Skip to main content

Time to say good bye to Mr. Lappy

I have been waiting to see my last post has published but it still publishing. What on Earth the blogger application went wrong like that? :-/ I had spent nearly one hour typed it and one day waited if it publish or not. Ah, give my words back! It is too much to rewrite again since yup everything is not the same with the original one. :-/

Keep calm and write other things.

I am kind of feeling suck today because I cancelled to attended the writing workshop event  in TIM but first of all it is for the good too. Spending weekend in Jakarta out of your own room means you'll never save money. That's the fact!

I also have been working with my lovely netbook since it'll be moved to my brother's hand. Oh dear lappy, thank you so much for our years together. You knew everything about me, my undergraduate thesis and running man things. I'll miss you. I am recycling of old notes, videos and musics to keep the local disk C still has more free space for my broh.

I am planning to send it via Tiki on Monday so now time to say good bye. I think that I am kind of grow up. Why? Honestly, it was my first thing I bought with my PPA/BBM scholarship in my last year at university. I had promised to Mr. Lappy that I'll forever with him but now time flies, my brother will on charge to keep it. I believe you will always on his path to see how he run for his bachelor degree.  Also, he will never ruin you with Korean drama and running man things  that will make  you work ahard on that stuff like I did to you.

I love the sealed things that cover you, the blue and bright sky with the book which  my friends couldn't find it again to have the same like you have. Besides, I keep moving foward with the wise wallpaper.

DREAM, what you dare to dream,
GO, where you will to go
BE, what you want to be

Oh yeah , I am hungry! Bye!

Comments

Popular posts from this blog

Cita-cita menjadi seorang dosen

Masih setengah jalan menuju profesi yang dicita-citakan. Sejak kecil, saya ingin berprofesi menjadi seorang guru. Lebih tepatnya guru di desa terpencil. Seorang saudara sepupu saya, ka Servulus Ndoa, tahu sekali cita-cita saya ini. LOL. Kemudian dalam perjalananannya, saya lebih memilih untuk menjadi seorang dosen. Saya tahu tidak mudah dan tidak asal saja menjadi dosen. Komitmen dan dedikasi sepenuh hati. Aissshh, semoga semeste mendukung keinginan anak baru  kemaren sore ini.

Tentu jalannya tidak semulus jalan tol.. Bukan seorang  dengan predikat cum laude, banyak yang harus terus dipelajari, digali, didalami dan dikembangkan (#Tsahhhh, biar kekinian)

Banyak hal yang saya persiapkan. Mulai dari otodidak belajar TOEFL selama liburan dan ketika menganggur dan apply-apply beasiswa S2. Terus, aktif menulis remah-reman dalam bahasa Inggris. Maklum edisi belajar, mulai dari update post bbm, twitter, fb, dan blog. Maaf banget buat yang merasa terganggu, alhasil harus nerimo kalau dibilang …

Jalan-jalan ke Ho Chi Minh City bag 1 -Persiapan, Perjalanan & Hari Pertama

Paulo Coelho — 'And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.

Dan segala yang baik dan buruk, sebaiknya dituliskan untuk diingat dan dijadikan pelajaran untuk selanjutnya. Halo  travelers dan teman-teman, kali ini saya ingin berbagi cerita  perjalanan saya dan teman-teman ke Ho Chi Minh City. Kami berterima kasih pada beasiswa LPDP RI yang telah mensponsori perjalanan yang sangat berkesan dan membuka wawasan ini. Setelah berkas kami diterima baik oleh sponsor dan pembimbing serta mengetahui ketua program studi, kami pun merencanakan perjalanan kami. Tentu saja dengan modal acceptance dan invitation letter dari panitia seminar.


Kami memesan tiket H-5 hari dari keberangkatan.Sebenarnya bisa dipesan lebih awal dengan harga yang lebih murah, namun salah satu teman kami urusan paspornya belum selesai.
Melalui #travel**a, kami pun mendapat penerbangan yang paling murah pada hari pemesanan dengan #JetS***, transit di Singapura selama kira-k…

Sombong

Jadi jangan sedikit pun kamu menyombongkan diri. Sombong itu bukan milik mereka yang kaya harta.  Sombong itu bukan saja bentuknya material, melainkan pikiran. Jangan sekali kali berpikir lebih pandai, lebih religius, lebih suci, lebih kuat, lebih cantik, lebih aktif,lebih baik.
Jangan sekali kali. Toh kita manusia biasa, nafas diberi. Berbagilah kebahagiaan.
Manusia demikianlah adanya hanya butuh untuk saling paham, saling mengerti, saling cinta, saling menhargai dan saling memperhatikan.Jangan pula menganggap remeh orang yang lebih muda atau sudah tua. Setiap orang dan generasi ada masanya. Jadi saling menghargailah. Demikian, manusia hendaknya saling mendukung satu sama lain.
(Refleksi, reminder untuk diri sendiri dan jikalau ada yang turut membaca, semoga bermanfaat)