Monday, July 30, 2012

Trust & Consistency

Have you planned to go abroad?Take a course or magister there? It would be great! However, the way isn't easy need a consistency and a trust. Why?

First, we need a consistency. It is known to take a TOEFL test from ETS(English testing Service) that requires in university or institution where you want apply. You should prepare for it with learn it yourself or take a course so that you will get good score. In that way, you need a consistency, always learn TOEFL test and keep the spirit up.

Next, trust is what you need too, trust your self and God's plan. Without trust all you do are worried then you become afraid and lack of confident so it distracts your preparation. You will down and pessimist.

As the conclusion, I contend that consistency and trust are two things that we should keep on mind to catch what we want.

--------------------------
Rosa D Panda

Saturday, July 21, 2012

Kekuatan pikiran

Kekuatan pikiran membuat kita dapat menjadi apa kita inginkan. Dengan kekuatan tersebut kita dapat membuat hal yang sebelumnya tidak mungkin bagi kita menjadi mungkin. Apa yang kita pikir itulah yang kita lakukan. Latihan ini butuh kedisiplinan diri agar kita selalu fokus pada apa yang kita pikir dengan mengucapkannya secara terus menerus. Kemudian membuat peta pikiran yang bisa kita lihat dan baca sesering mungkin. Ditempel di dinding kamar, di balik buku, di meja ataupun tempat lain yang bisa dilirik kapan pun. Menurut para ahli, pikiran alam bawah sadar kita akan merekamnya dan mendukung apa yang kita lakukan secara sadar. Ini berkaitan dengan teori gelombang otak di mana masing-masing akan berbeda ketika kita tidur, berkonsentrasi dan melakukan aktifitas lainnya.

Saya pernah mengikuti suatu pelatihan penulisan yang melatih kami untuk lebih produktif dalam menulis. Kami men'sugesti' diri kami adalah penulis. Dengan memiliki pikiran tersebut, kami menjadi terpacu untuk menulis.

--------------------------

Friday, July 20, 2012

Reaksi

Perkataan baik pertanyaan maupun pernyataan timbul dari apa yang kita pikirkan sebagai hasil dari apa yang kita lihat dan kita amati dan juga dari apa yang kita pikir kita lihat. Pagi ini saya tersentak dan merasa terganggu dengan sebuah pertanyaan dari orang terdekat saya. Saya bereaksi terlalu cepat sesuai apa yang saya terjemahkan waktu itu. Setelah dipikir beberapa saat kemudian dengan sudut pandang yang berbeda, ternyata banyak pilihan sikap yang bisa saya pilih, lebih baik dan menguntungkan. Agak sedikit terlambat memang, namun membuat saya menjadi lebih hati-hati. Reaksi yang terlalu cepat memang patut disesalkan di kemudian hari. Penyesalan kemudian ditutupi dengan menyalahkan orang yang membuat kita bereaksi padahal lebih pada ketidakmampuan untuk mengolah data yang masuk. Mendengarkan secara menyeluruh merupakan pilihan yang paling baik walau kadang cukup sulit untuk dilakukan. Apalagi mendengarkan pemikiran yang bertentangan dengan apa yang kita pikirkan.

--------------------------

Membaca

Kebiasaan membaca saya sudah mulai berkurang sekarang. Dulu sewaktu SD-SMA, saya mengunjungi beberapa perpustakaan dengan kuantitas minimal dan buku-buku lama. Kemudian sewaktu kuliah saya tidak kesulitan mendapatkan buku-buku baru, bisa meminjam di teman atau di rental buku. Sekarang saat saya menjadi pengangguran, pasokan buku untuk saya baca mulai berkurang. Di kabupaten yang masih baru ini, cuma ada 1 perpustakaan yang disediakan pemerintah dan sayangnya saya belum berkunjung ke sana.

Membaca itu selalu jadi pilihan menyenangkan di waktu senggang. Bicara soal manfaat, saya sudah banyak memperolehnya. Dari buku-buku Enid Blyton, R L Stine sampai komik-komik Jepang, majalah kemudian buku-buku psikologi dan jenis bacaan yang lain membawa kepuasan tersendiri bagi saya. Mengenyangkan perut saya saat lapar. Namun membaca juga jangan asal menelan suatu konsep bulat-bulat. Kita harus aktif untuk menyaring mana yang kita serap dan mana yang tidak. Pilihan ada di tangan kita.

Salam.

--------------------------

Thursday, July 19, 2012

Penerimaan

Kemudahan 'nge post' lewat hp ini benar-benar bikin saya rajin mengutak-atik tombol hp saya. Jangan bosan membaca tulisan saya ya. Saya punya kebiasaan untuk nonton film atau drama berulang-ulang kemudian tiap kali saya menonton saya selalu menemukan hal-hal baru yang bisa saya petik. Kemarin saya memutar ulang film Minggu Pagi di Victoria Park. Ada pesan yang baru saya dapat, tidak ketika menonton film itu pertama kali yakni soal penerimaan tentang keadaan. Di situ sangat jelas dan baik sekali Mayang mengatakan kepada anak majikannya kira-kira begini, jangan marah-marah, harus diterima, kalau tidak sampai besar marah-marah terus. Anak majikannya yang duduk di sekolah dasar, marah karena fisiknya yang kecil sehingga tidak bisa melawan sekelompok anak yang mengganggunya. Pesan itu sangat bagus sekali meski tidak menjadi pesan utama dari film yang mengisahkan TKI di luar negri.

Penerimaan membuat kita lebih mengerti kemudian mengubah pemikiran kita, sudut pandang kita hingga lebih baik.

--------------------------

Angry

Good morning bloggers, I hope this will be our brightess day. Honestly, this not mine. After I woke up just 5 minutes, I felt angry. Actually what I want wasn't angry. I'll change my mind quikly if I feel angry. It works sometime but it isn't too may because I like to be in jail. My jail. I need time to be normal but if someone open the case again, my calmness broke in to a pieces. It easy to me to cry.I know it isn't like that,I should learned it to focus on 'what is the matter' not the feeling. Yeah,I just sad and the real one was afraid. Mr Tony said it too. We will angry if we are afraid. I should change quikly with inhale &exhale for 5 minutes before try to understand why I was angry. It may difficult yeah not easy like said it in normal condition. The best way to deal with angry is accept &understand why we angry. I don't want to angry all day. It'll be waste my time and energy. Better I go with other things that make me happy like writing, reading or listening to the music.

--------------------------

Wednesday, July 18, 2012

Father's story

One day, I woke up so early & felt nervous. I went to other town to bring my application letter. My father & uncle said that doesn't matter as long as I am sure I have quality to get the job so it made me calm. Acctualy what I want to tell u is about what my father did that day. It Inspired me. While I prepare my bag, he was washing the dishes. Honestly, my respect moves high. Of course I took the plates from his hand but he said 'just let me'. My mother saw it too and said the same as me but he smiled and said that a husband serviced to wife then we laughed together. I stood behind him. He continued, 'don't dare to do small job like this though u will have a great job or become fame. Work with small things, it won't break your pride.
May the best is forget about pride because that will make us free. Do what we want to do. Playing with children, sing a song with bad note, write what I want to write, Let free, life just once.

--------------------------

Menulis itu harus biasa

Pagi-pagi memang saat yang paling baik untuk menulis. Matahari belum naik tinggi, ide pun datang silih berganti. Nah, buruan dibuat tulisannya walau kita sedikit sibuk di pagi hari membersihkan rumah atau menyiapkan sarapan. Bisa sambil menunggu air mendidih, seperti saya saat ini. Tidak dengan buku dan pulpen atau laptop. Itu terlalu ribet, apalagi sambil bekerja di dapur. Cukup dari handphone dan punya alamat email, kita bisa langsung 'post' di blog atau sekedar menyimpan di draft. Sebenarnya sih seorang penulis pasti selalu punya waktu khusus untuk menulis. Ada seorang penulis yang saya hadiri seminarnya menulis tiap bangun pagi, sebelum melakukan kegiatan apa pun karena kalau tidak menjadi terlalu sibuk dan malas untuk menulis. Saya kenal ada beberapa teman bloggers yang menulis di pagi buta, saat orang tertidur pulas. Dulu saya juga begitu, saat menghadapi skripsi, tentunya bukan soal isi skripsi.hehe. Sebenarnya sih menulis itu harus tiap hari. Kapan saja, harus menjadi biasa

