Skip to main content

Posts

Showing posts with the label humanlife

Past and Present

Why you appear again in my dream Its clearly pictured We walked, the same path I guess, years ago It was wet road still We talked, exchanges stories We both happy We both laughed to the same jokes still Time flies I know you are happy and so do I I guess Nothing left anymore

Puisi Bangun Tidur-2

Puisi Bangun Tidur-2  * Lepas malam tanpa cuci muka  Bikin status, biar eksis?  Entah selamat pagi kamu yang terbaca klise   Atau wacana kultwit tentang mas-mas kamar no 8   Tentangnya, tentang nikmatkah rokok di kamar mandi?   Lepas malam tanpa cuci muka   Scrolling   lini masa pun bagian dari doa pagi   Dari White House -Michelle Obama dan pidatonya yang wow   Dan di White House pula-  Imma Matul Maesaroh-penasihat kepresidenan Amerika-   D an Mary Jane yang tidak jadi eksekusi mati  Dan ucapan selamat jadi ibu untuk teman Dan salam hormat untuk macan & mamud yang bertahan di berbagai situasi  Dan aku  lagi-lagi merasa cantik meski bukan kamu yang bilang  Dengan sisa-sisa percakapan Ms Bennet dan Mr Darcy pada malam-malam sepi  Lepas malam tanpa cuci muka  Lalu masih ada tagar #GRASI4MU yang bikin risau  Senyap sedikit, mengena...

Human Being to become more Human

 "This is my reflection/lesson learn from  AYA/ATF program Kerala, India,& it is re-post from http://www.icmica-miic.org/home-eng/31-about-us/asia/7941-rosa-d-panda.html " "Human Being to become more Human." That was one of my important points which I got from the AYA/ATF program.  At first I was kind of wondering, what is that mean? We are human, why we should be more human? But then in my reflection, I have found that nowadays we live in such a consumerism and materialistic era, we are searching to gain more and more, then fighting each other over thing, then we forget about humanism, and the others creations of God like the Earth even the empty spaces too. Our mainl focus on 2014 AYA/ATF program is about the relationship between human, Earth, ecology and how to sustain it  based on farmers lives in ASEAN countries. It was an honor to be invited and participated in such a conference with the sharing and experiences from many inspiring youn...

Mengurus Visa India

Hai guys, Semoga harimu menyenangkan, dan itu pasti jika kita berpikir demikian. Mari berpikir positif. Pada post kali ini, saya akan membahas tentang tahapan membuat visa India untuk yang ingin jalan-jalan ke sana, tepatnya di Kerala (India bagian selatan). Kebetulan, 15- 26 July lalu, saya dan beberapa teman Komjak berkunjung ke sana untuk beberapa keperluan dengan menggunakan visa tourist. Biaya pengurusan visa Rp.472.000,00. Untuk pengurusan visa ini, tidak bisa diwakilkan. Jadi yang mau berangkat harus mengurus sendiri ke Kedutaan India, karena ada prosedur finger print. Sedangkan untuk pengambilannya bisa diwakilkan dan jika tidak bermasalah visa sudah bisa diambil pada sore hari (kira-kira pukul 16.00 WIB) .  Oh ya, selain diurus ke kedutaan, jika benar-benar tidak sempat teman-teman bisa mengurus Visa On Arrival. Namun baiknya teman-teman mengurus ke visa tourist ke kedutaan.Jam pelayanan 8.30-12.30 WIB. Kantor Kedutaan India, daerah Kuningan Jakarta Seperti pada p...

Saya waria, Mba

  Kehidupan sendiri-sendiri itu tak lepas dari indomie atau pop mie pada malam-malam setelah lewat pukul 22.00.  Saya dengan sebungkus indomie di tangan,  melangkah ke dapur yang digunakan bersama di kos kosan.  "Hi mba" sapaan bernada ramah dan ceria menyambut saya. Agak terkejut  karena sosok yang saya lihat berperawakan tinggi besar  tapi dengan suara yang cukup enak didengar. Pandangan saya kembali fokus mengambil peralaan masak di sudut meja dapur. Saya tahu dia tapi belum begitu kenal. "Hi mba, masak mie nih, lapar malam-malam" balas saya sambil tersenyum sekilas.  "Mba,masih kerja di tempat yang lama?" "Hem, emang ada tempat baru mba?" bisik saya pelan kemudian tertawa kecil sembari bermain dengan percikan air di kran pencuci piring. Saya "ngeh" sekali kalau saya belum pernah bercakap-cakap sebelumnya dengannya.  Dia kemudian tergelak. "Iya deh mba,gue basa basi busuk banget ya. Tapi kan yah sekedar ...

