Skip to main content

Tour Sehari ke Jakarta

Sesuai judulnya, kali ini saya ingin menceritakan tur sehari ke Jakarta. Baru kali ini, saya menikmati jalan-jalan ke Jakarta.
Post lengkapnya saya post di blog kompasiana :D


ejak menjadi warga Bandung sementara (terdaftar di RT/RW :D), saya jarang lagi ke Jakarta. Teman-teman sesama anak rantau di Bandung pun ingin main ke Jakarta, so saya bersedia menjadi guide. Kebetulan saya juga ingin bertemu paman yang sedang menjadi kakak pramuka di Bumi Kemah Cibubur dan teman saya membutuhkan informasi di Kebun Raya Bogor. Kami pun memutuskan untuk jalan-jalan sehari di Jakarta, langsung balik, karena tidak ingin ribet menginap. Lagian pertimbangannya adalah jalan-jalan murah meriah. Berikut itinery selama di Jakarta dan Bogor, yang bisa sekali rekan ikuti untuk waktu sehari. Lumayan bisa check in socmed dan berfoto ria Bisa mulai dari mana saja, kebetulan starting point kami dari Bandung.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rosemanise/wisata-sehari-jakarta-bogor-aman-nyaman_57b7e00c2323bdae097aabWisata Jakarta Bogor
ejak menjadi warga Bandung sementara (terdaftar di RT/RW :D), saya jarang lagi ke Jakarta. Teman-teman sesama anak rantau di Bandung pun ingin main ke Jakarta, so saya bersedia menjadi guide. Kebetulan saya juga ingin bertemu paman yang sedang menjadi kakak pramuka di Bumi Kemah Cibubur dan teman saya membutuhkan informasi di Kebun Raya Bogor. Kami pun memutuskan untuk jalan-jalan sehari di Jakarta, langsung balik, karena tidak ingin ribet menginap. Lagian pertimbangannya adalah jalan-jalan murah meriah. Berikut itinery selama di Jakarta dan Bogor, yang bisa sekali rekan ikuti untuk waktu sehari. Lumayan bisa check in socmed dan berfoto ria Bisa mulai dari mana saja, kebetulan starting point kami dari Bandung.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rosemanise/wisata-sehari-jakarta-bogor-aman-nyaman_57b7e00c2323bdae097aab0c
Wisata Jakarta Bogor

Comments

Popular posts from this blog

"Ga nabung yah jadi bingung"

Ahay..,saya kangen nge blog..Salam kangen dari saya pada sahabat persablogan yang sering berkunjung dan sering saya kunjungi dan sering berbagi bersama. Yay, saya ngepos t lagi . Beberapa jam yang lalu masih di hari yang sama, saya lagi-lagi terpesona dengan beberapa orang lansia yang membuat saya tersenyum dan belajar.   sumber: www.fao.org/docrep/ 005/y4094e/y4094e15.gif Latar cerita, bertempat di sebuah koperasi. Bukan sebuah kantor besar tapi hanya ruang kecil seluas kamar saya. Orang- orang mengantri dengan sebuah buku catatan berwarna biru yang saya sukai, di bangku bermodel sama yang saya duduki ketika sekolah dasar. Di bangku yang berhadapan dengan petugas( bendahara) duduk seorang kakek mengenakan baju berwarna biru dimasukan dalam celana jeansnya, duduk sambil menyerahkan uang dan buku koperasinya serta  menjelaskan kolom mana saja yang harus disi dengan jumlah uang yang ia inginkan. "Tua-tua rajin menabung, cucu-cucu senang, hahahaha,"katanya ketika sele...

Mimpi A dan B? Menikah?

Ada sebuah kisah nyata percakapan antara seorang A dan seorang B ( nama disamarkan untuk menjaga privasi) di suatu sore yang cerah ditemani burung-burung berkicau. Tentang mimpi mereka masing-masing Biar jelas, akan saya gambarkan pribadi mereka masing-masing. Si  A merupakan seseorang yang bisa dibilang banyak tahu tapi tak tahu banyak juga, punya banyak mimpi indah, dan sepertinya sedang mencari-cari sesuatu tapi tak tahu apa yang sedang ia cari. Sedangkan pribadi B adalah seorang yang sudah bekerja sebagai seorang pekerja rumah tangga yang sangat ahli dalam mengurus urusan rumah tangga. B tidak dapat sekolah, hanya sampai sekolah dasar. Hem, dan apa yang mereka bicarakan adalah kehidupan masa depan. Ketika B tiba-tiba bertanya pada A: B: “mba A, kapan nikah?” A: “nikah? Aiiih , masih lama B, (Si A tak menduga pertanyaan si B, jadinya agak kaget). Lagian belum punya pacar,” B: “belajar mulu sih,” (si A melongo)”teman-teman saya mah udah pada nikah, dari umur 16 an udah ad...

Saya, Kamu dan Alam (Sahabatkah?)

“Karena kita tidak hidup seribu tahun lagi tapi alam bahkan akan ada beribu-ribu tahun lagi” dok pribadi:Dipotret dari nyamanya kursi bus dalam perjalanan Jawa-Bali, July 2010 Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan alam saya dan alam anda seribu tahun lagi. Bukan tidak mungkin untuk menjadi sangat berbeda dengan bumi yang kita tinggali sekarang, yang bahkan kondisinya memprihatinkan.  Generasi   kita selanjutnya mungkin akan mengenakan masker untuk menghalangi radiasi yang dapat merusak langsung kulit karena lapisan ozon yang membolong. Mengapa? Ah, saya yakin anda dan saya pasti bukan nenek moyang yang baik bagi penerus kita. Bukan seperti nenek moyang kita yang dalam sejarahnya menghasilkan penemuan-penemuan yang membantu kita kini. Kita akan dicap sebagai neneng moyang masa perusakan.  Tidak adil memang, karena masih ada sebagian besar orang yang pada masa ini yang menyerukan perbaikan pada alam ,menunjukan persahabatan pada alam dan mengh...