--------------------------

Tuesday, July 17, 2012

Ketidakpastian

Tuhan tahu bahwa kita berusaha lebih sehingga tidak masalah jika cita-cita kita gantungkan setinggi langit. Orang terdekat saya hanya takut saya kecewa karena tidak dapat mencapai apa yang saya cita-citakan. She just want I will live near her, get the job that suitable in her mind then get married. It is simple just like other woman did that. Not dream too high because she don't want I will get hurt & go down.Oh dear mama,I am not just dreaming but also trying to get what I want.I just need time & experience then I will live near you. I just can't live as simple as others did.
Namun mungkin benar apa kata teman saya Gishut, tinggal di mana saja tidak masalah hanya saja perlu mendisiplinkan diri dan fokus saja.
Bloggers, ini pikiran-pikiran galau. Semoga tidak membuat yang membaca menjadi galau juga,ya. Tetap semangat,bloggers. Salam


--------------------------

Thursday, July 12, 2012

Sajak Tengah Malam

Di luar miliknya jengkrik.. Mengerik bising hanya malam ini dan hanya di telingaku
Kadang satu dua anjing menggonggong
dan apakah hari telah pagi ketika terdengar kokok ayam bersahutan
Ah tentu saja tidak, karena hari sudah malam dan anak manusia bergelung, bermimpi, mendengkur, berguling, dan jika tidak, kali ini sama sepertiku---entahlah apa ini namanya, dan memang tak akan kuberi nama.
Aku hanya ingin seperti bayi, pulas di lindungan ema. Jika gelisah, aku mengerang & kembali pulas usai ema menenangkan. Ini berbeda.
Beda.
Ilusi.
Yah itu menggangguku.
----dan seseorang, beberapa orang---Membuatku berguling-guling di bawah kelambu, oh jangan kau pikir dengan seseorang--- Aku sekedar bolak balik, mengusutkan seprei...oh aku ingin pulas,ma..Sayang, aku bukan lagi bayi..Mengerang karena lapar lalu disusui, Mengerang lagi karena dingin lalu dihangatkan..Ah,aku ingin mengerang, terisak,
Oh aku hanya tidak bisa
...
Ilusi.
membuat mati
malam menjadi panjang
mimpi tanpa tertidur


--------------------------

Monday, July 9, 2012

Dream

I was dreaming to be an inspiratif teacher in small village when I was twelve years old. Why? It came because I read story books that were published by Balai Pustaka.I found it in old cupboard at the corner of classroom. Not our but first grade 's. It was like hide there, may till we have empty room use as library. Without my teacher permission,I came to read it with my close friend. Yeah,I have gotten my close friends because we were good &ambitious readers. We used to visit library every free time, saved our pocket money to rent the comics. Since primary,I have another dream to have a library where others can come to read too.It'll be fun. Then publish my monthly magazine with news & inspiring stories. I have plan that in my junior high school diary. Well, now time to work with it. Action always better than words.
That is mine, how about yours bloggers?

--------------------------
Rosa D Panda

Comfort Zone

Hidup ini terus bergulir, kalau tertinggal sedikit semuanya akan berubah. Apapun itu. Tidak ada yang benar-benar pasti, perubahan di sana-sini. Ketika hidup kita menuju sebuah awal lagi, terasa berat untuk melepaskan zona nyaman yang sudah begitu akrab melingkupi kita. Kita harus melepaskan batas-batas dan berubah. Yah,kita harus berubah meski tantangan menghadang. Bukan tantangan dari luar, namun dari dalam diri kita yang penuh dengan ketakutan dan kecemasan. Selalu butuh keberanian untuk melepaskan diri dari batas-batas. Menurut seorang guru dari India yang saya kagumi, Tony de Mello, kita cenderung mengidentifikasikan diri kita dengan label padahal apa yang melekat dalam diri kita bukanlah kita. Kemudian karena kita terperangkap dalam label, menjadi sulit untuk keluar & menghancurkan batas-batas. Kita itu sesuatu yang lebih dari label apa pun yang diberikan pada kita. Saya berusaha, namun sering kali kembali terperangkap. Saya tidak mau menyerah.

Nah bloggers, mari kita berusaha


--------------------------
Rosa D Panda