Skip to main content

Saya, Kamu dan Alam (Sahabatkah?)


“Karena kita tidak hidup seribu tahun lagi tapi alam bahkan akan ada beribu-ribu tahun lagi”
dok pribadi:Dipotret dari nyamanya kursi bus dalam perjalanan Jawa-Bali, July 2010

Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan alam saya dan alam anda seribu tahun lagi. Bukan tidak mungkin untuk menjadi sangat berbeda dengan bumi yang kita tinggali sekarang, yang bahkan kondisinya memprihatinkan. 

Generasi  kita selanjutnya mungkin akan mengenakan masker untuk menghalangi radiasi yang dapat merusak langsung kulit karena lapisan ozon yang membolong.Mengapa?

Ah, saya yakin anda dan saya pasti bukan nenek moyang yang baik bagi penerus kita. Bukan seperti nenek moyang kita yang dalam sejarahnya menghasilkan penemuan-penemuan yang membantu kita kini. Kita akan dicap sebagai neneng moyang masa perusakan. 

Tidak adil memang, karena masih ada sebagian besar orang yang pada masa ini yang menyerukan perbaikan pada alam ,menunjukan persahabatan pada alam dan menghormati alam layaknya sahabat. 

Alam memang sahabat manusia sejak awalnya. Lalu apakah kita akan membiarkan sahabat kita terluka karena keegoisan kita sendiri. Saya atau anda tidak dapat menyalahkan siapa-siapa karena sebagian kerusakan yang telah terjadi. Namun bukan berarti karena kita tidak punya pabrik-pabrik raksasa penghasil limbah yang  dapat merusak lingkungan maka kita hanya diam. 

Tentu tidak, siapa pun anda adalah bagian dari bumi. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencintai bumi. Yah, kita bisa bilang mencintai bumi. Ini terlalu abstrak. Lalu apa yang dapat kita lakukan? Saya dan anda. Apa yang bisa kita lakukan?

Yay, yang  sudah saya lakukan adalah hal-hal kecil yang tentunya akan memberi dampak yang besar di kemudian hari.  Saya yakin sebagian dari anda sudah melakukannya. Menertibkan diri saya dalam menggunakan energi listrik, mematikan yang tidak perlu, tidak lagi menggunakan tissue sejak setahun lalu( yah, pake lap aja), mengurangi menerima kantong plastik dari pusat perbelanjaan, dan satu lagi menyebarluaskan kata “go green”pada generasi muda, adik, kenalan saya dan teman-teman saya, bisa dengan menulis, mengenakan baju "go green".  Sayang, saya tidak bisa naik sepeda (sebenarnya terlalu takut untuk terjatuh, aiih).

Mari kita sayangi sahabat kita.Tidak lagi dengan kata-kata tapi perbuatan.

Comments

  1. saya malah udah jarang nerima kantong kresek dari mall (ya eyalah, gw aja hampir ga pernah lagi pergi ke mall.) hehehe

    btw ikut turut serta deh dalam gerakan go green nya. pemikirannya mbak bagus.... hehehhe

    ReplyDelete
  2. mari sayangi bumi kita...tapi masih ada terima kantong plastik nih pas belanja.

    ReplyDelete
  3. sepertinya mbak punya hobi yang sama dengan adek kelas saya
    yaitu mencintai alam
    kalo mbak tertarik, dia juga punya blog
    bisa saling berdiskusi dengan dia
    blognya dia, klik di sini
    semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  4. ooh, jadi nggak bisa naik sepeda karena takut jatuh ya?.

    akhirnya tau alasannya kenapa

    Emang sebenernya kalo mau menjaga bumi mulai dari hal yang kecil, dari diri sendiri, sama mulai sekarang juga.

    ReplyDelete
  5. kebanyakan orang berpikir bahwa Pabrik2 besar adalah biang keladinya kerasakan lingkungan dan global warming, tanpa menyadari bahwa kita masyarakat biasa juga turut berperan dalam proses pengrusakan alam ini. Sekecil apapun usaha kita untuk menjaga lingkungan saya yakin itu akan berdampak besar. Mudah2an hal2 kecil itu bisa diikuti oleh oranga2 dalam lingkungan tempat tinggal kita. Mari jaga bumi ini untuk anak cucu kita, mari kita wariskan pada mereka mata air bukan air mata.

    ReplyDelete
  6. akhir-akhir ini terasa sekali adanya kerusakan alam yang ditandai dengan semakin panasnya cuaca dan semakin tidak menentunya musim hujan

    ReplyDelete
  7. Jadi ingat cerita doraemon, edisi planet tumbuhan. Semua tumbuhan marah krena manusia d bumi tidak bisa menjaga lingkungan. hehhehe.