Sedikit review untuk Kukila

Kumpulan cerpen milik Aan Mansyur dalam Kukila, tidak bisa untuk dilewatkan begitu saja. Saya suka kesederhanaan dalam tiap tiap cerita meski ada beberapa konflik rumit namun tetap kesederhanan menjadi ciri khas isi cerita dan pilihan kata. Saya juga suka mengeja Kukila, dan menarik ketika selalu membaca nama beberapa tokoh Kukila dalam cerpen ini. “Masa lalu tidak pernah hilang. Ia ada tetapi tidak tahu jalan pulang, untuk itu ia menitipkan surat.” (grrrrr, kalimat ini sesuatu sekali. :D. Rumit untuk menjelaskan perasaan dan apa yang saya pikirkan ketika membacanya. Ahaaa, sekali! ) Dari semua kumpulan cerita pendek Kukila milik M.Aan Mansyur, saya pilih satu cerpen "Aku selalu bangun lebih pagi".   Kisahnya segar dan terkesan mendalam bagi saya walau kisah ini sangat sangat sederhana. Saya suka pilihan katanya.  Tidak terlalu rumit seperti isi cerpen berjudul " Kukila"  yang memuat konflik yang berani dan terbuka. Mengapa? karena berani memuat...

Suatu Sore

bising dan asing dalam diam dan lari lari  langit biru yang mulai gelap dan sinar yang tinggal secercah membungkus lipatan-lipatan harapan dalam koin-koin kecil lima ratus rupiah tenggelam dalam narasi panjang lamunan ada asa dan ketakutan yang berdiri sama tinggi dan Tuhan memberi sebanyak permintaanmu (Jakarta, 2014)

Bahagianya, membaca kembali tulisan sendiri

Membaca kembali tulisan-tulisan beberapa tahun lalu adalah bagian menyenangkan. Berbagai perasaan berkecamuk, karena waktu yang telah membuat lupa.  Rasa ingin tahu, misalkan; Ada tulisan yang bercerita mengenai seseorang tetapi identitas seseorang tersebut tidak dijelaskan secara gamblang,  jadinya saya bertanya-tanya, siapakah itu yang saya maksud? Oh usia, mengapa kau membunuh ingatanku perlahan? Apalagi kalau topik yang dibicarakan bersifat sensitive, soal perasaan misalnya. Ah, memang selalu soal perasaan yang tertulis di blog (hadeh, curhat banget) . Seperti puisi tanpa judul  berikut , saya masih bertanya-tanya untuk siapa puisi ini saya tulis. Sayang jika harus dilupakan, padahal saat itu mungkin pikiran saya pasti sedang galau berat, sampai mellow begitu M Kemudian rasa surprise , kok bisa ya saya bisa menulis seperti itu. Ada yang begitu mellow , puitis  dan ada pula yang alurnya tidak jelas. I am just finding that read your own ...

Rent Room

Two weeks ago, I moved to a new rent room, still in West Jakarta. A very typical of many of rent rooms with doors closes beside each other. It is kind of strange because I used to have not a kind of rent room but it reminds me of my first dorm. The different is the distance between rooms opposite each other, here is too close while my first one was wider. Since March 2013, I rented one room, the room was pretty good, it is average and clean, no needed to buy mineral water provided by hosted. Well, we lived together with the hosted family, an old mother who lived with her children. Also they only rent rooms five rooms so it was not so crowded. I love silence by the way, but it is not so silence because house is beside the mosque. My new rent room offers what I need, a kitchen with many of stoves in there, washing machines and a wifi. I love the wifi, the speed is amazing but sometimes my IDM bar does not appear and also the netbook's touchpad is too sensitive L , it makes the ...