Skip to main content

Tips menghadapi tes TOEFL


Berikut tips dan trick dalam mempersiapkan diri menghadapi tes TOEFL
yang bisa saya bagi ke teman-teman. Sumbernya dari pengalaman pribadi
dan beberapa teman. Semoga berhasil mencapai standar minimal skor
500-550(untuk ujian masuk pasca sarjana atau tes dosen dan PNS serta
beasiswa :-D).

ft:dok.ets.org


1.Biasakan mengerjakan soal-soal TOEFL 1 bulan sebelum tes. Banyak
sekali sumber yang bisa teman-teman download di internet. Longman &
Baron TOEFL preparation bisa menjadi sumber yang bagus.

2.Pelajari kembali konsep noun, verb, adverb, adjective dan tenses
karena pada soal "structure" banyak sekali soal subject-verb
agreement. Jika kita sudah paham konsep, kita akan dengan mudah
menandai kata yang salah walaupun kalimatnya panjang.

3.Nah bagaimana cara agar kita bisa mengingat dengan baik konsep yang
sudah kita pelajari. Pergunakanlah dalam kalimat sehari-hari dengan
menuliskannya kembali. Walaupun untuk TOEFL ITP tidak membutuhkan
"writing" dengan menulis kita bisa terlatih untuk mengingat "tenses"
dan ketentuan-ketentuan lain seperti penggunaan prepoisi, kalimat
pengandaian,dan lainnya.

4.Untuk sesi listening, ada baiknya teman-teman mengganti playlist
dengan listening session TOEFL. Dengan demikian, kita akan menjadi
terbiasa dengan "dialect" dan beberapa pertanyaan yang sering keluar
dalam soal TOEFL.

5.Untuk sesi reading, tidak rugi jika teman-teman sering-sering
membaca artikel dalam bahasa Inggris. Dengan banyak membaca, kita
melatih "sense of English" kita. Jika teman-teman tidak tahu artinya,
jangan ragu untuk buka-buka kamus. Benaran tidak akan merugi karena
dengan cara inilah kita akan mudah mengingat kosakata dibandingkan
menghafalkannya.

Semangat teman-teman seperjuangan. Jika kita berniat sungguh-sungguh.
maka mencapai skoryang kita inginkan bukan tidak mungkin. Hanya dengan
kerja keras dan semangat yang tidak pernah henti.

Salam baik.

Comments

Popular posts from this blog

Cita-cita menjadi seorang dosen

Masih setengah jalan menuju profesi yang dicita-citakan. Sejak kecil, saya ingin berprofesi menjadi seorang guru. Lebih tepatnya guru di desa terpencil. Seorang saudara sepupu saya, ka Servulus Ndoa, tahu sekali cita-cita saya ini. LOL. Kemudian dalam perjalananannya, saya lebih memilih untuk menjadi seorang dosen. Saya tahu tidak mudah dan tidak asal saja menjadi dosen. Komitmen dan dedikasi sepenuh hati. Aissshh, semoga semeste mendukung keinginan anak baru  kemaren sore ini.

Tentu jalannya tidak semulus jalan tol.. Bukan seorang  dengan predikat cum laude, banyak yang harus terus dipelajari, digali, didalami dan dikembangkan (#Tsahhhh, biar kekinian)

Banyak hal yang saya persiapkan. Mulai dari otodidak belajar TOEFL selama liburan dan ketika menganggur dan apply-apply beasiswa S2. Terus, aktif menulis remah-reman dalam bahasa Inggris. Maklum edisi belajar, mulai dari update post bbm, twitter, fb, dan blog. Maaf banget buat yang merasa terganggu, alhasil harus nerimo kalau dibilang …

Jalan-jalan ke Ho Chi Minh City bag 1 -Persiapan, Perjalanan & Hari Pertama

Paulo Coelho — 'And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.

Dan segala yang baik dan buruk, sebaiknya dituliskan untuk diingat dan dijadikan pelajaran untuk selanjutnya. Halo  travelers dan teman-teman, kali ini saya ingin berbagi cerita  perjalanan saya dan teman-teman ke Ho Chi Minh City. Kami berterima kasih pada beasiswa LPDP RI yang telah mensponsori perjalanan yang sangat berkesan dan membuka wawasan ini. Setelah berkas kami diterima baik oleh sponsor dan pembimbing serta mengetahui ketua program studi, kami pun merencanakan perjalanan kami. Tentu saja dengan modal acceptance dan invitation letter dari panitia seminar.


Kami memesan tiket H-5 hari dari keberangkatan.Sebenarnya bisa dipesan lebih awal dengan harga yang lebih murah, namun salah satu teman kami urusan paspornya belum selesai.
Melalui #travel**a, kami pun mendapat penerbangan yang paling murah pada hari pemesanan dengan #JetS***, transit di Singapura selama kira-k…

Sombong

Jadi jangan sedikit pun kamu menyombongkan diri. Sombong itu bukan milik mereka yang kaya harta.  Sombong itu bukan saja bentuknya material, melainkan pikiran. Jangan sekali kali berpikir lebih pandai, lebih religius, lebih suci, lebih kuat, lebih cantik, lebih aktif,lebih baik.
Jangan sekali kali. Toh kita manusia biasa, nafas diberi. Berbagilah kebahagiaan.
Manusia demikianlah adanya hanya butuh untuk saling paham, saling mengerti, saling cinta, saling menhargai dan saling memperhatikan.Jangan pula menganggap remeh orang yang lebih muda atau sudah tua. Setiap orang dan generasi ada masanya. Jadi saling menghargailah. Demikian, manusia hendaknya saling mendukung satu sama lain.
(Refleksi, reminder untuk diri sendiri dan jikalau ada yang turut membaca, semoga bermanfaat)