Skip to main content

Cold Town, Bajawa

What a cold November, yay!
I can imagine how cold Bajawa is in this season.
We will get the rainy days soon but I think not here in Jakarta, not very often like I was in my hometown.
Rainy days in Bajawa were so wet and misty, even one day along it would full of rain.
Also the high wind sometimes had blown the corn leaves and trees. We couldn't play around but if the rain had stopped,
we went out and cached the flying white ant, played hide and seek, played musuh/enemies ((it is kind of dodge ball game but just two persons catch the little ball) and
boy (there is two team, one play as a keeper with the little ball,  the other as the player, build a stone minitower and don't let the keeper catch by the little ball.
The little ball is from unused paper made like a kasti ball. I wonder if the children there still play like us before.
Unfortunately, my family had moved to the new place in Mbay which is hot than Bajawa.
My father want to spend his retired days in hot weather because  even in the summer season, Bajawa as still cold as well.
You need to cover yourself with thick blankets, sarong, sweater, socks, and even a warm hat while you will also must go out may more than twice to urinate.
If I go there, I think I will not touch the water except it is warm enough.
But I really miss being there, more than five years already since I graduated from Senior High School.
I miss the neighborhood, the lovely people and what I used to call it home.

Comments

  1. hi, thanks for visiting my blog :D
    it's cold and rainy too in Pekanbaru..
    btw where is Bajawa and Mbai?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Your welcomeeee :D a nice blogger always do blog walking, right? hehehe

      Bajawa and Mbay is small town in East Nusa Tenggara :D Worth to visit

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih

Popular posts from this blog

Cita-cita menjadi seorang dosen

Masih setengah jalan menuju profesi yang dicita-citakan. Sejak kecil, saya ingin berprofesi menjadi seorang guru. Lebih tepatnya guru di desa terpencil. Seorang saudara sepupu saya, ka Servulus Ndoa, tahu sekali cita-cita saya ini. LOL. Kemudian dalam perjalananannya, saya lebih memilih untuk menjadi seorang dosen. Saya tahu tidak mudah dan tidak asal saja menjadi dosen. Komitmen dan dedikasi sepenuh hati. Aissshh, semoga semeste mendukung keinginan anak baru  kemaren sore ini.

Tentu jalannya tidak semulus jalan tol.. Bukan seorang  dengan predikat cum laude, banyak yang harus terus dipelajari, digali, didalami dan dikembangkan (#Tsahhhh, biar kekinian)

Banyak hal yang saya persiapkan. Mulai dari otodidak belajar TOEFL selama liburan dan ketika menganggur dan apply-apply beasiswa S2. Terus, aktif menulis remah-reman dalam bahasa Inggris. Maklum edisi belajar, mulai dari update post bbm, twitter, fb, dan blog. Maaf banget buat yang merasa terganggu, alhasil harus nerimo kalau dibilang …

Jalan-jalan ke Ho Chi Minh City bag 1 -Persiapan, Perjalanan & Hari Pertama

Paulo Coelho — 'And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.

Dan segala yang baik dan buruk, sebaiknya dituliskan untuk diingat dan dijadikan pelajaran untuk selanjutnya. Halo  travelers dan teman-teman, kali ini saya ingin berbagi cerita  perjalanan saya dan teman-teman ke Ho Chi Minh City. Kami berterima kasih pada beasiswa LPDP RI yang telah mensponsori perjalanan yang sangat berkesan dan membuka wawasan ini. Setelah berkas kami diterima baik oleh sponsor dan pembimbing serta mengetahui ketua program studi, kami pun merencanakan perjalanan kami. Tentu saja dengan modal acceptance dan invitation letter dari panitia seminar.


Kami memesan tiket H-5 hari dari keberangkatan.Sebenarnya bisa dipesan lebih awal dengan harga yang lebih murah, namun salah satu teman kami urusan paspornya belum selesai.
Melalui #travel**a, kami pun mendapat penerbangan yang paling murah pada hari pemesanan dengan #JetS***, transit di Singapura selama kira-k…

Sombong

Jadi jangan sedikit pun kamu menyombongkan diri. Sombong itu bukan milik mereka yang kaya harta.  Sombong itu bukan saja bentuknya material, melainkan pikiran. Jangan sekali kali berpikir lebih pandai, lebih religius, lebih suci, lebih kuat, lebih cantik, lebih aktif,lebih baik.
Jangan sekali kali. Toh kita manusia biasa, nafas diberi. Berbagilah kebahagiaan.
Manusia demikianlah adanya hanya butuh untuk saling paham, saling mengerti, saling cinta, saling menhargai dan saling memperhatikan.Jangan pula menganggap remeh orang yang lebih muda atau sudah tua. Setiap orang dan generasi ada masanya. Jadi saling menghargailah. Demikian, manusia hendaknya saling mendukung satu sama lain.
(Refleksi, reminder untuk diri sendiri dan jikalau ada yang turut membaca, semoga bermanfaat)