Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cepen

Rumput-part 1

Aku sudah terlampau tua untuk mengeluh, ketika pagi hari mulai, siang datang dan malam pun hendak berganti.   Tak henti-hentinya kata-kata bernada amarah, cemooh dan pesimistis keluar dari mulutku. Ah, mulut yang tak tahu malu. Tak pandai berbicara tapi diam-diam mengumpat.   Terus mengumpat hingga hari berakhir. Aku melihat dia. Dia cantik, molek, ayu, punya segalanya, dipuja banyak orang baik itu lelaki, dari berbagai kalangan, kakek-kakek   dan brondong sekalipun.   Bahkan tak ketinggalan ibu-ibu, tante-tante dan anak-anak kecil.   Ah, aku muak. Aku bilang dia berwajah manis tapi berhati jahat. Bermuka dua. Penjilat. Suka cari perhatian,   wajah oke tapi tak berotak dan aku puas.   Oh, biarkanlah dunia melihat dia seperti   mawar cantik yang elok, harum dan mewangi. Tapi aku bilang dia seperti bunga bangkai. Busuk dan bau. Hei kamu, jangan bilang aku iri dengan segala yang dia punya. Dia memang punya segalanya. Tapi tahukah kamu kalau dia m...