Tuesday, January 20, 2015

Mempertanyakan Hukuman Mati

Pada saat ini saya seharusnya masih berkutat dengan tugas-tugas #PKLPDP27 ,namun saya masih menaruh hati dan pikiran saya pada saudara-saudara yang dieksekusi mati. Saya masih #greget untuk mencurahkan kegelisahan saya ini, setelah mendengar dan membaca mengenai eksekusi mati beberapa orang pengedar narkoba.

Saya bukan seorang ahli hukum yang ingin memperdebatkan  & menilai prosedur eksekusi mati dari segi hukum. Saya hanya warga sipil biasa yang hanya tahu bahwa hukum itu adalah rangkaian kesepakatan-kesepakatan yang dibuat oleh manusia untuk menegakan keadilan. Hukum pun dalam perjalanannya harus disesuaikan dan digubah sesuai situasi dan kondisi pada periode tertentu karena ilmu pengetahuan, wawasan dan pemahaman, sosial budaya dan ekonomi politik suatu bangsa berkembang dalam tatanan waktu tersebut. (IMHO & *IMLK)

Hak untuk mengeksekusi

 Di atas semua hal nafas hidup manusia dan keberadaan manusia itu dengan kelebihan dan kekurangannya adalah makhluk paling indah dan paling mulia. Melebihi agama sekalipun. Penghargaan terhadap manusia yang satu dengan yang lan pun menjadi suatu hal yang selayaknya ada, sebenci-bencinya kita dengan orang lain. Sesama  manusia itu adalah kita, dengan organ tubuh, indera dan otak yang ada dalam diri kita walau dengan komposisi yang berbeda-beda.


 Lalu layakkah kita untuk menarik nafas kehidupan orang lain dan membiarkan menjadi onggokan
source; google images (CALM)
daging. THAT’S REALLY CRUEL!! I know they have killed people by drugs and narcotic, and more than thousands people in the whole world prayed those to be died, but not died in that way, not died because country’s law.
 Siapa lu yang berhak mengambil hak hidup orang lain?!!!!! #Sigh

Kemudian akan ada pertanyaan muncul, bagaimanakah hukuman untuk manusia yang tidak tahu malu, yang melakukan pembunuhan berencana? #Sh*t !  Mengapa orang harus bunuh membunuh? Ke mana perginya hati nurani orang-orang sakit jiwa ini? Kepuasan macam apa, ketika melihat orang mati terkapar, tak bernyawa? Bagi yang memperjuangkan keadilan tentu saja menginginkan hukuman yang setimpal. Mereka yang kehilangan orang yang sangat disayangi akibat dibunuh, #mungkin akan puas jika melihat pembunuhnya dihukum setimpal dengan perbuatan namun bukan dengan ide hukum menghukum yang buruk berupa hukuman mati.

Sudahkah hukuman mati ini menjadi hukuman paling adil? Sudahkan hukuman mati ini menjadi hukuman yang paling tepat sasaran untuk meminimalisir tindak kejahatan?

Selain berduka karena korban hukum yang masih harus dipertanyakan ini, Indonesia turut berduka atas meninggalnya bapak Bob Sadino, you are rocking, pak!
*IMLK :In my limited knowledge 

Friday, January 16, 2015

Becoming a Freelancer

Today, January 16 2015 is my last day to become a full time employee. I just accept my contract as part time employee. Yeay! I will focus on my preparation to continue study though my salary, huaaa hiiks hiks

As part of my reflection for my future.
I have been thinking of becoming a consultant
I want to be a freelance consultant or at least become owner of a public consultant.  
Hopefully.
I want to be an consultant's owner or at least become a freelance consultant.
source: google images

Wednesday, January 14, 2015

Niat Merokok

sources: google images. For those underage

Malam itu, sebuah sms masuk dari adik saya yang sedang kuliah di tahun keduanya. Namanya Wig, kelahiran 1995, adik kedua saya. Kira-kira begini isi smsnya :
W : ka, kalau sa(saya) rokok bagaimana?
Saya terdiam sebentar, membayangkan adik saya seperti pemuda kebanyakan yang belum berpenghasilan sendiri mengisap rokok dalam-dalam. Agak jengah juga.

R :JANGAN DULU.KERJA, BELI PAKE UANG SENDIRI BARU ROKOK. KO(kau) LIAT BP (bapak) & US (kakak pertama) ADA ROKOK KAH? [Bapak dan kakak pertama saya tidak merokok]
W:  [Kalem] Ok, hanya pendapat sa.
Di saat yang sama, saya sadar anak di atas 17 tahun sudah punya pilihan sendiri.
R: Tapi terserah kau, ko (kau)harusnya bisa tau mana yang paling baik untuk ko. Dari saya sih tidak setuju.
W: Itu sudah, tapi saya bisa kendalikan. Tidak terus-terus.
R: E sa malas [Sedih dan tidak mau tahu lagi. Sudahlah, biarkan saja]
W: Sudah makan?
Saya tidak membalas
.....
15 mnutes later
W:tapi sa tidak pernah beli, kae(kakak), hanya yang datang tawar saja.
Alasan!

Wish he will not be a smokers like my father and first bro. I'll respect if he has his own money to buy the cigarette.  Ahh, and the last one also in his puberty phase ( 13 years old) . #gratefulsigh

Tuesday, January 13, 2015

Media dan Kita

Saya akhirnya gerah dengan pemberitaan beberapa media massa dengan judul yang menurut saya “agak” memprovokasi.


Source: google images, a really good quote


Beberapa media dengan gamblang memberitakan judul berita terorisme misalnya, dengan menyebutkan agama tertentu. Hal ini tentunya, akan sangat mempengaruhi pemikiran-pemikiran pembaca yang terdiri dari berbagai latar belakang mengambil inti sari berita secara sepihak. Paling buruk adalah mengeneralisasi kalangan yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut sehingga timbul rasa benci. 

Lebih parah dan lebih fatal, jika sebagian orang kemudian merasa tersinggung akibat pemberitaan tersebut dan malah menyulut pertengkaran yang tidak perlu.

No need to feel offended by the media! 

Setiap kita cenderung terikat pada label dan tentu akan sangat disayangkan jika kemudian pembaca media tidak melihat kepada personal atau aktivitas personal tersebut pada organisasi tertentu. Aktivitas personal pada organisasi tertentu tidak bisa disamakan untuk sesuatu yang sifatnya lebih general, misalkan agama.


Semua agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan- kebaikan demi kepentingan bersama. 

Tuesday, January 6, 2015

Move On




It’s New Year! 2015 is on the way to be lived day by day. What an annoying morning!  Saw someone who was close enough to you posted on the social media the love dopy photos of them. You have said that is over between you and that one, but well then you gave long sighed. It stills a little, only a little old connection which is angry instead of love feeling. It is just a slight anger!

Go, say good bye and things will be alright.
He was the one who used to give a compliment about my achievements and he is and will still, you think. You wonder how to response to his compliments without deeply absorbed by old time memories. Not that much memories together but it means a lot. You might be still confuse about your feeling with him and one thing you know that you shall meet him one day, and after that you might be free.

You hope that from now and in the future, you can see the couple without hard feeling but love and support from an old friend.

And what is now? 


Source: google images

Take a good move to be better woman in and out.  

Ok selesailah masa bergalau ria.Mari sibuk mempersiapkan diri untuk tes TOEFL ITP dan TPA BAPPENAS. Saya punya waktu satu bulan. Semoga persiapannya lancar, tidak diganggu fan fiction Harry Potter dan kebiasaan mengantuk yang melanda.