Friday, December 12, 2014

Saya dan Nagekeo


"Saya dari Nagekeo"

A: “Di mananya Flores?” 
S: “Saya orang Nagekeo . Dua jam perjalanan dari Ende kalau ke rumah saya.”

Saya selalu susah menjelaskan tentang kabupaten tempat asal saya ke beberapa teman dari berbagai daerah maupun dari Jakarta. Well, pertanyaan kemudian muncul, mengapa ini begitu penting untuk dijelaskan? Pertanyaan sederhana ini pun agak sulit untuk dijawab mengingat saya takut jika sebagian yang membaca akan mengartikan tulisan ini sebagai rasis atau semanyamnya. Tentu saja, tulisan ini tidak bermaksud untuk rasis, karena saya pribadi berusaha melihat manusia hanya dari perbuatannya dan tidak ingin mengeneralisasi berdasarkan suka, ras dan agama (Atau saya harus bertanya kembali ke diri saya, mengapa untuk menjelaskan ini menjadi complicated sekali ;D).  Saya hanya ingin menjelaskan, Nagekeo itu kota seperti apa. 

Kembali ke Nagekeo,  adalah sebuah kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang dibentuk pada tahun 2007. Daerah yang dimekarkan dari kabupaten Ngada ini beribukota Mbay.  Berbatasan dengan dua kabupaten yang sudah lebih terkenal di Indonesia yakni kabupaten Ngada di sebelah barat dan kabupaten Ende di sebelah timur.  Yah, kabupaten Ngada dan kabupaten Ende sendiri sudah terkenal beberapa tahun terakhir. Malah, kabupaten Ende sudah lebih dulu dikenal melalui buku-buku sejarah sebagai tempat pembuangan/ pengasingan Ir. Soekarno, apalagi setelah difilmkan ke layar lebar yang diperankan oleh actor Baim Wong. Atau jika teman-teman masih ingat lembaran kertas lima ribuan  yangv sudah  ditarik di sekitar tahun 90 an.Kabupaten Ngada pun dengan ibukota Bajawa pun sudah terkenal dengan kampung adat Bena (sekitar 19 km dari kota kecil Bajawa)  yang  kini  menjadi tujuan pariwisata budaya, yang pasti sangat menarik bagi peneliti-peneliti budaya dan antropologi. 
Rumah Pengasingan Bung Karno- Ende (www.antaranews.com)


Selama 20 tahun lebih, kami tinggal dan menetap di Bajawa. Kadang saya mengaku sebagai orang Bajawa karena kota dingin itu memiliki kenangan mendalam bagi keluarga kami. 

Bukit di Mbay, source:tanagekeo.wordpress.com
Mbay terkenal (versi saya) dengan panasnya matahari yang membakar kulit dan juga tempat di mana pemukiman sepertinya sudah diatur sedemikian rupa rapinya. Saya kadang kesulitan untuk membedakan gang-gang ketika jalan kaki mengitari kota panas itu. Selain panasnya, Mbay menarik dengan padang-padang perbukitan yang mudah didaki untuk sekedar melihat matahari terbit dan terbenam. Lebih tepatnya disebut bukit Teletubbies. Kota ini juga punya ritus sejarah yang memang belum begitu dikenal  yaitu gua-gua peninggalan  tentara Jepang saat menduduki Indonesia. Banyak tempat di Nagekeo sebenarnya yang menarik untuk dikunjungi bagi mereka yang belum pernah ke sana. Saya sendiri belum banyak menikmati, mengharapkan nantinya calon suami mau mengajak berpetualang bersama. Calonnya sendiri sebenarnya masih dipertanyakan kepada yang Maha Kuasa, LOL

 

2 comments:

  1. hahahaha entar berkunjung lagi sama calon suami .... pasti ada ko :D

    ReplyDelete
  2. Wah, bukit Telletubies ya... Aku belum pernah ke sana, hihihi :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih