Monday, March 27, 2017

You'll be doing just fine

You'll be doing a good job.
You'll be a woman with a heart.
You'll be a cheerful and fun in your way.
You'll be an enthusiastic worker
You'll be a faithful friend
You'll be kind
You are always a loving daughter and sister.

Everything will be alright. Just do your part.

#galautesis #galauseminar

Thursday, March 16, 2017

Asal Menulis #2 Kurus dan Seksi? Saya!

"Ka woso. Ngara, bhide te,  ata aki odo mona ngonggo"
Meh.
Doi pikir, gue lama  jomblo karena bentuk tubuh gue yang katanya ga sesuai selera pasar.
Masih keingat petuah macam begini. Petuah tidak penting sebenarnya. Waktu mendengarnya, masih terasa biasa-biasa. Namun entah mengapa keingat terus, such a respectable man, of course.  Harapan sih semoga komentar-komentar macam begini sama sekali tidak perlu dikatakan. Mungkin karena yang bilang ini merasa dekat. Tapi, come on!

Bolehlah nasihat, ka woso, biar weki sehat, umu dewa. kema dora pawe. 
Kalau begini mah, dengan segera gue aminkan dan gue bersyukur ada yang perhatian sama gue.
Nah kenapa ini gue bahas? Well, Bukan karena khawatir soal, eh kok saya kurus, jodoh saya bakal jauh nih. Secara karena kurus, saya  tidak seksi, tidak bohay. 
BUKAN. Bukan soal itu. I have been wondering such a figure would like told me such nasty things.
Lo pikir dua orang suka sama suka cuma dari bentuk badan???

Gue kurus. Iya. Gue seksi. Iya. Well, dan kalaupun ada yang bilang gue engga (terserah, kan masing-masing boleh beda pendapat) terus susah dapat jodoh, itu bukan urusan lo sama sekali. That's weird, man.  Well, lo bukan Tuhan yang menentukan jalan hidup gue.
Dan gue juga tidak mengharapkan sejenis cowok mesum yang mau. Mana tahan berbagi hidup sama orang yang memandang lo sebagai sekedar seksi, sekedar tubuh lo, tanpa hati dan jiwa. Seksi dalam makna sebenarnya, bohay, tidak apa-apa. Kalau pun gue bohay, body gitar Spanyol,  atau apa lah itu, yah ga mau juga gue dilihat hanya sekadar itu. WE, WOMEN, MORE THAN THAT BODY OF US!We value pure love, attitude, heart, perspectives, etc.

Pandangan macam begini, menurut gue, sudah mengaburkan pandangan tentang hubungan kasih antara laki-laki dan perempuan(#eaaa). Suatu hubungan yang berdasar cinta, a pure love. Laki-laki  pun turut dikecilkan karena dianggap mau dengan perempuan hanya  karena bentuk tubuhnya. A gentleman values more than that.

Baiklah. Demikian asal menulis  hari ini. Ambilah yang baik dan buanglah yang kurang baik. Judul sepertinya tidak sesuai isi.


Note : 
LOL  of this when I read this again. 

Wednesday, March 15, 2017

Asal Menulis #1 Jangan Baperan

Halo rekan pembaca yang baik,semoga kalian baik-baik saja.
Semoga disela kepenatan, kalian bisa menemukan cara "have fun" yang asyik, seperti saya saat ini, menulis  aka mengetik! Ada yang mungkin menghilangkan penat dan refresing dengan jalan-jalan ke mall, mengobrol di kafe, baca buku atau nonton drama di kamar sambil senyum-senyum sendiri (gue banget!). Yah, masing-masing kita punya cara tersendiri, yang pastinya bisa bikin kita bahagia lahir dan batin. Betul?
Oke lanjut.
Hemm, apa yang mau saya ceritakan? Well, ada satu pengalaman yang tidak mengenakan yang saya alami minggu lalu. To make a log story short, I am going to only give the basic fact that was  someone whom I barely know as  someone with a position in his place treated me in unpleasant manner. The thing upset me most was I was there, just stand and nodded to whatever he told me to. He gave me  his name card and asked me to come again. Then, I threw into rubbish bin and ignored his request. Such an  unfriendly nerd! However in the way back,I was in tears and that I regretted the most. Why did I cry for such an attitude?

Beberapa hari setelahnya, saya masih teringat dan beberapa kali sharing dengan teman untuk membuat saya merasa lebih baik. Yah, teman pasti membela teman. Nah ada terakhir hari ini, saya mendapat nasihat (di KBBI adanya nasihat bukan nasehat) yang menyenangkan dan solutif.
Elu ga boleh baper lah. HARUS TEBAL MUKA sampai dapat apa yang lu mau.Ngapain lu pikiran, orang dia ga mikir lo juga. Apalagi ga kenal. Kayak gue dong, gara-gara bla bla bla bla.
Demikian nasihat teman saya yang menohok. Setelah dipikir-pikir mental saya masih kerupuk padahal sudah lama jauh dari rumah. Sudah banyak ditempa seharusnya.  As I was reflecting on my friend words, I realize that the nature is just like that. I  couldn't control everything so that I have to  be ready for such  unexpected  situation to not drown too much.