Tuesday, December 21, 2010

Sebuah pertanyaan


Beberapa hari yang lalu seorang teman pernah bertanya kurang lebih begini,
Gambar: qwickstep.com
 “pernahkah kamu berpikir mengapa satu hari 24 jam, bukan 23 jam atau 22 jam”
Saya terdiam, kaget memang dengan pertanyaan seperti ini.


Saya  kemudian menggeleng. Saya ingat bahwa saya pernah ditanyai dengan pertanyaan yang sama oleh orang yang berbeda. Namun saya tidak menjadikan pertanyaan tersebut sebagai bahan renungan saya untuk saya jawab sendiri. Sekarang saya masih bertanya-tanya.

Namun pertanyaan ini bukan yang terutama di dalam kehidupan saya. Saya teringat ketika saya anak-anak, berumur kira-kira 6- 7 tahun.  Banyak  pertanyaan berputar di kepala saya, namun satu dari sekian banyak pertanyaan itu yang saya ingat. Mengapa hal ini yang paling saya ingat karena kenangan ini menyimpan rasa yang kuat sekali. Rasa takut.

Langit biru yang cerah terbentang luas di depan saya. Sampai-sampai saya menengadah lama sekali ke langit yang biru dan merasa sangat kecil. Saya pun bertanya-tanya, kok saya ada di dunia ini, kok saya lahir, kok saya begitu kecil dan saya kecil sekali dan saya takut. Mengapa saya hidup?

Pertanyaan ini kembali membayang beberapa waktu terakhir ini. Berbeda dari kenangan belasan tahun lalu, rasa takut yang kuat itu agak berkurang. Pertanyaan itu, sedikit demi sedikit terjawab dalam kehidupan saya. Meski masih remang, namun jika saya terus berjalan dengan harapan,  Dia yang di atas pasti akan menuntun.
mengapa saya ada? 
 *Belasan tahun yang lalu, saya mengira kalau langit dan laut itu bersatu, setelah melihat laut yang berujung langit. Benar-benar Tuhan itu indah

7 comments:

  1. Apa sekarang sudah menemukan, jawaban dari pertanyaan itu?

    ReplyDelete
  2. Hem, sedikit demi sedikit sih tapi klo dijelaskan susah mba, hehehe..

    apa mba pernah punya pertanyaan yang sama?

    ReplyDelete
  3. Pernah.
    Alhamdulillah, sudah bisa memutuskan untuk apa.Walaupun masih belajar juga sih
    ^^

    ReplyDelete
  4. Punya pernah pertanyaan ato pemikiran aneh2 ga?hehehe

    ReplyDelete
  5. Wah, kalo itu sih sering.Tapi, itu wajar koq, asal dalam batas "kewajaran"(mbingungi ya?)

    Artinya kan, kita mendapat kesempatan untuk mencari nmenemukan jawabannya.Coba klo g pernah, kesempatannya gak dateng2 kan?
    hehe....

    ReplyDelete

Terima kasih sudah dibaca,semoga bermanfaat. Silakan menuliskan komentar Anda. Terima Kasih