Tuesday, November 30, 2010

Don't be passive

Hey world.., how about the day, hah? It is always good though our feels not like the day. But, i hope we can learn something today to make better than yesterday. My yesterday was great with great people, and i must say  that i love my Monday exactly in this term.  I am very happy because my lecturers(quantum chemistry and organic chemistry) not only gave the lecture about the materies but they gave an advice to be better person in our life. I always love this. 

Mrs Wid said that:” all of you to be more active, don’t be only receive other words or order but you must active to ask if you don’t know about something. You must decide what do you want, don’t be just say yes,yes.  You must be brave and development how to communicate with other people, so you can have a good soft skills. Don’t be passive!”

The words are given by her, made me conscious about my character. I think i less in brave to asks something that i don’t know and less to be an active person. I think i can to be more active, with improve concentrate and to be focus.
Life is learn whatever day by day.. so friends,  what do you learn today? 

Friday, November 26, 2010

Senyap

Senyap. Aku selalu suka. Terkadang seperti raja dalam diri. Bebas. Senyap dan aku selalu suka. Diam dan lagi-lagi senyap. Aku merinding, namun aku suka. Senyap itu dalam. Senyap itu indah. Aku, bersamaku menikmati aku dalam kepenuhanku.

Kuhirup dalam nafas ini, terasa begitu memuaskan. Merasai, menyadari dan ragaku membatu tapi hatiku mengalir bagai air dengan bunyi gemericik yang indah, dalam senyap. Biar gemuruh dan riak di sekitar, aku tak takut lagi. Aku tak takut, karena dalam senyap ini aku aman. Aman dalam senyap dan aku suka. Adakah yang lebih indah?

Jawabmu, ada. Memang selalu ada. Mungkin itu cinta, bisikku. Ya, jawabmu lagi. Cinta. Cinta. Cinta. Ternyata dari dulu, aku selalu bertanya, apa itu cinta? Di tiap jalan, aku temui banyak hal dan kadang aku merasai cinta begitu rupa. Tidak terkatakan. Tidak terkatakan, memang. Lagi-lagi dalam senyap dan aku selalu suka.

Aku belajar mencintai. Egoku sering menjadi musuhku. Ternyata aku selalu ingin dicintai. Aku memberi cinta? Mungkin hanya sedikit, tidak semua karena cintaku, itulah kepentinganku. Ada sesuatu di balik cinta itu, dan aku selalu menginginkannya.

Aku sering bertanya, kapan aku bisa memberi cinta tanpa menginginkan sesuatu di baliknya. Begitu indah. Sungguh begitu indah, ketika bisa memberi tanpa berharap. Sungguh indah. Aku pernah merasainya. Sungguh, aku ingin mengulangnya lagi. Sungguh, aku ingin merasainya lagi.

Lagi-lagi dalam senyap ini indah. Sungguh. Diamlah. Tenanglah. Aku ingin bersamamu dalam senyap. Biar kita rasakan. Biar kita nikmati senyap dan temukan sesuatu. Yah, akan kita temukan sesuatu dalam senyap.

Thursday, November 25, 2010

Ruang dan Waktu

Aku menebak-nebak, seperti apakah aku nanti, seperti apakah kamu dan seperti apakah dia? Kadang terlalu terlambat untuk menyadari bahwa apa yang kita lakukan salah atau ternyata benar dan ada artinya. Sesuatu memang tidak ada yang sia-sia. Kita selalu belajar darinya. Dari hijaunya rumput sendiri ataupun rumput tetangga yang selalu lebih hijau. Namun aku pikir, untunglah aku masih memiliki bunga di halamanku. Tak perlu rumput tetangga, mungkin bisa jadi motivasi.

Hari ini sama, seperti kemarin. Masih sama. Aku meringkuk di kelam malam. Tidak mencekam tapi meradang. Ada kata yang terdengar pahit, hingga menusuk sukma. Sesuatu yang hitam selalu ada di atas putih. Tak habis pikir, seuntai suara bisa begitu rupa. Manis bersuara namun miris terdengar. Jika hanya kamu ada? Bisakah kamu bertahan? Tanpa siapa pun. Terdengar seperti lelucon. Gurauan  yang membuatmu senang. Namun  ada yang menangis sedih, meski tak terlihat. Terlalu malu-malu.

Banyak hal ingin kutanyakan, jika kamu mendengar suara desahan yang hampir tak terdengar. Di antara angin malam dingin. Kusapa bintang malam yang hanya diam. Selalu diam. Hampir sama sepertiku, di antara hari yang akan berujung. Menunggu sesuatu yang mungkin terjadi hingga letih.

 Selebihnya, masih banyak pertanyaan tak terjawab. Seperti apakah aku nanti? Masih buruk kah ataukah lebih baik setapak demi setapak, selangkah demi selangkah. Masih egokah? Berdiri di atas dua kaki hanya untuk dua kaki ini sendiri, sementara banyak kaki-kaki lain tak berfungsi, ataukah menggendong dan menuntun. Namun apakah aku ini? Hanya jika ini jalan dari Nya, selalu ada yang terbaik tanpa harus lari dan bersembunyi.


Tembok-tembok runtuhlah, pintaku. Aku ingin keluar, beranjak dan hidup. Tanpa hidup dalam mati. Aku ingin menyapa rumput di halamanku, rumput tetangga atau rumput di jalanan. Tanpa harus mencabuti. Aku ingin menyiram, memupuk dan membiarkan sang mentari memberi nyawa baru. Nyawa ini, sebelum kembali lagi nantinya, pada empunya.

Serangkaian kata bukanlah tanpa makna. Sama seperti hidup.

Tuesday, November 9, 2010

Masih tentangnya...

Mataku tak mampu menatapmu


Yang telah meninggi di sana, silau oleh matahari.

Aku sering bertanya, masih kah kau ingat ketika kita masih sama tinggi bahkan mungkin

Ketika aku lebih tinggi, tapi tetap tak jauh darimu.

Kau selalu bisa mengejar dan aku selalu saja terkejar,

Entah karena terpana melihatmu

Kau secepat angin, melesat, tak kelihatan jika aku tak menyipit

Akar ini ternyata masih ada, kadang seperti tumbuh lagi

Tanpa kutahu darimana air ataukah pupuknya

Aku sadar,

Selama masih ada, belum tercabuti

Engkau masih ada, bersinar di tengah keremangan.

Tanganku tak mampu menggapai, karena kau telah menjadi seperti pelangi

Aku hanya ingin menatap hingga mata ini perih

Ada rasakah?

Biarkan kau tetap di sana, tidak untukku saja

(09102010_dalam malam)

Friday, November 5, 2010

Kamu

Kamu memiliki apa yang kubayangkan
Kamu
Kamu
Aku tak tahu apa yang akan kukatakan mengenai kamu
Kamu sang inspirator
Aku di sini, bagai anak kecil memandang langit