Skip to main content

Minum Moke

 
Sekelompok anak muda
Duduk-duduk minum moke
Lalu ada sakit hati terpendam
Berbicara tak putus-putusnya
Membela diri atas penghakiman yang tidak seharusnya
Reka ulang kisah masa lalu
Berkelompok, berintegritas, kritis, debat sana debat sini,
Andaikan pada porsinya dan tetap teguh pada tujuan awal
 
Sekelompok anak muda, naif, ah tidak juga, agen perubahan (dua tiga tahun lalu)
Tapi lalu terperangkap lama, sudah terlalu sistemik
Satu lawan seribu
Lalu lupa ayah mencangkul di kebun, belum tentu dapat uang bulanan
Lupa kalau anak satu-satunya, pewaris keluarga, kebanggaan suku
Tidak jadi ada toga, tidak ada perayaan wisuda



Sial memang!
Tak ada habisnya
Kenapa begini, kenapa begitu
Marah, debat berapi-api, kau tau apa! Sa pu hidup!
Beta berkorban demi sekelompok orang, tapi tidak ada yang jaga komitmen.
Komitmen ta’i! Kok mereka langgar janji?
Tidak ada anak muda, mereka pegang janji awal,
 janji deng mereka pu bapa mama
sebelum langgar pulau, sebelum baku salam deng nona
Anak, ingat, pulang rumah bawa ijazah!
 
Dari saya yang terganggu tidurnya, dengar lu pu bacot jam 23.00-01.00. 
 
 



Saya hanya ingin tidur, bermimpi, dan berharap mendapat obrolan bernas sambil saya angguk-angguk kepala curi dengar. 
Tapi ini debat kusir. 

and I am sorry that if you regret your life. You have done very well. A little advice, just don't compare yours to anyone. Privilege, circumstances counts, just remember every soul is different & unique. It will be ok. It will ok, young man!

Comments

Popular posts from this blog

"Ga nabung yah jadi bingung"

Ahay..,saya kangen nge blog..Salam kangen dari saya pada sahabat persablogan yang sering berkunjung dan sering saya kunjungi dan sering berbagi bersama. Yay, saya ngepos t lagi . Beberapa jam yang lalu masih di hari yang sama, saya lagi-lagi terpesona dengan beberapa orang lansia yang membuat saya tersenyum dan belajar.   sumber: www.fao.org/docrep/ 005/y4094e/y4094e15.gif Latar cerita, bertempat di sebuah koperasi. Bukan sebuah kantor besar tapi hanya ruang kecil seluas kamar saya. Orang- orang mengantri dengan sebuah buku catatan berwarna biru yang saya sukai, di bangku bermodel sama yang saya duduki ketika sekolah dasar. Di bangku yang berhadapan dengan petugas( bendahara) duduk seorang kakek mengenakan baju berwarna biru dimasukan dalam celana jeansnya, duduk sambil menyerahkan uang dan buku koperasinya serta  menjelaskan kolom mana saja yang harus disi dengan jumlah uang yang ia inginkan. "Tua-tua rajin menabung, cucu-cucu senang, hahahaha,"katanya ketika sele...

Saya, Kamu dan Alam (Sahabatkah?)

“Karena kita tidak hidup seribu tahun lagi tapi alam bahkan akan ada beribu-ribu tahun lagi” dok pribadi:Dipotret dari nyamanya kursi bus dalam perjalanan Jawa-Bali, July 2010 Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan alam saya dan alam anda seribu tahun lagi. Bukan tidak mungkin untuk menjadi sangat berbeda dengan bumi yang kita tinggali sekarang, yang bahkan kondisinya memprihatinkan.  Generasi   kita selanjutnya mungkin akan mengenakan masker untuk menghalangi radiasi yang dapat merusak langsung kulit karena lapisan ozon yang membolong. Mengapa? Ah, saya yakin anda dan saya pasti bukan nenek moyang yang baik bagi penerus kita. Bukan seperti nenek moyang kita yang dalam sejarahnya menghasilkan penemuan-penemuan yang membantu kita kini. Kita akan dicap sebagai neneng moyang masa perusakan.  Tidak adil memang, karena masih ada sebagian besar orang yang pada masa ini yang menyerukan perbaikan pada alam ,menunjukan persahabatan pada alam dan mengh...

Mimpi A dan B? Menikah?

Ada sebuah kisah nyata percakapan antara seorang A dan seorang B ( nama disamarkan untuk menjaga privasi) di suatu sore yang cerah ditemani burung-burung berkicau. Tentang mimpi mereka masing-masing Biar jelas, akan saya gambarkan pribadi mereka masing-masing. Si  A merupakan seseorang yang bisa dibilang banyak tahu tapi tak tahu banyak juga, punya banyak mimpi indah, dan sepertinya sedang mencari-cari sesuatu tapi tak tahu apa yang sedang ia cari. Sedangkan pribadi B adalah seorang yang sudah bekerja sebagai seorang pekerja rumah tangga yang sangat ahli dalam mengurus urusan rumah tangga. B tidak dapat sekolah, hanya sampai sekolah dasar. Hem, dan apa yang mereka bicarakan adalah kehidupan masa depan. Ketika B tiba-tiba bertanya pada A: B: “mba A, kapan nikah?” A: “nikah? Aiiih , masih lama B, (Si A tak menduga pertanyaan si B, jadinya agak kaget). Lagian belum punya pacar,” B: “belajar mulu sih,” (si A melongo)”teman-teman saya mah udah pada nikah, dari umur 16 an udah ad...