Monday, May 30, 2011

Iya, saya kidal!

“Kamu kidal ya?”


“Oh, eh, eh iya” jawab saya sambil memperhatikan tangan saya.

Kidal sebenarnya istilah yang baru saya kenal di SMP. Itu pun ketika saya memegang lembing dengan tangan yang tidak saya sadari, sampai teman saya menegur. Bagian tidak enak menjadi orang kidal adalah ketika harus menjawab pertanyaan mengenai tangan mana yang digunakan untuk membersihkan diri sesudah BAB. Penting banget ya?

Jika sedang melakukan sesuatu di depan orang, misalnya menggoreng, memotong, mengupas, dan lain-lain, mereka selalu membuat pekerjaan tersebut dialihkan karena gemas dan aneh melihat tangan yang digunakan. Takutnya tidak seimbang atau tangannya tidak kuat. Satu lagi, kalau makan. Tangan yang baik itu tangan kanan. Yah, semua orang tahu. Namun kalau kita mau berbeda, mengapa tidak? (ngeles)

Nah, pengalaman paling berkesan bersama kekidalan ini adalah ketika saya diajarkan untuk menulis dengan tangan kanan. Sejak kelas satu dua, saya masih menulis dengan tangan kiri. Kebetulan pada waktu itu saya menjadi seorang anak pindahan ke sekolah yang baru. Rupanya ada seorang teman yang rada gemas dengan cara menulis saya. Sayangnya, ingatan saya buruk. Saya hanya mengingat nama kecilnya, “Nel”. Kehilangan kontak sampai sekarang. Dia teman sebangku saya di cawu satu kelas tiga. Tiap hari di jam istirahat, tangan kecil dan putihnyam menggenggam tangan kanan saya untuk menulis . Saya tak tahu itu berlangsung beberapa lama namun genggamannya selama beberapa waktu itu telah membuat saya bisa menulis dengan tangan kanan, sampai saya pindah lagi di cawu berikutnya, sampai sekarang.

Saya kidal, tak mengapa!

Tuesday, May 10, 2011

Kalau kegilaan ini menutupiku


Sehingga yang kau lihat hanya ketidakjelasan, mengertilah

Karena sama seperti yang lain, aku bingung.

Namun karena tidak semua kata dapat kuucap dan laku kuumbar

Yang ada hanyalah pandangan mata yang tertuju padamu, tapi tidak di depanmu

Aku terlampau malu

Tidak berharap ini pergi begitu saja, atau harus seperti apa

Hanya saja mengertilah untuk beberapa waktu,

Bukan untuk menghapus bayangmu tapi merasai tentangmu

Aku berharap semua berjalan normal, tapi aku bisa apa?

Rasa bukan untuk bermain-main

Friday, May 6, 2011

Saya dan Gaphe Bercerita

Wah, kali ini saya merasa pantas untuk memasang awardnya Gaphe buat saya(plok plok plok pertamax), ikutan celebrate 200 storiesnya Gaphe.

Apa arti blog Gaphe Bercerita buat kamu?

Sebelum ditutup setengah jam lagi, baru nyadar. oh Gaphe, masukin saya(wah, akibat hiatus) , karena saya punya satu jawaban,

membaca blognya Gaphe, saya merasa  sedang menggunakan kaki saya, mata saya, mulut saya untuk menikmati keindahan alam dan kenikmatan sajian khas ala lidah Gaphe



Gimana yang lain? benar ga?:)

5 cm Mengambang!

Ini sudah masuk pertengahan bulan Mei dan saya baru bisa post sekarang. Habis hiatus Kangen. Entahlah kenapa, yang pasti kemalasan saya dalam menulis semakin menjadi-jadi, efek jatuh cinta kali ya. Wah bagaimana ini, saya tidak ingin seperti ini, banyak mimpi-mimpi saya yang harus saya kejar.

Teman memang selalu ada di saat apa pun, hingga di saat mereka sendiri sedang merasa kelabakan dengan apa pun yang mereka alami, tapi telinga dan kata-kata serta perhatian mereka masih tetap ada.

Seperti sebuah kutipan sms seorang GP (belum izin orangnya, jadi inisialnya aja yo), salah satu cewek tangguh yang pernah saya kenal, dia mengingatkan saya dengan kalimat-kalimat dasyatnya, apa pun sudah tinggal 5 cm di depan saya (mengutip salah satu  buku favorit, 5 cm). Sekilas sms sahabat saya tersayang:

...kalau kita down dan berpikiran untuk menyerah ingat kalau kita sudah menaruh harapan, cita-cita kita di depan kening kita. 5 cm mengambang!kita Cuma perlu tangan yang lebih banyak bergerak, mata yang lebih banyak menatap, tekad sekeras baja , jadi kita gak Cuma dikenang sebagai seonggok daging yang masih punya nama tapi pemimpi yang punya cita-cita dan berusaha mengejarnya. So, ayuk kita bangkit, kita bisa!

Hidup adalah belajar dan saya belajar bertahan dan bertekun dalam kesukaran. Belajar menyelesaikan masalah. Belajar bertanggungjawab. Belajar mengendalikan perasaan-perasaan dan belajar memahami sesama.

Selamat berakhir pekan teman-teman & mempersiapkan diri menyambut minggu baru yang cerah dengan kebiasaan baru yang lebih baik. Saya bisa, kita bisa!!!



 *Dipersembahkan untuk anak-anak Kimia UI 07 gelombang 2 yang sedang skripsi dengan aneka cerita penelitiannya yang selalu menarik. Ayo teman-teman foto bareng gue di balairung, berhadiah tanda tangan gue.(hahaha, penting bgt)

Buat kita gelombang berikutnya, semoga kita dilancarkan segala sesuatunya, amiiinn.