    Ehm bener nih kata mbak rossa, kita mulai dr kita sendiri. Hal kecil yg nantinya berpengaruh besar, semoga smua orang berpikiran dan punya prinsip 'go green'.

    oh iya salam kenal ya, salam kunjungan balik dr Bogor. kyaknya kita tetangaan nih, UI-ipb deket.
    iya si 'gaphe' memang suka jalan2 jd eksis dmana2. hihi

    okay, salam persahablogan ya...
    best Regards..

    ReplyDelete
  8. Jadi ingat cerita doraemon, edisi planet tumbuhan. Semua tumbuhan marah krena manusia d bumi tidak bisa menjaga lingkungan. hehhehe.

    Ehm bener nih kata mbak rossa, kita mulai dr kita sendiri. Hal kecil yg nantinya berpengaruh besar, semoga smua orang berpikiran dan punya prinsip 'go green'.

    oh iya salam kenal ya, salam kunjungan balik dr Bogor. kyaknya kita tetangaan nih, UI-ipb deket.
    iya si 'gaphe' memang suka jalan2 jd eksis dmana2. hihi

    okay, salam persahablogan ya...
    best Regards..

    ReplyDelete
  9. bumi itu warisan ya yg harus diwariskan lagi

    ReplyDelete
  10. @Noel: yay..makasih makasih mas Noel, ahaha sebenarnya sama sih jarang k mall lg, yahaaaa..

    @sang cerpenis:hehehe, iy nih tp dikurangi aj, biasanya belanjaan dipisah2 tp dgbungin aj ..

    @Jon: yay.. makasih linknya mas

    @Gaphe: hahaha, yups (biasanya diketawain g mau latihannn..)

    @Lin: yoi ka, suka deh, kata2nya wariskan bukan dgn air mata..

    @Joe: iyah mas, salah satu akibat dari global warming, perubahan iklim yang tidak jelas.. hujannya setengah2..

    @Tito: hehehe, yay salam persablogan..ahaha

    @aziz: yay kita wariskan dgn alam yang indah..aminnn ya..makasih semuanyaa..

    ReplyDelete
  11. semua memang berawal dan dimulai dari diri kita sendiri, sukses buat lombanya :)

    ReplyDelete
  12. berawal dari diri sendiri, kadang aku masih mau buang tisue sembarangan ,,, hohohohoho

    ReplyDelete
  13. Wah, aku sampai sekarang masih menggunakan tissue. Sepertinya harus mulai mengurangi pemakaiannya nih. Thanks ya...

    ReplyDelete
  14. Aku mencintai bumi... dan aku ingin agar bumi ini tak rusak. Agar anak cucu kita kelak masih dapat menikmati keindahannya.

    ReplyDelete
  15. Shasa sudah sering dimarahi mama karena lupa matiin listrik... hehehe

    ReplyDelete
  16. Semoga saja makin banyak yg cinta dg bumi ya...

    ReplyDelete
  17. kemarin jalan-jalan naik onta
    naik onta ama osama
    kian hari bumi kian renta
    marilah qta jaga bersama

    :)

    ReplyDelete
  18. kantong plastik masih bertebaran dimana-mana hahahaha di rumah juga banyak :)) biasanya buat bungkus lapisan pembalut sih tapi ya habis itu dibakar kok. ayo go green :D

    ReplyDelete
  19. Yang penting memang berbuat walau sekecil apapun...

    Kunjungan balik, sekalian minta ijin follow blognya. Ternyata rumahnya si Non, ga jauh sama Bang Pendi jadi bisa numpang minum kopi gratis...uhuuuy ! hehehe

    ReplyDelete
  20. kalo takut jatuh, kenapa ga pake roda empat (dibelakang dikasih roda penahan dua biji)? dijamin ga bakalan jatuh. nanti kita bisa sepeda'an bareng. :D

    ReplyDelete
  21. kalo di kantor sih masih pake tissue. tp kalo di rumah cm pake handuk palingan.
    kalo kresek jg mulai di kurangi..

    ReplyDelete
  22. aku ngeri ngebayangin apa jadinya Bumi ini 1000 tahun lagi..

    ReplyDelete
  23. @Aulawi: yah, benar bgt walau kadang susah juga tp harus berusaha mkasihhh..
    @mba Rika: hehe, moga tulisan sy membantu
    @catatan kecil: yay, saya jg mengurangi pelan2 mba, semangattt.
    @sasha: aiih, ayuk matiin de Sasha, hehe..
    @iya mba @Eti,,salam hijaukan negri, demi anak cucu..
    @Noor: hehe, ok..ah masa? yay
    @Cho: ahhhhh, ntar sayaaaaaaaa diketawainnnn, jiaaaah...
    @Meutia: iya mbaa, saya juga ngurangin pelan22

    ReplyDelete
  24. @@:)iya mba smile(g pake nama sih mba) hehee..wah sepertinya mba ud go green bgt..lanjutkan..yey

    @om Kris: iya amiiin, untuk anak cucu

    @tukang colong: aiiih colong ap ni..ahahaha..yay benar bgt deh, ud pkae masker anti sinar matahari kaliiiii..

