Skip to main content

Singapore day 2- SNU- Haw Par Villa- Merlion (Part 2)

Dear good readers,I think I am addicting  to travel. While writing this , I am moaning for more. The pleasure and excitement were so addicted. You better try!

Setelah dari  Chinese and Japanese Garden, 
saya lanjut ke Singapore National University. Oh ya di MRT Chinese Garden kalian bisa beli nasi lemak yang murah di stall di depan Chinese Garden. Sayangnya, saya tidak membeli karena ingin makan di sekitaran SNU.

Cara ke Sngapore National University:
Dari Chinese Garden saya balik ke halte Buona Vista (balik lagi ke arah Pasir Ris) lalu transit di Buona Vista ambil MRT circle line (arah Harbor Front) , turun di halte Kent Ridge lalu jalan kaki ke halte bus kampus SNU. 

Tujuan saya ke SNU, pertama mengunjungi SNU museum dan keliling kampus sekalian cuci cuci mata. Ya Tuhan, cowoknya cakep-cakep (Ok, brondong sih, lupakan) Sebenarnya saya agak bingung sih ke arah mana nih kampusnya, tetapi ikutin anak-anak SNU nya saja, naik bis kampus (mirip bis kuning) . Bis kampus SNU warnanya orange.

Museum ini gratis untuk pengunjung. Saya di sambut ramah sekali oleh officer di sana-nya. Lebih excited-nya lagi adalah ruangan-ruangan di museum itu berasa milik sendiri. Belum ada pengunjung selain saya.



Add caption




Hari sudah semakin siang dan berselfi ria pun sudah tidak menyenangkan, hihihi. The thing was I really enjoyed my visit in the Singapore National University museum.  Hope you will do.

Comments

  1. jalan-jalan sendirian ternyata tidak terlalu buruk juga ya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih

Popular posts from this blog

Cita-cita menjadi seorang dosen

Masih setengah jalan menuju profesi yang dicita-citakan. Sejak kecil, saya ingin berprofesi menjadi seorang guru. Lebih tepatnya guru di desa terpencil. Seorang saudara sepupu saya, ka Servulus Ndoa, tahu sekali cita-cita saya ini. LOL. Kemudian dalam perjalananannya, saya lebih memilih untuk menjadi seorang dosen. Saya tahu tidak mudah dan tidak asal saja menjadi dosen. Komitmen dan dedikasi sepenuh hati. Aissshh, semoga semeste mendukung keinginan anak baru  kemaren sore ini.

Tentu jalannya tidak semulus jalan tol.. Bukan seorang  dengan predikat cum laude, banyak yang harus terus dipelajari, digali, didalami dan dikembangkan (#Tsahhhh, biar kekinian)

Banyak hal yang saya persiapkan. Mulai dari otodidak belajar TOEFL selama liburan dan ketika menganggur dan apply-apply beasiswa S2. Terus, aktif menulis remah-reman dalam bahasa Inggris. Maklum edisi belajar, mulai dari update post bbm, twitter, fb, dan blog. Maaf banget buat yang merasa terganggu, alhasil harus nerimo kalau dibilang …

Jalan-jalan ke Ho Chi Minh City bag 1 -Persiapan, Perjalanan & Hari Pertama

Paulo Coelho — 'And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.

Dan segala yang baik dan buruk, sebaiknya dituliskan untuk diingat dan dijadikan pelajaran untuk selanjutnya. Halo  travelers dan teman-teman, kali ini saya ingin berbagi cerita  perjalanan saya dan teman-teman ke Ho Chi Minh City. Kami berterima kasih pada beasiswa LPDP RI yang telah mensponsori perjalanan yang sangat berkesan dan membuka wawasan ini. Setelah berkas kami diterima baik oleh sponsor dan pembimbing serta mengetahui ketua program studi, kami pun merencanakan perjalanan kami. Tentu saja dengan modal acceptance dan invitation letter dari panitia seminar.


Kami memesan tiket H-5 hari dari keberangkatan.Sebenarnya bisa dipesan lebih awal dengan harga yang lebih murah, namun salah satu teman kami urusan paspornya belum selesai.
Melalui #travel**a, kami pun mendapat penerbangan yang paling murah pada hari pemesanan dengan #JetS***, transit di Singapura selama kira-k…

Sombong

Jadi jangan sedikit pun kamu menyombongkan diri. Sombong itu bukan milik mereka yang kaya harta.  Sombong itu bukan saja bentuknya material, melainkan pikiran. Jangan sekali kali berpikir lebih pandai, lebih religius, lebih suci, lebih kuat, lebih cantik, lebih aktif,lebih baik.
Jangan sekali kali. Toh kita manusia biasa, nafas diberi. Berbagilah kebahagiaan.
Manusia demikianlah adanya hanya butuh untuk saling paham, saling mengerti, saling cinta, saling menhargai dan saling memperhatikan.Jangan pula menganggap remeh orang yang lebih muda atau sudah tua. Setiap orang dan generasi ada masanya. Jadi saling menghargailah. Demikian, manusia hendaknya saling mendukung satu sama lain.
(Refleksi, reminder untuk diri sendiri dan jikalau ada yang turut membaca, semoga bermanfaat)