Wednesday, May 14, 2014

Sedikit review untuk Kukila



Kumpulan cerpen milik Aan Mansyur dalam Kukila, tidak bisa untuk dilewatkan begitu saja. Saya suka kesederhanaan dalam tiap tiap cerita meski ada beberapa konflik rumit namun tetap kesederhanan menjadi ciri khas isi cerita dan pilihan kata. Saya juga suka mengeja Kukila, dan menarik ketika selalu membaca nama beberapa tokoh Kukila dalam cerpen ini.

“Masa lalu tidak pernah hilang. Ia ada tetapi tidak tahu jalan pulang, untuk itu ia menitipkan surat.”
(grrrrr, kalimat ini sesuatu sekali. :D. Rumit untuk menjelaskan perasaan dan apa yang saya pikirkan ketika membacanya. Ahaaa, sekali! )

Dari semua kumpulan cerita pendek Kukila milik M.Aan Mansyur, saya pilih satu cerpen "Aku selalu bangun lebih pagi".  

Kisahnya segar dan terkesan mendalam bagi saya walau kisah ini sangat sangat sederhana. Saya suka pilihan katanya.  Tidak terlalu rumit seperti isi cerpen berjudul " Kukila"  yang memuat konflik yang berani dan terbuka. Mengapa? karena berani memuat cerita yang masih tabu. Namun saya tetap suka pemilihan katanya.

Kembali ke cerpen pilihan saya,Aku selalu bangun lebih pagi memuat cerita dua orang anak muda yang salah menafsirkan sapaan dan tingkah laku.Ini selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari bukan?
Jadi pagi seorang "aku" selalu dimulai dengan sapaan seorang gadis dengan "baru bangun, kan?" Tidak sekali, dua kali tapi setiap kali mereka ketemu di perpustakaan tempat sang "aku" membuka usaha. Tentu saja si "aku" bete, karena "aku" selalu bangun pagi-pagi sekali sedang sang gadis selalu menyapanya kira-kira di setengah sepuluh pagi.Tentu saja si "aku" kemudian berpikir jika si gadis tidak kreatif karena sapaan yang itu itu saja dan menganggap itu hanyalah basa basi klise.

Saya yang ketika itu membaca, tertawa karena  menyimpulkan hal yang sama bahwa si gadis memang tidak kreatif. Basa basi klise.  Ini berbeda dari basa basi klise seperti biasa yang kita dengar.
Tidak merujuk ke hal yang memang sedang berlangsung, seperti seorang yang mengenakan pakaian kantoran seperti biasanya dengan tas kerja, kemudian disapa, " ke kantor ya?' Begitulah  klise memang tapi itulah cara untuk membangun hubungan baik dengan orang lain. Namun si gadis , jelas -jelas tidak merujuk pada situasi yang sedang berlangsung membuat si "aku" kesal karena dianggap pemalas yang selalu bangun siang. 

Kemudian saya berpikir karena jelas kisah bertema cinta dan problemanya,  bahwa si gadis  pasti ingin memberi tahu secara tersirat, kira-kira begini,
"karena kita tidak seatap, saya ingin meyakinkan diri saya, kalau yang kamu lihat pertama kali tiap pagi itu saya.”

 Ok, baiklah sekian review  yang tidak sempurna untuk Kukila. Baca dan rasakan sendiri bagaimana kukila membuatmu tersenyum dan tentunya berpikir. 


Last but not least, yesss tomorrow is holiday. Happy Vesak day 2558, to all of friend who celebrate it. 

Tulisan ini memeriahkan program #NTTGemarBaca  dari kawan-kawan @flobamorata dan Komunitas Blogger NTT jelang HARI BUKU NASIONAL 2014 #HBN2014 tanggal 17 Mei 2014. 



 

 



2 comments:

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih