Skip to main content

Bandung

 
Warna sebenarnya tak putih-putih bgt sih, malah agak biru
Setelah liburan seru Anyer , satu minggu kemudian beberapa teman  mengajak jalan-jalan lagi. Hem, kali ini ke Bandung dan welll, I am so exicted becauseit was the first time I went to Bandung. 
 
Tujuan pertama kali hanya ingin jalan-jalan mengitari kota Bandung namun ternyata tidak lengkap tanpa  melakukan kunjungan ke Ciwidey. Yah, daerah wisata yang patut dikunjungi ini melalui Kawah Putihnya.  Selain itu Ciwidey dikenal dengan kebun strowberynya. Sepanjang perjalanan ke Kawah Putih, di daerah selatan kota Bandung ini, terlihat kebun strowberi yang menawarkan pengunjungnya untuk memetik sendiri. 

Berpose dulu

Rohim, Sisil,Jojo, Ikor, Sapi, Muci, Riri, ada Rifan,Edo ,Tegar


Setelah menikmati kebesaran Tuhan melalui keindahan dan kesejukan serta tidak lupa bau sulfur yang khas dari Kawah Putih, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Yah, menyempatkan diri untuk mencari makan karena perut kami sudah berbunyi. 

Makan siang di rumah makan Sunda, kemudian mencari jajanan Bandung yakni mie kocok dan Batagor. 

Enak lo, mi kocoknya di Kartika Sari. Tidak lupa kami membeli oleh-oleh untuk pulang ke Depok.
Makasih semuanya buat kenangan indah, hahahaha, akan diingat sampai tua.

Comments

  1. dan terasa kurang lengkap bila belum melihatku...hahaha

    ReplyDelete
  2. hahaha, iya benar sekali ka..Contact org2 Bandung, tak ada jawaban..mana oleh2 dari bjw ka?

    ReplyDelete
  3. haha Iya Put, enak..hem jangan tanya w, haha, tiba2 diajaknya..

    ReplyDelete
  4. waaaaaaaaahhh,,,ciwideeyyy,,
    pngeenn bangeettt kesana,,,tp belum ksnmpean,,huuhu

    ReplyDelete
  5. Yoi Raz.., berasa di luar negri gitu,,ahahaha bikin pengen.. bau belerangnya lumayan

    hemmmmmm tapi jgn sampe k kawah g baw jaket tebal, dingin bgt oiii...

    ReplyDelete
  6. wah asiknya jalan2.siomay bandung, mauuuuu

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih

Popular posts from this blog

"Ga nabung yah jadi bingung"

Ahay..,saya kangen nge blog..Salam kangen dari saya pada sahabat persablogan yang sering berkunjung dan sering saya kunjungi dan sering berbagi bersama. Yay, saya ngepos t lagi . Beberapa jam yang lalu masih di hari yang sama, saya lagi-lagi terpesona dengan beberapa orang lansia yang membuat saya tersenyum dan belajar.   sumber: www.fao.org/docrep/ 005/y4094e/y4094e15.gif Latar cerita, bertempat di sebuah koperasi. Bukan sebuah kantor besar tapi hanya ruang kecil seluas kamar saya. Orang- orang mengantri dengan sebuah buku catatan berwarna biru yang saya sukai, di bangku bermodel sama yang saya duduki ketika sekolah dasar. Di bangku yang berhadapan dengan petugas( bendahara) duduk seorang kakek mengenakan baju berwarna biru dimasukan dalam celana jeansnya, duduk sambil menyerahkan uang dan buku koperasinya serta  menjelaskan kolom mana saja yang harus disi dengan jumlah uang yang ia inginkan. "Tua-tua rajin menabung, cucu-cucu senang, hahahaha,"katanya ketika sele...

Mimpi A dan B? Menikah?

Ada sebuah kisah nyata percakapan antara seorang A dan seorang B ( nama disamarkan untuk menjaga privasi) di suatu sore yang cerah ditemani burung-burung berkicau. Tentang mimpi mereka masing-masing Biar jelas, akan saya gambarkan pribadi mereka masing-masing. Si  A merupakan seseorang yang bisa dibilang banyak tahu tapi tak tahu banyak juga, punya banyak mimpi indah, dan sepertinya sedang mencari-cari sesuatu tapi tak tahu apa yang sedang ia cari. Sedangkan pribadi B adalah seorang yang sudah bekerja sebagai seorang pekerja rumah tangga yang sangat ahli dalam mengurus urusan rumah tangga. B tidak dapat sekolah, hanya sampai sekolah dasar. Hem, dan apa yang mereka bicarakan adalah kehidupan masa depan. Ketika B tiba-tiba bertanya pada A: B: “mba A, kapan nikah?” A: “nikah? Aiiih , masih lama B, (Si A tak menduga pertanyaan si B, jadinya agak kaget). Lagian belum punya pacar,” B: “belajar mulu sih,” (si A melongo)”teman-teman saya mah udah pada nikah, dari umur 16 an udah ad...

Saya, Kamu dan Alam (Sahabatkah?)

“Karena kita tidak hidup seribu tahun lagi tapi alam bahkan akan ada beribu-ribu tahun lagi” dok pribadi:Dipotret dari nyamanya kursi bus dalam perjalanan Jawa-Bali, July 2010 Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan alam saya dan alam anda seribu tahun lagi. Bukan tidak mungkin untuk menjadi sangat berbeda dengan bumi yang kita tinggali sekarang, yang bahkan kondisinya memprihatinkan.  Generasi   kita selanjutnya mungkin akan mengenakan masker untuk menghalangi radiasi yang dapat merusak langsung kulit karena lapisan ozon yang membolong. Mengapa? Ah, saya yakin anda dan saya pasti bukan nenek moyang yang baik bagi penerus kita. Bukan seperti nenek moyang kita yang dalam sejarahnya menghasilkan penemuan-penemuan yang membantu kita kini. Kita akan dicap sebagai neneng moyang masa perusakan.  Tidak adil memang, karena masih ada sebagian besar orang yang pada masa ini yang menyerukan perbaikan pada alam ,menunjukan persahabatan pada alam dan mengh...