampir perlengkapan utama dibawa master dan kawan-kawan cowok. Isi tas 25 L saya, sleeping bag, baju untuk tidur semalam, pakaian untuk turun dan pakaian pulang,cemilan, dan AQ** 1,5 L, dan sandal jepit. Tentunya, sweater dan jacket.Oh ya, saya tidak tahu kenapa, saya mengenakan baju putih. Sewaktu start baru sadar kalau saya pakai putih. Yah, baiklah dengan semangat "berani kotor itu baik"
Tim
Perjalanan
sebelumnya, kira-kira pukul 19.00 kami kumpul depan kampus ITB dan dengan menggunakan 2 mobil sewaan menuju Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Menginap semalam di penginapan dan parkir mobil sewaan di sana selama dua hari di Cibosas.Pagi-pagi sekali setelah sarapan, kami naik angkot menuju Gunung Putri. Track yang kami lalui  ketika naik sangat lumayan (apa ini? ga jelas) 

Ada dua jalur untuk naik gunung Gede, melalui  Gunung Putri dan Cibodas. Kami naik dari Putri dan turun lewat Cibodas. Dua jalur ini sangat berbeda. Jalur Putri, tidak terlalu berbatu sedangkan jalur Cibodas, jalurnya lebih banyak batu dan lebih variatif karena ada " tebing setan"  dan jalur air panas yang sempit dan licin. Untunglah kami naik dari Putri, kemudian turun Cibodas.

Nah sampailah kita di padang perkemahan yang luas. Saya sempat loh, lari-lari keliling kegirangan. Semacam film Bolywood dan tiduran. Maaf kelakuan bocah banget. Foto-foto ga tau diri,,pakai kamera orang pula sampai si Bima mengeluarkan statement semacam, "ka Rosa, masa gitu? Kan selama ini image-nya   dewasa, diem." 



Pose impian setiap kali ngeliat padang rumput. Ahayyy, Surya Kencana 
Satu hal yang menarik perhatian dan perlu dipikirkan adalah banyaknya sampah di setiap pos. Saya heran. Biasanya jiwa-jiwa pendaki itu tahu diri dan sadar serta cinta lingkungan.
Sampailah di penghujung POS, apakah saya akan naik gunung lagi? Sepertinya IYA.