    ReplyDelete
  25. mudah-mudahan bumi 1000 tahun lagi lebih baik dari yang sekarang..amin.go green

    ReplyDelete
  26. Apa jadinya bumi kita ya? Kalo masih jarang orang yang peduli ><

    ReplyDelete
  27. ya ya ya cintai bumi..... di mulai dari diri sendiri...... ^_^ salam kenal mbak....

    ReplyDelete
  28. Ya, bumi tidak sekedar sahabat kita. Tuhan menurunkan kita ke bumi, untuk menjadi rahmat bagi seru sekalian alam. Tetu saja sang Bumi harus disayangi dan dijaga, kalau tidak kita bisa jadi allien di planet yang ain, hehe.

    ReplyDelete
  29. aku akan mendukung tidak hanya dengan kata-kata, tapi dengan perbuatan juga.
    mari kita dukung pencegahan perubahan bumi.
    Bali Villas Bali Villa

    ReplyDelete
  30. @oman: yay, iyaaa ..makasih brooo..saling berkunjung ya kita,,ahaaa

    @Iam: yay, ayo kita peduli mungkin bisa tunjukan ke orang d sekitar kita,,

    @Yhantee: iyaaa Yan, salam kenal jg, makasih ud mampir..
    @new soul:iyaaa, wah g kebayang jadi alien d planet lain,,
    @BP: Yay, sengat,,makasih udah berkunjung,,

    ReplyDelete
  31. menggunakan recycle paper juga menjadi langkah pas buat nyelamatin bumi ini...keep go green...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih

Popular posts from this blog

Cita-cita menjadi seorang dosen

Masih setengah jalan menuju profesi yang dicita-citakan. Sejak kecil, saya ingin berprofesi menjadi seorang guru. Lebih tepatnya guru di desa terpencil. Seorang saudara sepupu saya, ka Servulus Ndoa, tahu sekali cita-cita saya ini. LOL. Kemudian dalam perjalananannya, saya lebih memilih untuk menjadi seorang dosen. Saya tahu tidak mudah dan tidak asal saja menjadi dosen. Komitmen dan dedikasi sepenuh hati. Aissshh, semoga semeste mendukung keinginan anak baru  kemaren sore ini.

Tentu jalannya tidak semulus jalan tol.. Bukan seorang  dengan predikat cum laude, banyak yang harus terus dipelajari, digali, didalami dan dikembangkan (#Tsahhhh, biar kekinian)

Banyak hal yang saya persiapkan. Mulai dari otodidak belajar TOEFL selama liburan dan ketika menganggur dan apply-apply beasiswa S2. Terus, aktif menulis remah-reman dalam bahasa Inggris. Maklum edisi belajar, mulai dari update post bbm, twitter, fb, dan blog. Maaf banget buat yang merasa terganggu, alhasil harus nerimo kalau dibilang …

Jalan-jalan ke Ho Chi Minh City bag 1 -Persiapan, Perjalanan & Hari Pertama

Paulo Coelho — 'And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.

Dan segala yang baik dan buruk, sebaiknya dituliskan untuk diingat dan dijadikan pelajaran untuk selanjutnya. Halo  travelers dan teman-teman, kali ini saya ingin berbagi cerita  perjalanan saya dan teman-teman ke Ho Chi Minh City. Kami berterima kasih pada beasiswa LPDP RI yang telah mensponsori perjalanan yang sangat berkesan dan membuka wawasan ini. Setelah berkas kami diterima baik oleh sponsor dan pembimbing serta mengetahui ketua program studi, kami pun merencanakan perjalanan kami. Tentu saja dengan modal acceptance dan invitation letter dari panitia seminar.


Kami memesan tiket H-5 hari dari keberangkatan.Sebenarnya bisa dipesan lebih awal dengan harga yang lebih murah, namun salah satu teman kami urusan paspornya belum selesai.
Melalui #travel**a, kami pun mendapat penerbangan yang paling murah pada hari pemesanan dengan #JetS***, transit di Singapura selama kira-k…

Sombong

Jadi jangan sedikit pun kamu menyombongkan diri. Sombong itu bukan milik mereka yang kaya harta.  Sombong itu bukan saja bentuknya material, melainkan pikiran. Jangan sekali kali berpikir lebih pandai, lebih religius, lebih suci, lebih kuat, lebih cantik, lebih aktif,lebih baik.
Jangan sekali kali. Toh kita manusia biasa, nafas diberi. Berbagilah kebahagiaan.
Manusia demikianlah adanya hanya butuh untuk saling paham, saling mengerti, saling cinta, saling menhargai dan saling memperhatikan.Jangan pula menganggap remeh orang yang lebih muda atau sudah tua. Setiap orang dan generasi ada masanya. Jadi saling menghargailah. Demikian, manusia hendaknya saling mendukung satu sama lain.
(Refleksi, reminder untuk diri sendiri dan jikalau ada yang turut membaca, semoga bermanfaat)