Thursday, June 30, 2011

Di Kolong Langit

Kalo buka pintu kosan bagian belakang, lihat ini



Angin dan langit hari ini, sungguh mereka bermain-main
Ingin menggapai tapi tubuh ini terlalu kecil,
Berbaring di kolong langit, tapi bukan beralaskan rumput
lantai keramik keras yang dingin
Kadang terdengar kicauan burung yang menjawab setiap pikir
Ayam di kejauhan yang berkokok terlalu siang, entahlah karena matahari sudah tinggi
Sesekali  bunyi palu dari tukang tetangga sebelah,  mobil yang berdesing di kejauhan dan bunyi ketikan papan keyboard
Ada harmoni
Dedaunan hijau hanya melambai karena angin berganti bermain bersama mereka
Nyamuk tak pernah henti mendekat disusul tepukan tanpa hasil
Ah, aku tak mau dimangsa
Ah lagi, semut kecil pun tak ketinggalan merayapi dinding, merayapi kaki, merayapi snack
Dan setelahnya merah hampir seperti tanah
Ah, bau tanah karena hujan tadi malam

 (Hari terakhir di bulan Juni, 2011)

Saturday, June 25, 2011

Saya suka dapat award:)

Award yang saya tahu adalah salah satu bentuk apresiasi yang diberikan seorang blogger ke blogger lainnya yang menjadi pengikut si pemberi award. Nah, alasan pemberian award ini biasanya dalam rangka blog's annyversary, tulisan atau followers blog yang memenuhi jumlah tertentu.

Bagi saya sendiri, memberi dan menerima award punya makna tersendiri. Saya sampai sekarang belum pernah memberi award, hohoho, belum punya ide untuk apa. Namun award yang saya berikan agak saya buat khusus untuk bloggger yang menurut saya cukup dekat. Cukup dekat di sini artinya, sering saya kunjungi dan juga mengunjungi balik, cukup kenal kehidupan pribadinya dari blog, dan yang selalu memberi inspirasi melalui tulisannya. Begitu pula jika saya memutuskan untuk menerima award karena saya cukup mengenal si pemberi blog, sudah sering berkunjung.

Nah, dengan senang hati saya menerima award bersambung  dari Kacho dengan blognya My worLD. Kalau berkunjung ke blognya, saya senang, adem gitu tampilannya. Pohon-pohon bambu menyambut saya.

Sedikit tentang Kacho, saya awalnya aneh dengan namanya( sampai sekarang Kacho masih terdengar aneh, ), saya kira cowok ternyata cewek. Saya ingat sekali si Kacho ini ketika dia berkomentar tentang tulisan saya yang ini,  Sebuah pertanyaan.


 Makasih banyak Kacho:), huaaa kok jarang post lagi, hohoho.

Berikutnya saya dapat award juga dari  Yudi dengan blognya Inside Yudie, blogger asal Medan Sumatera Utara yang bernama lengkap Yudi Darmawan. Isi blognya apa saja, cerita sehari-harinya dan kehidupan kampus.Paling  saya ingat dari Yudi ini adalah profile picturenya yang ksatria baja hitam, huaaa saya ga tahan melihatnya. Hayo Yudie kenapa ksatria baja hitam? Sepertinya Yudi suka sekali warna hitam:))



Nah, selamat ya buat Yudie yang merayakan satu tahun blognya. Postingan yang saya suka Kismis Keju ala Yudie. Hayo, pasti banyak yang suka cowok bisa masak;))

Selamat berakhir pekan. Ayo senyum:)

Thursday, June 23, 2011

Magic Words

Malam semakin beranjak meninggalkan hari yang sarat dengan hiruk pikuknya. Aku sedang ada di persimpangan. Inilah hal yang disebut galau itu. Sulit memutuskan sesuatu dan menjadi kalut karenanya.


Di antara sekian banyak sahabat kenalan yang telah memberi saran dan sharing, hal yang paling dirindukan adalah bercerita pada Bapak. Bapak yang selalu mendengarkan dan mengerti. Bapak yang berwajah teduh. Bapak yang selalu tenang dalam keadaan apa pun.

Kubuka lagi lembar buku pemberiannya. Hal pertama memuat kata-kata yang didiktekannya. Aku ingat, diungkapkannya dengan lambat dan jelas yang kuingat samar waktu itu. Namun entah mengapa malam ini, kata-kata samar itu muncul menggantikan seribu pertanyaan dan mendesakku untuk membuka lembar pertama buku pemberian bapak yang tersimpan di laci.

Berikanlah dirimu sepenuhnya kepada Allah, Dia akan memakaimu untuk melakukan hal-hal besar. Dengan syarat kita lebih percaya akan cinta kasih-Nya daripada akan kelemahan diri sendiri.

Kata-kata ini benar menjadi jawaban untuk rasa kegalauanku. Seribu kecemasan akan bisa teratasi, jika berusaha sungguh-sungguh. Membawamu bapak dan mama untuk mendampingiku menyelesaikan jalan ini adalah hal yang indah, setelah sejauh ini aku melangkah.

Kita berpuluh-puluh kilometer jauhnya, melewati lautan yang luas, gunung dan lembah namun rangkaian doa yang tak putus-putusnya mendekatkan kita.


...
earthquakes can’t shake us


cyclones can’t break us

hurricanes can’t take away our love



pyramid, we’ve built this on a solid rock

it feels just like it’s heaven’s touch

together at the top (at the top baby) like a pyramid

and even when the wind is blowin

we’ll never fall just keep on goin

forever we will stay like a pyramid

...

(Charice feat Iyas, Pyramid, What an awesome song!)

Saturday, June 18, 2011

Minggu sibuk_ayo senyum!

Hoaaaks, lama saya tidak ngeblog dan saya kangen. Akhirnya saya bisa kembali lagi. Yah, seperti biasa saya sibuk pemotretan:))

Minggu ini, minggu pertama saya magang bersama dua orang teman saya( berhubung belum izin jadi namanya belum bisa saya publish). Kami berkesempatan untuk magang di BATAN Pasar Jum'at. Well, kerjaannya di lab(di skip aja bagian ini  hoaaa, pada tau kan kalau ngelab ngapain aja, hehe)

Rutinitas saya pun menjadi berbeda, bangun lebih pagi tentunya. Hari pertama mandi jam 05.00 pagi, menunggu Debby( baca Deborah) dan berdiri berjejer seperti  ikan di pepes. Letak tempat magang yang tidak begitu jauh, membuat saya memilih berjalan kaki dari terminal Lebak Bulus melalui jalan pintas. Nah, jika pagi hari saya seperti ikan pepes maka sorenya saya sudah seperti sedang habis makan ikan pepes, duduk santai di samping pak sopir.

Kabar saya di bulan Juni awal memang sangat-sangat buruk tapi syukur masih diberi kesehatan sampai detik ini. Nah karena segala sesuatu harus diperjuangkan maka dari hasil brainstroming dengan si Inang yang dengan menggebu-gebu memberi saran,

"Nang, lu harus nyamperin bola. Samperin tuh bola."
...
Yah, sepertinya saya terlalu sering menunggu. Sudah saatnya saya bergerak dan keluar dari lingkaran permasalahan dan membuat semuanya menjadi lebih baik. Sangat bersyukur untuk kelancaran langkah pertama yang telah saya ambil untuk mengejar bola.


Kata-kata yang saya sukai mingga ini  dan selanjutny  adalah "ayo senyum", yang  berasal dari usul si thestral( orangnya suka naik thestral) karena saya tidak bisa disemangati dengan kata-kata "ayo semangat". Otomatis saya kadang suka senyum-senyum sendiri. Hoaaakss

Ok, untuk semua sahabat blogger saya, ayo senyum untuk apa pun yang kita semua lakukan.

Thursday, June 9, 2011

Jalan@PerpusUI

Setelah cukup penat dengan kesibukan UAS di semester genap dan sebelum bermagang ria, saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk berjalan-jalan.  Tidak jauh-jauh memang. Lumayan dekat dan yang terpenting bebas biaya.Beberapa pekan lalu, perpustakaan pusat UI dibuka.


Tampak depan Perpus

 Secara kita-kita sibuk(halllaaaah), jadi baru bisa lihat-lihat isi rumah teletabis tersebut. Belum lengkap memang, lagian belum bisa meminjam buku pula. Sebenarnya pemusatan perpustakaan ini menuai banyak pro dan kontra.  Banyak yang kurang setuju karena akses menuju perpustakaannya lumayan jauh, yang tadinya cuma butuh beberapa langkah, bisa harus naik bikun(baca:bis kampus).  Alasan lainnya, di kala teknologi e book semakin canggih, malah dibangun tempat buku-buku tua yang pasti jarang dibaca.



