Skip to main content

Selamat hari Ibu, ema!


  My mama is the strong one, firm, and more beautiful than me :D. I knew it was hard to her to sent me out of her view. She is regret of me. Because of that I always have different opinions with hers. T hat’s way I always talk about my dreams or something I wanna do with my father first then he will talk to mama. With mama, I talk about the daily conversations, update news, gossips and yeah parents advice to her only daughter :D.
Each year when the Mother day comes, I certainly remember my mother, I called ema or mama. Yeah, the day is  special because I think many experiences I have been through in years.  She prepared me went to school when I was 5. After took me a bath, she was stood me on a chair which faced with sunshine then cleaned me by a towel and let me some times, dried in the sunshine. Since Bajawa is the cold town so I enjoyed this part so much before she dressed me up on my yellow Bhayangkari uniform.

The school and my home are far enough but she nearly always accompanied  me went to school then picked me up by foot (Sometimes, my fiend’s parents by motorcyle). We went to the traditional market then. I used to get gorengan (molen) or bonbon,as  always in my hands. We walked together on a way home , she kept my hand on her left hand, the other with the vegetables basket.  I remember someone  already died, a young man who had physical defect, always sat (It seemed not sat, he leaned on the wall, sometimes played with mud). My mama will stopped and asked me to brought the molen or money or fruits or cake to him. I am not sure of it but I think this young man knew us. He couldn’t speak too but he looked happy.

Happy mother’s day to my mama, my aunts, cousins and womens all around the world and the last for us who are still preparing to be good mama one day. Today is yours, mama! Ah, I hope my younger brothers do best in home!


Comments

  1. happy mothers day.
    WUATB
    hahahah

    kagak nyambung :p

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih

Popular posts from this blog

Cita-cita menjadi seorang dosen

Masih setengah jalan menuju profesi yang dicita-citakan. Sejak kecil, saya ingin berprofesi menjadi seorang guru. Lebih tepatnya guru di desa terpencil. Seorang saudara sepupu saya, ka Servulus Ndoa, tahu sekali cita-cita saya ini. LOL. Kemudian dalam perjalananannya, saya lebih memilih untuk menjadi seorang dosen. Saya tahu tidak mudah dan tidak asal saja menjadi dosen. Komitmen dan dedikasi sepenuh hati. Aissshh, semoga semeste mendukung keinginan anak baru  kemaren sore ini.

Tentu jalannya tidak semulus jalan tol.. Bukan seorang  dengan predikat cum laude, banyak yang harus terus dipelajari, digali, didalami dan dikembangkan (#Tsahhhh, biar kekinian)

Banyak hal yang saya persiapkan. Mulai dari otodidak belajar TOEFL selama liburan dan ketika menganggur dan apply-apply beasiswa S2. Terus, aktif menulis remah-reman dalam bahasa Inggris. Maklum edisi belajar, mulai dari update post bbm, twitter, fb, dan blog. Maaf banget buat yang merasa terganggu, alhasil harus nerimo kalau dibilang …

Jalan-jalan ke Ho Chi Minh City bag 1 -Persiapan, Perjalanan & Hari Pertama

Paulo Coelho — 'And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.

Dan segala yang baik dan buruk, sebaiknya dituliskan untuk diingat dan dijadikan pelajaran untuk selanjutnya. Halo  travelers dan teman-teman, kali ini saya ingin berbagi cerita  perjalanan saya dan teman-teman ke Ho Chi Minh City. Kami berterima kasih pada beasiswa LPDP RI yang telah mensponsori perjalanan yang sangat berkesan dan membuka wawasan ini. Setelah berkas kami diterima baik oleh sponsor dan pembimbing serta mengetahui ketua program studi, kami pun merencanakan perjalanan kami. Tentu saja dengan modal acceptance dan invitation letter dari panitia seminar.


Kami memesan tiket H-5 hari dari keberangkatan.Sebenarnya bisa dipesan lebih awal dengan harga yang lebih murah, namun salah satu teman kami urusan paspornya belum selesai.
Melalui #travel**a, kami pun mendapat penerbangan yang paling murah pada hari pemesanan dengan #JetS***, transit di Singapura selama kira-k…

Sombong

Jadi jangan sedikit pun kamu menyombongkan diri. Sombong itu bukan milik mereka yang kaya harta.  Sombong itu bukan saja bentuknya material, melainkan pikiran. Jangan sekali kali berpikir lebih pandai, lebih religius, lebih suci, lebih kuat, lebih cantik, lebih aktif,lebih baik.
Jangan sekali kali. Toh kita manusia biasa, nafas diberi. Berbagilah kebahagiaan.
Manusia demikianlah adanya hanya butuh untuk saling paham, saling mengerti, saling cinta, saling menhargai dan saling memperhatikan.Jangan pula menganggap remeh orang yang lebih muda atau sudah tua. Setiap orang dan generasi ada masanya. Jadi saling menghargailah. Demikian, manusia hendaknya saling mendukung satu sama lain.
(Refleksi, reminder untuk diri sendiri dan jikalau ada yang turut membaca, semoga bermanfaat)