Belum banyak buku yang terisi karena belum semua dipindahkan


Salah satu ruang perpus

Namun ada yang bilang, bagus juga biar kalau sekalian berkunjung buku apa saja, semuanya tersedia.
Kalau saya sih, pembangunan gedung perpustakaan baru yang lumayan unik ini, agak lebay juga. Mungkin dibilang cukup serbaguna karena di sana akan disediakan pula fasilitas cinema, pusat kebugaran, studio music dan studio radio/televisi.

Lokasinya pun lumayan strategis dibandingkan perpustakaan pusat yang lama, lebih mudah diakses karena berada tepat di samping rektorat UI, balairung, science park dan danau. (So, terbayang view yang bagus buat wisudaan saya.Amin)

Lapang benar di sana. Kalau mau bersembunyi(baca: bertapa)  di sini memang tepat banget. Susah nyarinya. Tidur juga lumayan. Bangunannya juga lumayan unik, berdinding kaca dan minimalis. Saya sih dengan cuek menamakan rumah teletabis. Mirip. Di setiap lantai, terlihat banyak ruang diskusi dan tempat hotspotan yang  nyaman.  

Nah, semuanya akan lebih jelas dengan melihat gambar-gambar di bawah ini(hehehe..,maaf ya kalau ga pure perpustakaannya, ada beberapa model yang ingin eksis. Model: saya sendiri, roommate, si inang dan ada putrid Oslo juga).

 Namun mengingat kemampuan saya memotret dan kameranya tidak begitu bagus, maka saya sarankan untuk cek yang ini saja,http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8518331. Di sini, semua detail ruangannya lumayan terlihat, soalya fokusnya memang ke perpustakaannya, kalau gambar-gambar di bawah ini, lebih fokus sama model-modelnya:)


Petunjuk Koleksi(Model: si Inang&roommate)





Ruang diskusi


Tulisan-tulisan perpustakaan dalam berbagai bahasa

Di salah satu selasar menuju ruang belajar(hotspotan yang lain)

Ada lift cuma kita lebih memilih untuk naik tangga, biar leluasa melihat-lihat

Mumpung toiletnya sepi, masih sempat2nya

Di luar (Model: dari kiri ke kanan: si  inang, roommate dan putri Oslo)


Dalam hati: hoaaaa, kapan gue keluar dari jungle ini..hoaa
Dermaga:) Semoga tidak banyak pasangan alay di sini
di depan gedung yang terpisah_ balai sidang &starbucks













Friday, June 3, 2011

Sajak Tengah Hari

Semalam terlewatkan. Kesadaran setengah penuh karena setengahnya lari ke depan. Jauh di depan, hingga hidup tak seperti sedang dijalani. Entahlah, para inspirator telah pergi begitu jauh, meninggalkan sosok yang tenggelam bersama euforia mereka. Tenggelam.


Meski pagi datang dengan cemburu. Menyalak-nyalak memohon perhatian. Ah, digigitpun tidak berasa. Masih terlalu pagi. Masih terlalu dingin. Ah, tidak. Bukankah mereka tersadar selalu di pagi buta?masih buta benar dan gemericik air berkecipak. Asap dapur telah mengepul, bukan untuk secangkir kopi panas dan sepiring pisang goreng. Bukan!

Telah berkilo-kilo meter, mereka berjalan dengan gendongan di punggung. Berbaris rapi pagi-pagi sebelum surya benar bersinar. Menuruni lembah menuju kota. Tidak sesekali berkeluh, hanya mengusap peluh dan meneguk air.

Ah, sedang seseorang bergulingan di kasur empuk. Melanjutkan mimpi yang terpotong karena ayam berkokok. Masih sayup terdengar, petuah-petuah sejak puluhan tahun lalu,

“ Bangun kamu, nak. Bangun pagi-pagi. Biar ada rejeki”

Hanya terdengar sayup. Tidak berasa. Masih banyak waktu sampai benar surya di atas kepala. Masih banyak. Arjuna sedang merayu, kali ini. telah sekian waktu memujanya dan tak ingin bangun untuk menghapusnya dari mimpi.

Kalah dengan kulit kaki-kaki yang mengelupas akibat jalanan berbatu tajam, pergi ke  kebun. Kalah dari mereka yang wajah, dan kulit tangannya berlotionkan debu jalanan, dan berpayung surya yang meninggi.

Ah, bangun. Ayo kamu bangun. Sadarlah. Kejar mereka itu. Hari ini tanpa menunggu lagi. Bukankah kamu hidup sekarang?

Pagi masih buta. Kepulah asap kamarmu. Bukan untuk secangkir kopi panas dan sepiring pisang goreng.